Resolusi Keuangan untuk Keluarga Baru

Bulan Ramadhan tahun 2015 menjadi sangat berbeda untuk saya. Ini adalah ramadhan pertama saya dengan menyandang status istri dan alhamdulillah bulan ramadhan ini juga saya sedang mengandung 8 bulan anak pertama kami. Perbedaan status membawa konsekuensi tersendiri, termasuk masalah perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan ketika masih single dan sekarang sudah berkeluarga tentunya berbeda, apalagi saat ini kami sebentar lagi akan memiliki anak. Kami harus pintar-pintar mengatur keuangan, terutama saya sebagai menteri keuangan RT alias Rumah Tangga.

Saya dulu kuliah di Fakultas Ekonomi, sehingga banyak tertarik dengan dunia keuangan, bahkan saya masih memendam keinginan menjadi seorang Financial Planner. Udah tanya-tanya kursus Certified Financial Planner (CFP), tapi budgetnya belum ada. Semoga impian ini suatu saat tercapai. Aamiin.. Saat ini berbekal pengetahuan dari workshop/seminar maupun browsing, sedikit-sedikit saya memasukan materi tentang perencanaan keuangan dalam pembelajaran untuk siswa saya di SMK Itaco, sehingga mereka bisa lebih aware tentang financial literacy sejak dini. Oya kenapa saya ingin menjadi financial planner? Karena saya ingin berbagi tentang ilmu yang menurut saya penting tersebut ke rekan-rekan guru dan juga orang  tua murid siswa saya..

Mengajarkan Tentang Finansial Planning&Investasi Kepada Siswa

Mengajarkan Tentang Finansial Planning&Investasi Kepada Siswa

Financial planning seperti yang pernah saya dapatkan di kelas Akber Bekasi adalah Langkah-langkah yang digunakan oleh individu, secara terencana dan teratur yang bertujuan untuk mencapai tujuan keuangan. Ada 6 tahap dalam perencanaan keuangan, seperti yang pernah saya tulis di blog saya, yaitu : Menyusun tujuan keuangan, Self assesment, Mengelola resiko, Mengukur perbedaan kondisi dan menghitung strategi mencapai tujuan keuangan, Implementasi serta Reviw & Monitoring. Disini ya lengkapnya ..

Nah, resolusi keuangan saya di bulan ramadhan kali ini adalah:

1. Menyiapkan dana untuk melahirkan dan setelahnya. Karena ini sifatnya jangka pendek, maka saya dan suami wajib menyisihkan penghasilan kami setiap bulannya untuk kebutuhan tersebut dalam bentuk tabungan. Meskipun saya sudah mempunyai BPJS, namun setiap kontrol ke bidan/dokter, ada biaya yang masih kami tanggung terutama vitamin. Nah, begitupun untuk persalinan nanti, baik normal maupun operasi, kami tetap harus berjaga-jaga menyiapkan dana. Menjelang kelahiran sang anak, saya pun sudah harus mulai memikirkan untuk membeli perlengkapan bayi, biaya kesehatan, kecukupan gizinya dll.

Waiting for the most beautiful present from God :)

Waiting for the most beautiful present from God 🙂

2. Insyaf untuk bisa membedakan needs and want. Keinginan itu tidak selalu merupakan kebutuhan kita. Saya ingin lebih fokus pada fungsi ketika menggunakan harta, jangan lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. Terapkan rumus:

Penghasilan – Gaya Hidup = Masa Depan

Ketika sudah mempunyai penghasilan, biasakan untuk membayar kewajiban-kewajiban terlebih dahulu. Kewajiban terhadap agama (zakat, infak sedekah), hutang tidak boleh melebihi 30% dari pendapatan, minimal 10% dari pendapatan untuk keperluan investasi atau asuransi, dan sisanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Siapkan dana darurat juga ya.

3. Memperbesar pemasukan dengan wirausaha. Untuk memperbesar pemasukan, saya dan siswa saya akan lebih memperbesar kegiatan wirausaha kami. Kegiatan kewirausahaan ini bertujuan untuk membantu biaya pendidikannya, dengan membentuk komunitas Siswa Wirausaha. Untuk profil Siswa Wirausaha bisa dilihat di http://siswawirausaha.net. Usaha terbaru yang sedang kami rintis adalah di bidang jahit menjahit. Karya pertama kami adalah mukena katun Jepang, dan selanjutnya nanti Insya Allah akan membuat daster dengan aplikasi patchwork dari perca. Doakan yaa..

Mukena katun Jepang by @siswawirausaha

Mukena katun Jepang by @siswawirausaha

4. Terus berinvestasi. Alhamdulillah, saya sudah sedikit banyak mengenal tentang investasi. Investasi adalah “mengembangkan”-menahan diri sekarang dengan harapan hartanya akan berkembang dimasa datang. Hakikat investasi sendiri adalah membuat harta mampu melawan inflasi. Menurut saya instrumen investasi yang cukup menguntungkan adalah Reksadana. Hasil reksadana ini Insya Allah akan kami gunakan untuk keperluan biaya pendidikan anak kami nanti, jadi tujuannya jangka panjang. Reksadana mempermudah jika kita ingin berinvestasi di pasar modal tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.

Reksadana ini saya tujuannya untuk jangka panjang, sehingga saya agak kebingungan ketika ingin menyiapkan dana untuk jangka waktu dekat sampai sedang, untung ada teman yang menginformasikan tentang cermati.com, dimana disana saya tertarik mempelajari tentang perbandingan tabungan berjangka yang rencananya akan saya gunakan untuk jangka waktu pendek sampai sedang. Kenapa tabungan berjangka? karena saya pikir hasilnya lebih tinggi dari tabungan biasa dan juga bisa langsung auto debet serta juga tidak bisa di ambil sebelum jatuh tempo. Jangka waktunya minimal setahun. Nah, asiknya di cermati.com bagian tabungan berjangka ini, sudah diberikan perbandingan produk tabungan berjangka antar bank. Asik kan? kita ga perlu datengin bank satu-satu.

Perbandingan tabungan berjangka di cermati.com

Perbandingan tabungan berjangka di cermati.com

Yang saya suka juga dari cermati adalah kolom artikel keuangan yang tentunya sangat bermanfaat untuk saya dan saya bisa share materi tersebut ke siswa saya. Disana ada artikel tentang tips keuangan, produk asuransi, bisnis&investasi dll. Seperti misalnya artikel ini & ini sangat bermanfaat untuk resolusi saya no.2, tentang asuransi ini bermanfaat untuk resolusi no.1 dan artikel ini & ini sangat bermanfaat ketika akan memutuskan berinvestasi (resolusi no.4), serta artikel tentang bisnis ini bermanfaat untuk mengembangkan bisnis saya dan siswa saya.

Tips keuangan di cermati.com

Artikel keuangan di cermati.com

Nah, jadi itu resolusi keuangan saya di bulan penuh berkah ini. Semoga diberikan keberkahan. Apa resolusi keuanganmu? share yuks dan ikut lomba. Info disini. 

Referensi : Buku “Make Your Own Plan” karya Pandji Harsanto & Diana Sandjaja, cermati.com

Advertisements

LANGKAH MUDAH SADAR INVESTASI SEJAK DINI

PS : Tulisan saya berikut masih related dengan artikel sebelumnya tentang cerdas keuangan > https://suzieitaco.wordpress.com/2014/12/15/cara-mudah-mempunyai-kecerdasan-finansial/ < di baca juga ya..thank u:))

Saat ini masih banyak yang hanya mengetahui bagaimana mencari uang, kemudian di gunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan hidupnya dan jika ada sisa, maka akan di tabung. Adapun yang telah mengenal investasi lebih banyak menginvestasikan di produk-produk seperti emas atau tanah. Kebiasaan tersebut sudah turun-temurun di masyarakat Indonesia.

Atas dasar itulah saya mencoba memberikan pengetahuan yang saya miliki meskipun masih dasar banget kepada siswa saya tentang perencanaan keuangan dan investasi kepada siswa saya.

Mengajarkan Tentang Finansial Planning&Investasi Kepada Siswa

Mengajarkan Tentang Finansial Planning&Investasi Kepada Siswa

Banyak dari mereka berfikir bahwa investasi memerlukan modal yang besar, namun saya menekankan kepada mereka Investasi bisa dimulai dari yang kecil. Ingat prinsip sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Untuk seusia mereka yang belum mempunyai pendapatan aktif, saya mengajarkan menabung terlebih dahulu, namun mereka di jelaskan juga perbedaan menabung dengan investasi, sehingga kelak ketika mereka sudah bekerja bisa langsung berinvestasi. Saat ini mereka mempunyai buku tabungan pribadi, harapannya ketika sudah lulus bisa di alihkan untuk investasi.

Continue reading

Cara Mudah Mempunyai Kecerdasan Finansial

Saat ini beberapa orang di sekitar saya belum menyadari pentingnya perencanaan keuangan atau Financial Planning. Saya dulu kuliah di Fakultas Ekonomi dan Jurusan IPS ketika SMU, sedikit banyak belajar tentang pentingnya mengatur keuangan dan juga investasi. Setelah lulus dan menjadi guru, passion saya tentang financial planning tidak berubah. Saya ingin memasukan materi-materi tentang perencanaan keuangan dalam pembelajaran yang saya berikan ke anak didik saya, termasuk mimpi saya adalah memperdalam ilmu tentang financial planning sehingga saya bisa sharing ke rekan-rekan guru dan juga orang  tua murid siswa saya. Namun keinginan itu harus saya pending dan akhirnya lebih banyak belajar via google dan juga kelas-kelas seminar/workshop. Beruntunglah saya tergabung di komunitas Akademi Berbagi Bekasi, sehingga kami bisa menyelenggarakan beberapa kelas tentang financial planning dan investasi. Yang pertama adalah kelas tentang Basic Investment bersama Pak Endy Kurniawan dan kedua adalah tentang Financial Planning bersama Mba Diana Sandjaja.

Menurut Mba Diana, makna financial planning adalah Langkah-langkah yang digunakan oleh individu, secara terencana dan teratur yang bertujuan untuk mencapai tujuan keuangan. Tujuan hidup ini dapat termasuk membeli rumah, untuk pendidikan atau untuk perencanaan dana pensiun. Sayangnya, masyarakat awam saat ini menilai bahwa perencanaan keuangan hanya diperuntukkan bagi kalangan “ber-uang” lebih atau orang-orang kaya raya. Padahal, kita yang “ber-uang” pas-pasan justru paling membutuhkan perencanaan keuangan yang baik. Dalam bukunya “Passion, Profit and Power” Marshal Sylver menyebutkan bahwa hanya 1% orang di dunia namun menguasai 50% uang di dunia, 4% menguasai 40% uang di dunia dan sisanya 95% orang memperebutkan uang 1% di dunia.. Nah see??? Oleh karena itu 95% penduduk mengalami masalah kekurangan uang. Untuk menghindari masalah-masalah keuangan yang mungkin terjadi, maka dibutuhkan  perencanaan keuangan yang baik. Selain kelas di Akademi Berbagi Bekasi, saya juga membaca buku karangannya yang di tulis bersama Pandji Harsanto, yang menurut saya sangat simple tapi mengena, berjudul “Make Your Own Plan! Perencanaan Keuangan, Nggak Pake Ribet!.

Mb Diana Mengajar di Akber Bekasi

Mb Diana Mengajar di Akber Bekasi

Continue reading