Menimba Ilmu dari CEO di Jalan Pemimpin

Menimba Ilmu dari CEO di Jalan Pemimpin

Hari minggu, 9 November 2014 lalu saya mendapatkan kesempatan istimewa bersama 18 teman lainnya dari 300an lebih pendaftar melalui Program Jalan Pemimpin. Apa yang istimewa dari Program tersebut? simak yuk..

Day – 1

Saya berangkat hari Minggu jam 11.00 dengan menggunakan KRL dan janjian dengan Aulia dan Denis di Sta. Kalibata, kemudian dari sana kami berangkat bersama-sama menuju Swiss Bell Hotel dengan menggunakan taksi. Disana kami langsung makan siang plus berkenalan dengan teman-teman dari jalan pemimpin lainnya serta buddy masing-masing. Disitulah untuk pertama kalinya kami bertemu dan kami langsung akrab karena sebelumnya sudah berkomunikasi meskipun hanya via whattsapp. Setelah makan, kami memasuki sesi perkenalan yang di pandu oleh Grace dan Angga. Suasana perkenalan berjalan hangat karena ketika berkenalan kami di minta untuk menyebutkan 3 fakta tentang diri kita, dimana harus mengandung 1 fakta yang salah dan teman lainnya harus menebak mana fakta yang salah tersebut. Banyak fakta-fakta unik yang kami dapatkan satu sama lain sehingga kita bisa lebih mengenal. Acara kemudian di lanjutkan dengan pengenalan tentang program Jalan Pemimpin oleh Yosea. Apa itu jalan pemimpin? Simak yuk ulasan saya disini. Kemudian acara di lanjutkan dengan inspiring speech dari Pak Handry GE, selaku inisiator program Jalan Pemimpin. Saya sudah lama kagum dengan Pak Handry GE. Pertama kali saya bertemu dengannya di acara 3rd Anniversary Akademi Berbagi, salah satu komunitas tempat saya bergabung. Saya sangat kagum dengan Pak @HandryGE, dia itu sangat passionate terhadap anak muda, karena dia percaya “Leaders Create another leaders”, “Leaders are made not born”, mereka bekerja sangat keras menghadapi banyak masalah, kegagalan dll. Setiap pemimpin yang hebat tidak melalui jalan yang mudah. –If you just take easy, forget to be a leaders.. Seorang leaders juga deal dengan keputusan yang sulit and deal with tough issue, sehingga Jalan Pemimpin harus di temukan …Leaders also need to fire, try to find your differentioation, need to have connection (mentor), have ideas. Pak Handry berpesan to be a leaders you need to have 3E (Energy, Energize and Execute).

Continue reading

Advertisements

Dear Lovely Husband

Hari ini genap 2,5 bulan kami menikah.. memang usia pernikahan kami masih seumur jagung..masih hangat-hangatnya, masih jarang berantem, masih sayang-sayangan.. eh tapi semoga ga hanya di awal pernikahan aja, tapi selamanya yaa mas.. aamiin…

Aku sangat bersyukur memilikimu, pria yang awalnya aku ragukan bisa membina rumah tangga bersamaku. Ragu disini bukan karena apa-apa, namun lebih ke arah perbedaan usia dan juga takut belum bisa saling memahami karena kita baru mengenal dan jarak jauh pula, namun kamu terus meyakinkan aku bahwa kita bisa belajar dan tumbuh bersama dalam sebuah ikatan yang suci. Ketika di perkenalkan pertama kali waktu itu sama Mbak Mira lewat twitter aku ga punya feeling bahwa jodohku bermula dari twitter, aku menanggapi namun berfikir waktu itu hanya candaan semata karena sama-sama jomblo :p waktu itu aku langsung follow kamu, tapi kamu ga follbek hahaha :)) akhirnya kesempatan bertemu untuk pertama kalinya tiba. Adalah ASEAN Blogger yang memfasilitasi kita bertemu, makasih ASEAN Blogger 🙂 waktu itu aku melihat kamu sedang sibuk membantu bagian registrasi, tepatnya membagikan kaos untuk para peserta. Aku melihat kamu ramah terhadap peserta terutama yang cewek, atau mungkin pada waktu itu sedang melakukan “Modus” 😀

Continue reading

Tampil Spesial di Hari Spesial

Tampil spesial di hari istimewa tentu menjadi dambaan setiap orang terutama wanita, termasuk saya 🙂 Saya termasuk orang yang jarang dandan sejak jaman kuliah dulu. Maksimal hanya menggunakan bedak dan lipstik, itupun cepat luntur ga nyampe sejam.. hehe. Jadi kalo ga salah ingat ampe umur segini, saya baru 2 kali didandan. Pertama pas wisuda S1 beberapa tahun lalu DAN baru aja ni kemarin pas nikah :). Mungkin karena jarang dandan itulah, sekalinya didandan banyak yang bilang “Beda” dan “Pangling” (GR.com), termasuk ketika menikah 31 Agustus 2014 lalu.

Pernikahan adalah salah satu moment istimewa dalam hidup seseorang, sehingga banyak yang harus di siapkan di hari tersebut seperti catering, souvenir, undangan, administrasi, acara, dekorasi, rias dan pakaian dll. Untuk urusan rias, beruntung banget saya bertemu dengan Mb Nina. Awal mula ketemu Mb Nina juga ga sengaja yaitu pas ikut TDA Startup Camp dimana pada waktu itu saya ikut karena diminta meliput sama pak Rawi (makasih Pak Rawi), ya udah disana kenalan dengan peserta lainnya termasuk Mb Nina itu. Disitu saya tau bahwa usaha Mb Nina adalah make up artist. Mb Nina kemudian menawarkan untuk menjadi make up artist pas saya nikah dan saya pasti mau banget dunk apalagi setelah ngintip-ngintip hasil makeup Mb Nina di Facebook dan Instagram jadi langsung suka banget.. Oya alamat FB, IG dan Twitter Mb Nina sama yaa.. search aja Nina Arimurti 🙂

The Day

Malam menjlang pernikahan, saya mengalami sindrom susah tidur.. pertama karena udaranya panas, secara kipas udah di angkutin ke TKP, kedua juga deg-degan terus bawannya masih agak ga percaya kalo besok saya akan dipersunting oleh lelaki pujaan saya (uhuk). Alhasil pagi itu saya orang yang pertama bangun dan bergegas ke mesjid untuk di make up sama Mb Nina.. ga sabar rasanya mau lihat seperti apa nanti hasilnya. Sayang ni, saya ga punya foto before nyaa..hiks, ya udah foto before saya comot dari foto saya yang udah ada aja ya.. dan taraaa.. ini hasil foto before dan afternyaaa 🙂

10516892_10152474962618743_3626018501107854228_n

Inilah beberapa komentar setelah saya posting foto di atas (narsis :p).

Continue reading

Hay Nina …

Aihhh.. maap banget baru nulis ini sekarang…

aku seneng banget bulan lalu ke Jogja dan bisa ketemu kamu nin …:>

yang pasti aku senang nin, kamu masih seperti yang dulu, yang aku kenal ..hehe, apa cobaa.. kecuali mungkin berat badanmu #eh #jadingacajuga, aku senang kamu ud punya baby yang lucu2 bangett dan suami yang begitu penyayang..aamiin..

aku juga senang, karena kita kurang lebih menempuh jalan karir yang sama menjadi entrepreneur (((entrepreneur ))) ahaa, walopoun aku masih entrepreneur kacangan hehe

Kita udah ga ketemu, mungkin terakhir pas kita makan perpisahan di kaefci paket 5rb an ahaha tahun 2007

apa ya nin, kita pertama kenal tahun 2003 (ups ketahuan dunk umurnya) :p

waktu itu walopun kita beda jurusan, namun ada beberapa mata kuliah yang sama

jadilah kita sering sekelas pas semester2 awal, kayak kelas nya Pengantar Bisnis nya pak Eduardus Tandelilin or Pak Ted, Akuntansi Pengantar sama Pak Al Haryono (kalo ga salah), Pak Farid dll… kayaknya ya nin, ud lupa hehe

ya udah terus kita sering bareng (tepatnya di aku sering nebeng) dan minta kamu jemput ke kosku.. hee, mesake tenan ..:p

ya uda, trus apalagi ya nin.. kita juga dulu pernah les bareng di LIA walopun banyak maennya hehe

sayang, semakin banyak semesternya semakin kita ga pernah sekelas.. ya iyalahhh 

ya udah nanti aku lanjut lagi ya ceritanyaa

aku punya si foto kita berdua dulu, tapi aku blm pake jilbab..jadi ga bisa di pajang deh.. nanti takut menimbulkan kontroversi 😀

hehe, apapun itu semoga kamu selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan rezeki yang melimpah

bisa menjadi ibu dan istri terbaik dan bisa bermanfaat untuk sesamaa ..

aamiin… :3

2014-05-28 13.18.59 2014-05-28 17.22.35

 

 

 

Saya Mau Belajar Mengajar Sampai ke Inggris!

Halo.. kali ini saya mau cerita salah satu obsesi dalam hidup saya di dunia pendidikan.. mau tau?? Mau aja yaaa 😀
Ya.. saya ingin sekali mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung sistem pendidikan di negara-negara yang sistem pendidikannya sudah terbukti bagus. Bentuknya ga harus kuluah lagi, bisa aja cuma short course atau mungkin studi banding. Hal tersebut penting bagi saya dan Insya Allah bagi dunia pendidikan yang saya geluti.

Mengapa penting? Karena saya melihat ada korelasi anatara sistem pendidikan yang baik dengan kemajuan suatu negara. Ya, jika kita ingin tahu bagaimana masa depan suatu bangsa, maka lihatlah pendidikannya. Pendidikan adalah salah satu komponen terpenting yang menentukan nasib suatu bangsa. Banyak fakta menunjukkan bahwa negara-negara maju pasti memiliki sistem pendidikan yang baik. Contohnya Jepang, Korea Selatan, Finlandia bahkan Malaysia sudah jauh meninggalkan Indonesia.

Sejak berkarir menjadi guru tahun 2009, saya berkeinginan untuk menimba ilmu lebih lanjut di dunia pendidikan. Ya karena saya merasa bahwa saya belum cukup ilmu untuk mengajar dan masih banyak hal terkait dengan pendidikan yang harus saya pelajari. Saya ingin siswa saya mendapatkan yang lebih baik dari apa yang saya dapatkan dari pendidikan yang sudah saya jalani. Sering saya merasa gemas ketika mengingat pendidikan yang telah saya dapatkan bukan berarti tidak bersyukur dan berterima kasih dengan apa yang telah saya dapatkan. Saya menganggap bahwa dulu ketika bersekolah tidak di dorong untuk selalu bertanya, bahkan saya sedih ketika dulu bertanya maka akan di anggap sebagai anak bodoh. Selain itu, saya juga tidak terbiasa untuk berbicara di depan umum karena sistem pendidikan yang terpusat pada guru. Kami hanya mencatat dan mendengar apa yang guru sampaikan, bahkan mungkin dulu terlalu banyak mencatat dan menghapal. Hal lainnya adalah, dulu anak yang menguasai matematika dan science adalah anak yang pintar, sedangkan anak yang lebih menguasai ilmu sosial atau seni di anggap nomer dua. Lucunya lagi, saya banyak melihat orang tua yang mengkursuskan anaknya pada mata pelajaran dimana anaknya lemah dalam pelajaran tertentu, misalnya nilai IPA jelek, maka anaknya akan di kursuskan IPA, bukan pada mata pelajaran yang nilainya bagus, padahal menurut saya setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing, atau yang di kenal dengan multiple intelegence, setiap anak dilahirkan dengan keunikannya masing-masing dan kemampuan yang berbeda-beda. Belum lagi kalo ngomongin soal Ujian Nasional yang ga pernah berakhir dan menimbulkan banyak masalah.. duhh..

Udahan dulu ah ngomongin soal unek-unek untuk sistem pendidikan kitanya, sekarang saatnya balik ke mimpi saya semula yukkk! Ya, saya ingin belajar langsung ke negara-negara yang pendidikan nya maju seperti yang saya sebutkan di atas. Awalnya si pengen ke Jepang, karena masih di Asia, jadi ga jauh-jauh amat. Hehe.. tapiii kalo dapetnya ke Inggris juga ga nolak kok *gubrak. Ya jelas dong ga nolak.. karena di Inggris itu banyak pemain-pemain bola yang ganteng *tetep. Saya termasuk yang menyukai pemain sepak bola dan klub bola Inggris seperti Chelsea, MU, Liverpool dan Arsenal. Loh ko sukanya banyak amat? Iya dong, pokoknya kalo disana ada pemain yang cakep disana pula saya suka.. iya, soalnya saya ga maniak-maniak amat sama sepakbola, cuma saya suka pertandingannya apalagi kalo ada pemain-pemain cakep kayak Beckham, Owen, Lampard, Gerrard, Torres, Van Persie, Ramsey, Hernandez dan masih banyak lagi pemain-pemainnya. Sebagian sudah pensiun dan beberapa masih main disana. Maaf udah lama ga nonton ni.. tapi yang pasti saya sangat menunggu moment World Cup 2014, yay Inggris menjadi salah satu jagoan saya! Nah pas nanti world cup, pastinya akan lebih afdol kalo nontonnya rame-rame dan di temani oleh snack yang lezat seperti Mister Potato 🙂

Credit

Credit

Nah, kalo saya punya kesempatan belajar melihat sistem pendidikan di Inggris, kan bisa sekalian melihat pemain-pemain ganteng Liga Inggris tersebut secara langsung .. sambil menyelam, minum air yaa :p

Yuk balik lagi ke pendidikan 🙂
Saya suka belajar, ya makanya saya kepo pengen tau sistem pendidikan di Inggris secara langsung, ga hanya baca di internet atau dapat cerita dari teman. Siapa tau juga bisa buka Akademi Berbagi di Inggris. Hehe.. oh iya, saya pengen tau juga disana ada ga si social movement seperti Akber, Indonesia Berkebun, Indonesia Mengajar dll. Saya ingin membuktikan beberapa hal yang saya dengar terkait dengan sistem pendidikan di sana, dan saya ingin juga mengaplikasikannya untuk siswa-siswa saya, minimal untuk sekolah yang saya pimpin terlebih dahulu, SMK Itaco. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, ingin meyakinkan mereka bahwa meskipun bukan berasal dari kalangan kurang mampu secara ekonomi, namun bisa mendapatkan pendidikan yang baik untuk masa depannya..Aamiin…
Inilah beberapa hal tentang pendidikan di Inggris yang saya dapat dari berbagai sumber termasuk dari teman yang saat ini sedang menetap disana:

  1. Prioritas disana bukan tes dan nilai, sehingga tidak anak yang tidak naik kelas. Guru lebih memperhatikan siswa yang lemah pengertiannya dalam suatu pelajaran dibandingkan siswa yang mampu, sehingga tidak ada anak yang tertinggal pelajaran apalagi tertinggal kelas. Jadi kalo ada yang tinggal kelas, yang dipertanyakan gurunya. Terus bagaimana mengevaluasinya? Di Inggris lebih menekankan pada prosesnya bukan hasil semata yang tertulis di atas kertas. Sekolah tidak mengajarkan untuk salaing bersaing, namun setiap individu di dorong untuk bersaing dengan dirinya sendiri yaitu dengan cara menjadi lebih baik dari sebelumnya. Wow!
  2. Siswa di dorong untuk menjaga keseimbangan akademis dan non akademis seperti ekstrakulikuler, olahraga, seni dan budaya. Tidak ada yang lebih menonjol, semua harus seimbang. Di Indonesia, siswa lebih di dorong untuk berprestasi secara akademik dan menganggap seni dan olahraga hanya sebagai sampingan dan kurang menjanjikan di masa depan.
  3. Masa menempuh pendidikan yang relatif pendek. Jika dibandingkan dengan Indonesia, Inggris termasuk yang efisien dimana dalam usia 11 tahun siswa sudah masuk Junior High dan 13 tahun masuk Senior High. Sehingga ada perbedaan 2-3 tahun. Menurut saya, jika pendidikan yang diberikan tepat, maka siswa bisa berkarya dan berkontribusi lebih awal.
  4. Lebih banyak praktek daripada menghapal. Misalnya untuk meningkatkan kemampuan membaca, siswa di minta untuk membaca buku yang mereka sukai untuk kemudian mereka ceritakan kembali sesuai dengan bahasa mereka masing-masing. Untuk meningkatkan kemampuan berbicara, maka siswa sering di ajak berdiskusi dan di kelompokan menjadi beberapa kelompok. Saya di sekolah sudah mulai menerapkan hal serupa, dimana setiap bab materi pelajaran saya bagi ke siswa secara berkelompok, siswa mencari bahan sendiri dari bermacam sumber, kemudian presentasi dan kelompok lainnya menanggapi. Disini guru hanya berperan sebagai fasilitator.
  5. Memberikan apresiasi atas apa yang lakukan anak. Misalanya ketika siswa melakukan hal baik seperti membantu guru atau temannya, maka dia akan di berikan stiker yang bertuliskan “Well done”, “Star”, “Great” dll. Itulah cara guru menghargai siswa dan akan membuat siswa tersebut tetap semangat tetap melakukan hal-hal baik. di Inggris juga ada yang namanya Head Teacher Awards, dimana Kepala Sekolah akan memberikan penghargaan seperti prestasi belajar, perilaku baik, yang paling bagus improvement nya dll. Yang dinilai bukan hasil akhir, namun kepada proses yang telah dilalui oleh siswa.
Semoga suatu saat bisa..(foto bagian atas credit)

Semoga suatu saat bisa..(foto bagian atas credit)

Wow, mungkin banyak lagi hal-hal positif lainnya dan jika saya dapat kesempatan ke Inggris meskipun hanya seminggu saya akan memanfaatkan untuk melihat secara langsung dan mempelajari apa yang saya dengar di atas, selain itu sekalian dong mengunjungi markas-markas klub Inggris seperti Old Trafford, Stamfort Bridge, Anfield dll siapa tau juga ketemu sama pemain-pemain bola nya yang ganteng *eh, juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Inggris seperti Menara Jam Big Beng, Tower Bridge, London Eye, Madame Tussauds, Buckingham Palace dll.

I wanna go there.. (foto credit)

I wanna go there.. (foto credit)

Iya, saya ingin terus belajar untuk mengajar yang lebih baik. Mengajar membuat saya menyadari untuk juga terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Saya tidak hanya ingin sekedar mengajar, tapi juga mendidik siswa-siswa saya menjadi lebih baik dan bisa menegmbangkan potensi terbaik yang ada pada dirinya sehingga kelak bisa bermanfaat untuk sesama.

Jadi ini alasan kenapa saya harus ke Inggris:

  1. Melihat sistem pendidikan di Inggris dan mempelajari cara guru mengajar siswanya..
  2. Berkunjung ke stadion-stadion megah dan destinasi wisata terutama sejarah di Inggris. I love learning history..
  3. Ini agak maksa, karena bulan Juli saya ulang tahun, so kalo dapat kesempatan ke Inggris, it will be unforgetable present in my life :))

So…England… Here I’am! 🙂

Me, my students & Smax Ring

Me, my students & Smax Ring

Referensi :

http://aldiofahrezi.blogspot.com/2013/04/10-sekolah-terbaik-di-jfk-international_11.html

http://edukasi.kompasiana.com/2013/04/01/tidak-ada-tidak-naik-kelas-di-sekolah-inggris-547412.html

http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/14/sekolah-anak-di-inggris-3-proses-belajar-penuh-apresiasi-493180.html

Cerita Kalo Saya Sehari Tanpa Internet, Kamu?

Rasanya sulit membayangkan jika sehari saja saya tidak bersinggungan dengan internet.. banyak pekerjaan yang saya lakukan sangat terbantu dengan kehadiran internet. Mengapa oh mengapa? Internet sangat saya perlukan terutama menyangkut beberapa aktifitas saya. Mau tau apa saja? intip yukkk …

1. Tidak bisa mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar

Sebagai guru melek digital, saya sangat menyadari pentingnya kehadiran internet. Seperti kita tahu bahwa kecerdasan tidak selalu menyangkut intelektual saja, Gardner mengungkapkan kecerdasan majemuk karena kita percaya bahwa tidak anak yang bodoh. Pembelajaran dimasa lalu, hanya berfokus pada pembelajaran konvensional dimana guru sebagai centre of attention. Dengan perkembangan internet, saya bisa mencari bahan pembelajaran yang mengakomodir berbagai tipe kecerdasan siswa. Saya bisa dengan mudah mencari materi-materi atau memodifikasi materi pembelajaran yang menarik untuk siswa. Sebagai contoh, saya merancang pembelajaran yang lebih menarik karena bisa dilengkapi gambar, suara, video animasi dll. Dengan internet, guru dan siswa dapat dengan cepat memperoleh bahan belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kegiatan tidak terhenti di ruang kelas. Ga kebayang kalo ga ada internet, walau cuma sehari.. karena saya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk siswa.

Memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran

Memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran

2. Tidak bisa terhubung dan berinteraksi dengan pendidik di berbagai belahan dunia

Perkembangan sosial media seperti twitter dan facebook sehingga kita dapat terhubung dengan para pakar dan rekan sesama guru di seluruh dunia. Para guru dapat bertukar informasi, belajar online dan juga penyebaran info kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kompetensi guru melalui milis atau lainnya. Nah, jika ga ada internet sehari saya ga bisa berinteraksi dengan mereka dan bahkan bisa kehilangan informasi yang bermanfaat.

3. Tidak bisa membantu budaya menulis

Saat ini kita jangan hanya menikmati konten, tapi kita harus bisa menciptakan konten. Internet juga menumbuhkan budaya menulis. Hal tersebut menjadi penting, karena dengan menulis maka akan melatih kemampuan berfikir kritis dan ilmiah. Tak dipungkiri, budaya menulis masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Budaya menulis guru dapat menginspirasi siswa untuk gemar menulis yang diharapkan kebiasaan tersebut akan terbawa sampai mereka dewasa nanti. Nah, kalo ga ada internet, bagaimana kita bisa menciptakan konten-konten di dunia maya dan saya juga tidak bisa membaca tulisan blog hasil karya siswa saya.

4. Tidak bisa mengoptimalkan wirausaha melalui Komunitas Siswa Wirausaha

Saat ini, saya juga bersama siswa memanfaatkan internet untuk mendukung gerakan wirausaha melalui komunitas Siswa Wirausaha. Komunitas tersebut bertujuan menanamkan jiwa wirausaha dan hidup mandiri karena membantu biaya transport dan keperluan sekolah lainnya.  Nah, jika ga ada internet sehari, kami ga bisa memasarkan dan mengupload kegiatan wirausaha kami, itu berarti kami kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan untuk membantu siswa kami.

Kewirausahaan di Sekolah, dok pribadi

Kewirausahaan di Sekolah, dok pribadi

5. Tidak bisa membantu kegiatan komunitas & volunteering secara maksimal

Selain mengajar, saya juga aktif sebagai relawan di beberapa komunitas seperti TDA Bekasi, Akademi Berbagi Nasional dan Bekasi, Startup Lokal. Selama ini komunikasi kami banyak dilakukan via internet setiap harinya seperti email, chat, milis, social media. Nah, bagaimana kalo ga ada internet? hal tersebut akan mengganggu kegiatan volunteering kami yang artinya tidak bisa membantu masyarakat secara maksimal..

Bersama Komunitas Akademi Berbagi. Sumber : FB Mas Wahyudi

Saya juga sering sharing kepada siswa tentang pentingnya internet dan bagaimana mengoptimalkannya. Saya sering mewanti-wanti mereka dalam hal penggunaan internet dan social media, seperti tidak mudah terpengaruh jika melihat teman-temannya di facebook/twitter memamerkan kemesraan dengan lawan jenis, hal-hal berbau hedonisme dll.  Update status atau share hal-hal yang bermanfaat. Saya menekankan kepada mereka hal-hal yang mereka posting akan terekam selamanya dan saat ini banyak HRD yang melakukan pencarian karyawan dengan melihat rekam jejaknya di dunia maya.

Saya pun kemudian melakukan upaya-upaya untuk menciptakan konten positif di internet dan social media kepada siswa saya seperti dengan:

  1. Mengajari menulis blog dan share di social media.. ini contoh beberapa blog siswa saya : http://analisah.wordpress.com , http://rezapecintadesain.blogspot.com/ dll.
  2. Mengajari untuk menjadi admin website social media sekolah dan siswa wirausaha. Saya sudah mulai mendelegasikan pekerjaan tersebut ke siswa sehingga mereka juga bisa belajar banyak tentang dunia digital. Bahkan, tanggal 29 Februari lalu saya sangat bersyukur bisa membawa beberapa siswa melakukan kunjungan perusahaan ke salah satu perusahaan Digital Agency, Think Web.
  3. Membantu mengembangkan wirausaha siswa. Saat ini untuk mengembangkan jiwa wirausaha sejak dini dan membantu biaya pendidikan mereka, saya membangun portal siswa wirausaha http://siswawirausaha.net, disana kami menginformasikan kegiatan-kegiatan kami dan juga mengundang volunteer mengajar di bidang wirausaha dan lainnya, serta membuat form sederhana jika ada pihak yang ingin membeli produk atau jasa yang kami tawarkan.
  4. Mengajari hal-hal yang membantu memudahkan pekerjaan seperti membuat google docs, mencari referensi materi pelajaran, membuat video tutorial sederhana dan masih banyak lagi.

Masih banyak yang harus saya lakukan, tentunya saya pun harus terus mengupgrade ilmu saya yang belum seberapa. Namun untunglah kegiatan berinternet ini sangat terbantu oleh Telkomsel.. I love Telkomksel 🙂

http://telkomsel.com/genggam-internet

Nah itu cerita saya jika sehari saja tidak ada internet, bagaimana dengan ceritamuu?? :))

Our first meetup

image

Jadi ceritanya foto di atas itu foto kedua yg di ambil setelah kita ketemu..*truskenapa*
Awalnya aku dikenalin ke mas hendri sama mb mira sahid, founder Komunitas Kumpulan Emak Blogger atau KEB..kenalinnya juga cuma lewat mention-mentionan bercanda gitu aja..

Foto di atas  di ambil pas kita ketemu pertama kali pas acara Asean Blogger 2013. Waktu itu bulan Mei..ya berarti ud mau setahun gitu..sebenarnya si kita ga sengaja pernah ada di satu acara bareng. Nama acaranya Amprokan Blogger dari Blogger Bekasi. Lanjut besok ya..ngantukk

Gangjong Chicken yang Yummy!

Bulan Januari lalu saya mengatar salah satu siswa saya, Yusuf bertemu dengan kakak asuh nya yang kebetulan teman saya sendiri, yaitu Desi di BRI Pusat, Sudirman Jakarta. Karena Desi masih miting, akhirnya saya mengajak Yusuf untuk makan siang terlebih dahulu di Plaza Semanggi. Pilihan saya jatuh ke Lotteria karena beberapa bulan sebelumnya pernah kesana tapi hanya memesan french fries dan tertarik dengan ayam berbumbu yang ada di papan menu… sayang waktu itu lupa foto hiks.. Ayamnya berbumbu dan itu rasanya enak banget..serius!! Ayam tersebut ternyata di kenal dengan Gangjong chicken. Ayamnya yang crispy dicampur saus yang rasanya manis pedes gitu. Hmmm… Yummy!

Yusuf bersama Kakak Asuhnya, Desi

Yusuf bersama Kakak Asuhnya, Desi

Sabtu lalu, 28 Januari, sekolah kami kedatangan tamu Kakak Asuh dari Komunitas Ilmu Berbagi yang ingin bertemu dan sharing dengan adik asuhnya. Hari itu juga saya mengurus pelatihan IT gratis untuk para siswa di SMK Itaco dan juga sosialisasi bahaya rokok dari mahasiswa STAN. Nah pas makan siang di sekolah saya kepikiran gitu sama rasa si ayam Gangjong dan pengen banget makan, kayak orang ngidam banget hihiii.. terus saya googling mencari restoran Lotteria terdekat di Bekasi dan kemudian menemukan di website Foodpanda.com, namun ternyata untuk wilayah Bekasi belum bisa memesan lewat Foodpanda.com.

Kegiatan Pelatihan di SMK Itaco

Kegiatan Pelatihan di SMK Itaco

Masih terbayang oleh rasa Gangjong Chicken, saya googling dan menemukan lokasi Lotteria terdekat berada di Bekasi Junction daerah Proyek. Saya pun kemudian meluncur ke Bekasi Junction karena kebetulan juga di undang oleh Radio Dakta untuk berbincang santai tentang Akademi Berbagi malam harinya, yang lokasinya di dekat situ. Kebetulan Bekasi Junction juga menjadi tempat saya janjian dengan volunteer lain untuk kemudian bersama-sama ke Radio Dakta. Saya kemudian masuk ke Bekasi Junction yang lokasi nya berada di lantai dasar dekat Lottemart.

Continue reading

Kumpulan Emak Blogger, sebuah catatan kecil ..

Late posting sebenarnyaa…tapi gpp yaa.. maapkeun :’)

Mau cerita satu komunitas yang menurut saya itu superr deh..dimana anggota itu wanita semua, tapi soal prestasi boleh di adu deh sama cowok.. #eh .. saya termasuk yang bersyukur bisa kenal dan tergabung di komunitas ini… komunitas apakah itu?

JRENG  …JRENG …

Yup.. namanya Kumpulan Emak Blogger atau bisa kita singkat KEB ❤

Profil singkat KEB seperti yang tertulis di websitenya …

Kumpulan Emak Blogger  atau yang biasa disebut KEB adalah komunitas blogger perempuan Indonesia. Anggotanya terdiri dari ratusan blogger perempuan dari berbagai komunitas blogger Indonesia, baik yang berdomisili di dalam maupun di luar negeri.

KEB digagas oleh emak blogger Mira Sahid pada tanggal 18 Januari 2012 melalui laman group Facebook dan dalam waktu 1 hari 100-an lebih blogger perempuan, baik yang masih aktif ngeblog maupun tidak, bergabung di group ini. Member KEB secara rutin saling berbagi inspirasi, informasi, motivasi dan karya melalui blognya masing-masing dan berdiskusi di Facebook Group KEB.

Jadi gimana awalnya saya kenal KEB? ceritanya itu karena mendengar dari Founder nya, Mba Mira Sahid. Pertanyaan nyaa kenal Mb Mira darimana? dari acara Amprokan Blogger 2011 ..nah awal banget itu saya berkenalan dengan dunia Blogger hehe.. jadi ceritanya waktu itu masih cupu gitu sok2an gabung acara blogger.. tapi gpp lah, toh orang ga tau juga saya blogger beneran atau bukan #apasihh.. ya udahh, waktu ketemu itu Mb Mira ngajak kenalan..duh waktu itu  kayak dapat durian runtuh di ajak kenalan sama salah satu panitiaa 😀 #lebay hehe .. trus kita tukeran kontak deh.. dan bareng2 ampe sekarang hihii

Duh, jadi salah fokus.. balik lagi ke KEB yuk..

KEB saat ini sudah banyak menyelenggarakan baik aktivitas online atau offline, mereka berbagi inspirasi satu sama lain melalui tulisan di blognya. Sering juga membuat kelas online tentang menulis dan blogging. Pokoknya banyak emak2 keren yang ada di sini.. meskipun sering malu kalo mau nimbrung, maklum mayoritas anggotanya itu sudah menikah dan juga sudah memiliki anak.. jadi saya seringnya nyimak aja hehe.. tapi itu ga mengurangi kecintaan saya pada KEB. Banyak wanita hebat dan menginspirasi yang akhirnya saya kenal disini.. dan juga jadi termotivasi untuk lebih berkaryaa… :’) saya juga sering mendapatkan informasi-informasi berharga dari blog yang mereka share di group.. soal masakan, parenting, blogging, lomba, motivasi, bisnis, menulis dan masih banyak lagii.. bangga deh liat emak2 keren disini.. bayangin aja sibuk ngurusin rumah tangga, tapi karya dan pencapaiannya luar biasa untuk diri sendiri, keluarga dan sekitarnyaa… #angkat topi ..semoga nanti pun saya lebih bisa banyak belajarr untuk menjadi calon emak beneran yang baikk…. aamiin.. ada beberapa acara yang saya ikuti bareng KEB dan yang paling luar biasa pas datang ke Puncak Acara Srikandi Blogger 2013, trus ada lomba nya dan aku juara ke-3 cihuyy… pokoknya kalo liat tv di rumah, inget KEB ❤

Oyaa.. ketinggalan.. awal tahun ini tepat tanggal 1 Januari saya mendapat kejutan yang manis bangett #pake gula dari KEB, apa ituuuu? saya di percaya dapat gelar Emak of The Month.. woghhh.. sama sekali ga pernah kepikiran pemirsa… bener2 kejutan awal tahun yang maniss:’) makasihh semuaa…

:)) sumber foto : web KEB

:)) sumber foto : Grup FB KEB

Nah2.. berarti KEB baru ultah yang kedua pemirsaa…berarti udah 2 tahun #ya iyalah…doakuu semoga KEB semakin menginspirasi, menjadi wadah para wanita untuk berkarya, saling berbagi dll..

Makasihh Mb Mira, Mb Indah, Mb Irma, Mb Lusi, Mb Haya, Mb Sumarti, Mb Sary, Mb Vema, dan semuanyaa yang ga  bisa di sebutkan satu2.. proud!

Oy, KEB juga sedang mengadakan seleksi untuk pemilihan Srikandi Blogger dan udah terpilih 50 finalis hebat! yuk dukung mereka:))

Sayang foto banyak yang blur :(

Sayang foto banyak yang blur 😦

Brg KEB, sumber foto: Mb Mira

Brg KEB, sumber foto: Mb Mira

Kelas Special Akademi Berbagi #VolunteerDay

Kemarin aku bersama teman2 @akberBKS hadir di kelas special @akademiberbagi yang bertempat di Rumah Langsat, Jakarta. Kami janjian di Plaza Semanggi untuk kemudian bersama-sama ke @obsat. Kami tiba disana dan hujan mulai turun, disana telah hadir banyak relawan yang sudah hadir dari Akber Jakarta, Depok, bahkan ada yang datang dari Pekanbaru.. wuiihh…

suasana di @obsat

suasana di @obsat

Ketika datang sedang dilangsungkan acara doa bersama untuk mendoakan volunteer sekaligus sahabat kami, Chika Djati dan Weby yang telah mendahului kamii.. dedikasinya yang sangat luar biasa di dunia volunteering membuat Chika mempunyai tempat tersendiri di hati banyak orang. Setelah doa, acara kemudian di lanjutkan dengan testimoni dari orang2 yang mengenal Chika seperti @dbrahmantyo dari Akber, dari Obsat sebagai rumah keduanya, dari sepupu dan juga Steve, teman dari Bina Antar Budaya. Yang hadir larut dalam haru, dan betapa Chika di cintai oleh banyak orang ..hiks

Oya mau sedikit cerita tentang Mb Chika ..aku mengenalnya ketika pertama kali berinisiatif membuka @akberBKS, dimana aku sendiri belum pernah datang ke kelasnya. Waktu itu hanya melihat presentasi Mb Ai tentang Akber di acara @bincangedukasi. Aku memberanikan diri mengirim email permohonan ke Akber dan di respon dengan sangat baik oleh Mba Chika Djati. Aku yang masih banyak belum tau tentang akber, sering membanjiri Mba Chika dengan pertanyaan2, dan Mba Chika dengan sabarnya mereply email2 aku.. dari situ kepercayaan diriku muncul kalo aku bisa membangun Akber di Bekasi..terima kasih Mba Chika, sosok cerdas yang juga tegas:)
terima kasih telah banyak membantu @akberBKS ..karena kamulah secara tidak langsung aku menyukai dunia volunteering, dan akhirnya membuat aku termotivasi menulis buku tentang Komunitas&Voluteering.. bahagia di sana ya Mbaa :’) semoga aku dan Mba Sita bisa meneruskan perjuanganmu di bagian Koordinator Relawan Nasional..

Acara kemudian di lanjutkan dengan diskusi tentang Volunteering bersama @robymuhamad , @HandryGE, Mba Ai @pasarsapi dan di moderatori oleh @ndorokakung.. berikut cuplikan twit2 ku tadi malam …

SAM_0989#Kenapa relawan penting?karena hal besar yg pernah d bangun manusia basisny relawan,cnthnya Agama 🙂 @robymuhamad

# relawan bukan philantropi.. @robymuhamad #VolunteerDay

#Volunteer bergerak berdasarkan value yg di yakininya @robymuhamad @akademiberbagi

#Dengan #Volunteer orang mengajar hidup bermakna tidak hanya happiness @robymuhamad @akademiberbagi #VolunteerDay

#Kata mb @pasarsapi awalnya buat @akademiberbagi karena ingin belajar dgn gampang,knp nggak belajar brg2 #VolunteerDay

#Dengan #Volunteer bisa mengenal banyak orang dan tidak mengenal batas struktural @akademiberbagi #VolunteerDay

#Volunteer itu soal hati yg terpuaskan.. @HandryGE

#Seseorang yg mampu menginfluence orang lain itulah seorang pemimpin..@HandryGE

#Satu2ny cara melawan indivualism itu ya volunteerism @robymuhamad @akademiberbagi #VolunteerDay

#Voluenterism itu alat untuk merubah masyarakat @robymuhamad

Di acara tadi malam juga banyak hadir orang2 keren seperti pak @wumard @ShafiqPontoh , Mas Iwan , Motulz dan masih banyak lagii dan pastinya volunteer2 keren 🙂

Terima kasihh semuaa:)