Indonesia Move On dengan Pendidikan Wirausaha

“A country can be prosperous if there are entrepreneurs at least 2% of the population”

– David Mc Clelland –

Suatu negara bisa makmur jika dinegara tersebut memiliki sedikitnya 2% wirausahawan dari total populasi penduduknya. Sayangnya saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 1,56% dari total sekitar 240 juta penduduknya. Jauh dari kondisi ideal. Sedangkan negara tetangga terdekat, Malaysia jumlah wirausahanya sebanyak 5% dan Singapura sebanyak 7%. Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha. Menurut Ciputra Indonesia memiliki sekitar 10% wirausahawan potensial namun karena tidak pernah dididik, dilatih dan diberi kesempatan mereka tidak berhasil menjadi wirausahawan. Orang tua di Indonesia kebanyakan sejak jaman dahulu lebih sering mengarahkan anak untuk menjadi karyawan di perusahaan besar, asing ataupun BUMN atau menjadi Pegawai Negeri Sipil. Menurut mereka manjadi wirausahawan tidak menjadikan masa depan yang baik karena mempunyai resiko bangkrut dan juga pendapatan yang tidak menentu seperti profesi karyawan. Sehingga kewirausahaan kurang berkembang di Indonesia. Salah satu penyebab kurang berkembangnya kewirausahan di Indonesia adalah faktor sistem pendidikan di Indonesia dalam mengembangkan budaya kewirausahaan. padahal kewirausahaan bukan merupakan bakat semata namun sesuatu yang bisa dipelajari dan di latih. Seandainya kewirausahaan sejak dini di tanamkan, mereka akan memiliki mindset untuk menciptakan pekerjaan dan bukan untuk mencari pekerjaan. Banyaknya masalah di Indonesia saat ini seperti kesehatan, pendidikan, sosial, kemiskinan yangperlu di tanggulangi bersama. Dengan pendidikan wirausaha, Insya Allah masalah di atas bisa kita tangani. Karena dengan kualitas dan kuantitas wirausaha yang baik otomatis akan meningkatkan kemakmuran suatu negara.

Continue reading

Advertisements