Menjadi Guru itu Seru!

Pekerjaan apa yang paling menyenangkan untuk di jalani? Menurut saya adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion kita serta kita bisa semaksimal mungkin melakukan yang terbaik di bidang tersebut. Saya teringat apa yang disampaikan seorang career coach, Rene Suhardono yang menyatakan bahwa passion akan memberikan tujuan dimana tujuan merupakan target yang ingin kita capai dalam hidup. Pendidikan merupakan Field of Fascination (lingkup kepuasan) bukan Field of work (lingkup bekerja). Itulah yang saya coba terapkan dalam menjalani karir saya hingga saat ini. Ketika mengajar dan peserta didik dapat memahaminya, saya mendapatkan kepuasan tersendiri yang luar biasa yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata. Hal tersebut tidak pernah saya dapatkan dipekerjaan lain. Sejak kecil, saya mempunyai keinginan menjadi seorang guru, meskipun banyak yang masih menyayangkan hingga saat ini, terutama setelah saya lulus dari sebuah universitas ternama di Indonesia. Namun saya memilih seperti yang di katakan Rene, yaitu “

“Stop listening market, but start to listening to your heart and focus on creating value&your impact, do something awesome and make a change”

Terjun di dunia pendidikan dan menjadi seorang guru merupakan hal yang membuat saya terus tersenyum ketika menjalaninya pun ketika menghadapi rintangan. Pendidikan menjadi topik yang paling sering saya bicarakan. Selain itu di bidang inilah saya bisa memancarkan kreativitas, memunculkan ide-ide baru dan mengalami pengalaman-pengalaman seru dan ingin lebih banyak menciptakan pengalaman-pengalaman seru lainnya.
Proud Teacher

Era ICT yang sudah demikian berkembang dan mengalami kemajuan saat ini dimana semua orang terkoneksi, membutuhkan peran guru yang lebih kreatif. Sebagai pendidik, kita tidak ingin peserta didik menjadi seperti kita tetapi harus lebih dari kita karena pendidik sejatinya membukakan jendela untuk peserta didik. Pendidikan harus mampu membuat anak melampaui jendela yang kita buka. Kita harus bergandeng tangan dan harus memberikan keyakinan, kepercayaan dan kecintaan. Itulah arti dari passion. Continue reading

Advancing Gender Equality of Youth and It’s Empowerment through Education in Implementing The Post-2015 Development Agenda

“Give me 10 young men, I will undoubtedly shake the world!”

A famous quote from Indonesia’s first president named Soekarno shows that Soekarno appreciated the young people. Young people play important roles and have a great energy, capacity and ambition that can be maximized. Indonesians should consider the importance of youth’s contribution to develop the nations. Young generations has potential recources for deciding a nation’s destiny. Since 1928 until 1998, youth movement has recorded several changes in our history. The youth have contributed significantly to the development of our country. Apart from the problem they might cause, they constitute particular strength which must be further harnessed through education for all including for women.

Woman also plays significant role since the colonial era. In the previous time, we have many women heroes like RA Kartini who encouraged the gender equality through education, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu and so on, so now the women have better rights in many aspect of life such as education, job, politic etc. But, in the fact we still face much inequality for women. For example, there’s still a lot of women trafficking and also young woman who forced to get married at an early age. They should be at school to get proper education, to get better future. We believe that women plays importans role in one country, especially for developing country. As we know, women is the first school for their children. By having good education, whether a woman then will work or being a housewife, they can be a good teacher for the children. Women need to be independent. It will give multiplier impact to the society and the nation, then directly give contribution to the world. As we know, the the president of the General Assembly of United Nation outlined seven priority areas for the session namely the post-2015 development agenda :

  • Combatting climate change;
  • Advancing gender equality and empowerment of women;
  • Strengthening cooperation between the un and regional organizations;
  • Peaceful settlement of disputes and peacebuilding;
  • Revitalization of the general assembly and reform of the security council;
  • Enhancing the role of the un alliance of civilizations.

Source : http://www.un.org/pga/post-2015/ Continue reading

Pentingnya vivo X3S untuk Seorang Guru

Kemajuan teknologi berpengaruh di hampir semua aspek kehidupan, termasuk bagi guru seperti saya. Teknologi yang semakin canggih membantu mempermudah, mempercepat dan mengoptimalkan pekerjaan termasuk pekerjaan seorang guru. Apalagi saat ini di era pendidikan era 2.0 dimana perkembangan digital sudah demikian pesatnya. Saat ini siswa sudah demikian familiar dengan komputer, gadget, smartphone android, internet dengan fitur-fitur canggihnya. Jika guru tidak mengupgrade kemampuannya dalam bidang IT, maka akan tertinggal dari siswanya. Salah satu alat yang sangat saya butuhkan untuk menunjang pekerjaan selain laptop, adalah android smartphone. Smartphone android yang handal, untuk menunjang pekerjaan saya sebagai guru yang melek IT dan dinamis *uhuk*

Smartphone android yang saya miliki saat ini, bisa dibilang smartphone android standar, maklum belum ada dana yang cukup untuk membeli yang cukup handal. Saya masih lebih fokus dananya untuk membiayai sekolah untuk anak pra sejahtera yang saya inisiasi (SMK ITACO) dan mengembangkan kegiatan wirausaha siswa. Maksimal android smartphone saya hanya bisa untuk mengambil gambar dan video dengan kualitas standar, membuka sosial media walau kadang lemot, aplikasi terbatas karena kalo kebanyakan suka nge-hang, baterai yang boros dan berbagai kelemahan lainnya. Saya jadi membayangkan bagaimana kalo saya punya vivo X3S, smartphone android baru yang keren dan handal yang berjalan pada sistem berbasis android. Insya Allah bisa lebih optimal lagi dalam menjalankan pekerjaan, dan otomatis memberikan dampak yang bagus untuk siswa.

Ini nih beberapa keuntungannya kalo saya menggunakan vivo X3S ini :

  • Bisa cepat mengupload tugas untuk siswa, mencari bahan untuk kegiatan belajar mengajar  dan mengontrol siswa melalui sosial medianya. Ya, kami mempunyai grup Facebook sekolah, dimana tugas-tugas kami upload, sehingga siswa bisa membuka dan mengerjakan di manapun tanpa terbatas ruang dan waktu. Saya juga bisa dengan cepat mencari referensi untuk kegiatan belajar mengajar serta bisa dengan cepat menjawab pertanyaan siswa di kelas. Fungsi kontrol sosial media juga harus di lakukan guru, mengingat ancaman pergaulan siswa saat ini. Jangan sampai mereka menyalahgunakan penggunaan sosial media yang berakibat merugikan mereka. Nah, vivo X3S ini sangat handal karena sudah mengusung processor 8 inti Octa Core yang kuat dan memiliki kecepatan hingga 1,7GHz sehingga sangat menunjang ketika membuka aplikasi dll, dikombinasikan dengan RAM 1 GB sehingga memberikan kinerja yang mantap. Nah, jadi ketika saya mengupload, browsing dan membuka sosial media, ga perlu lemot atau hang seperti handphone saya saat ini.
Processor Vivo X3S, credit

Processor Vivo X3S, credit

  • Bisa mendokumentasikan kegiatan siswa ketika belajar maupun wirausaha, baik foto maupun video dengan lebih ciamik. Selain melakukan kegiatan belajar-mengajar, kami juga belajar berwirausaha, bisa di cek di Siswa Wirausaha. Alhamdulillah hasilnya bisa sedikit membantu transport mereka, selain menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. vivo X3S pada lini kamera terpasang kamera utama dengan resolusi 13 MP dengan LED Flash yang dapat menghasilkan kualitas foto yang ciamik dan jelas. Hal tersebut dikarenakan beberapa fitur kamera yaitu aperture f.1/8 dan closed-loop motor dll. Kita juga  bisa memilih mode kamera profesional oleh roda virtual dan membuat foto ISO, WB dan EV secara manual. Buat saya yang hobi selfie maupun wefie sama siswa, puas banget kalo pake vivo X3S ini, mengapa? karena kamera depannya mampunyai resolusi 5MP plus ada Beauty mode nya (ini penting banget :D), sehingga nanti di foto saya jadi cantik (aslinya cantik juga kok) *huek!. Kamera depan dan belakangnya bisa merekam video dengan kualitas full HD 1080p, nah bisa bagus banget nih nanti kalo sedang mendokumentasikan kegiatan belajar dan wirausaha siswa. Trus upload deh di youtube, pasti lebih keren hasilnya 🙂 vivo X3S juga memberikan kejutan lebih yaitu banyak fitur-fitur manarik seperti Pose Shot, Funny Shutter, Theme Album dan lain-lain…mantap!
Beauty mode, credit

Beauty mode, credit

More features, credit

More features, credit

Professional camera mode, credit

Professional camera mode, credit

Sumber Foto disini

Continue reading

#BeraniLebih dari Seorang Guru ..

Menjadi seorang guru atau seseroang yang bekerja di dunia sosial pendidikan merupakan keinginan saya sejak duduk di bangku sekolah. Saya suka memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran dan ketika memberi nilai. Bahkan dulu saya suka membuat soal sendiri dan memberi nilai sendiri 😀

Kelas 3 SMU, saya memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah keguruan, namun nasib mengantarkan saya untuk di terima terlebih dahulu di UGM jurusan Ekonomi. Saya mengambilnya, pertimbangannya nanti tetep bisa menjadi guru dengan mengambil sertifikat Akta VI. Setelah lulus, saya pun memantapkan hati terjun ke dunia pendidikan, setelah mengambil sertifikasi Akta VI, saya pun langsung melamar menjadi seorang guru di sebuah SMK di Jakarta Timur. Pengalaman pertama mengajar menjadi sangat luar biasa dan memberikan kesan tersendiri, meskipun ketika kuliah saya pernah juga mengajar di D3 Fakultas Ekonomi. Kejadian seorang siswa saya yang putus sekolah, membuat saya #BeraniLebih untuk mencoba menginisiasi sebuah lembaga pendidikan terutama anak pra sejahtera dan putus sekolah ..dengan tidak ada modal materi, membuat saya #BeraniLebih berjuang agar mereka bisa terus mendapatkan pendidikan yang layak dengan bantuan banyak pihak termasuk donatur dan orang tua asuh.. alhamdulillah saat ini menginjak tahun ke 3 SMK Itaco, meskipun perjalanan kami masih panjang, namun kami yakin dengan usaha dan doa, kami bisa melangkah lebih jauh lagi..#BeraniLebih dari seorang guru, membuat saya #BeraniLebih yang lainnya, seperti ..

  • Untuk membantu biaya transport siswa, saya #BeraniLebih membeli secara pribadi mug printing yang kemudian di gunakan oleh siswa untuk berwirausaha. Alhamdulillah saat ini usaha kami sudah merambah ke usaha pin, kaos sablon, admin sosmed dll ..cek web kami di Siswa Wirausaha.
Aktivitas Siswa Wirausaha

Aktivitas Siswa Wirausaha

Continue reading

Langkah Nyata untuk Pendidikan Indonesia (For Wempy Dyocta Koto Award)

Sejak tahun 2009 saya (https://suzieitaco.wordpress.com/about/) sudah berkecimpung menjadi guru SMK dan di awal tahun 2012, ada sebuah kejadian yang cukup membekas di ingatan dan saya bisa katakan itu sebagai salah satu titik balik dalam hidup. Saat itu saya mendapat kabar yang mengejutkan. Salah satu siswa saya di sekolah tempat mengajar pertama,  putus sekolah dan bekerja sebagai pelayan sedangkan dia akan naik ke kelas 3 SMK. Dia berhenti karena tunggakan biaya sekolah yang cukup besar. Saya berusaha mengajaknya untuk kembali ke sekolah dengan mencarikan orang tua asuh, namun tidak berhasil. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Saya kemudian berinisiatif untuk membantu anak yang putus sekolah tersebut dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang awalnya hanya berupa kursus komputer dengan berbekal pinjaman dari atasan saya. Saya berencana salah satunya mengajak siswa saya yang dulu putus sekolah. Namun, siswa saya yang putus sekolah dulu mengirim pesan kepada saya bahwa dia memilih untuk tetap bekerja membantu ekonomi keluarganya. Namun dia khawatir dua adiknya tidak mampu melanjutkan ke jenjang SLTA.

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi saya untuk mendirikan institusi pendidikan berbasis IT dan wirausaha tahun 2012 yang kemudian di beri nama SMK Itaco (http://smkitaco.wordpress.com). Kemudian saya mengumpulkan anak-anak yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang SLTA di daerah Bekasi untuk diberikan keterampilan terutama di bidang IT sebanyak 15 anak.

15 siswa yang berhasil dikumpulkan

15 siswa yang berhasil dikumpulkan

Berdasarkan data dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/233424, tingkat partisipasi sekolah SLTA di Bekasi, Jawa Barat hanya sekitar 70% dan yang putus sekolah tahun 2012 tingkat SLTP sekitar 934 siswa. Padahal pendidikan penting sebagai alat untuk memberantas kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, siswa dapat merubah nasib keluarganya, karena siswa bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik dan mengirim generasi selanjutnya untuk bersekolah. Continue reading

Mau Kemana Setelah SMA? (University Day 2015)

Awal Januari 2015, saya mendapatkan pesan dari Pak Yandrina, salah satu guru di SMA 1 Cirebon, tempatku dulu menuntut ilmu ..intinya Pak Yan bertanya apakah saya bersedia mengisi acara tahunan di SMANSA yaitu University Day, ketika pertama kali mendengar, saya langsung mau, udah lama banget pengen berkunjung ke SAMANSA yang selama ini cuma bisa liat foto-fotonya aja yah walopun ke Cirebon, paling beraninya lewat doang .. takut ga ada guru yang kenal hihii …

Ya udah kemudian percakapan berlanjut dengan Budi, salah satu panitia University Day 2015. Budi ini ternyata adiknya Hanna, teman seangkatan waktu SMA dulu:) ya udah kemudian kami kontak-kontakan via WA. Intinya nanti saya sharing untuk kelas X, XI, dan XII. Garis besar materi kurang lebih tentang bagaimana mempersiapkan diri di masa peralihan dari SMA ke dunia kuliah. Tentang bagaimmana memilih jurusan yang seusai dengan bakat dan passion mereka. Kemudian saya menyarankan agar di bagi 2 sesi. Kelas XII sendiri terpisah dari kelas X dan XI. Saya berfikir materi yang lebih tepat untuk kelas X dan XI adalah bagaimana menemukan potensi dalam diri mereka. Alhamdulillah juga saya diizinkan ke Cirebon bersama suami *suamisiaga*

Jumat sore, 30 Januari 2015 kami berangkat ke stasiun Gambir untuk naik kereta Tegal Bahari dan turun di Stasiun Kejaksan. Disana kami di jemput oleh Budi dkk dan langsung makan bubur ayam M.Toha dan kemudian di antar ke hotel untuk beristirahat di Hotel Mega tapi sayang pas nyampe sana mati lampu… *hiks, tapi untungnya cuaca ga panas, jadi masih bisa tetap beristirahat 🙂

Paginya, saya kelaparan dan sarapan dari hotel belum datang, alhamdulillah jalan ke depan hotel ada yang jual nasi lengko… *Yummy*

Nah setelah itu saya siap-siap karena rencananya akan di jemput jam7.30. Jam 8 kurang saya di jemput oleh Cahya, yang hari itu bertugas sebagai moderator. Kemudian jam 8 lebih kami tiba di SMA 1 Cirebon. Saya takjub karena masjid nya sekarang sudah berubah loh.. ada 2 lantai 🙂 kemudian saya masuk ke SMUNSA, dan yang paling mencolok adalah sekarang lapangan upacaranya sudah di kasi atap, jadi kalo hujan ga ada alasan ga upacara :)), selain itu ada juga perubahan dimana saat ini bangunan berlantai 2 semua. Kalo kelasku dulu pas kelas 1 dan 2 masih tetap, namun IPS 1 nya sudah berlantai 2.. ruang guru pun sekarang lebih besar. Kantin dan koperasi juga ga banyak perubahan. Pokoknya wow deh masuk sana sekarang.. jadi inget masa-masa nongkrong di kantin bareng teman-teman.. or ngecengin kakak kelas dari lantai 2:))

SMA 1 Cirebon

SMA 1 Cirebon

Continue reading

Liputan Seminar Rahasia Sukses MEA Bersama Siswa Wirausaha

Awal tahun selalu membawa semangat baru yang di harapkan bisa terus menaungi semangat kita di 11 bulan berikutnya. Begitupun saya dan siswa di SMK Itaco dan komunitas Siswa Wirausaha. Dengan maksud ingin belajar bersama dengan para praktisi dalam rangka menghadapi MEA 2015 yang sudah di depan mata, maka saya setengah “Nekad” menyiapkan seminar wirausaha ini untuk pertama kalinya. Acara tersebut kami agendakan tanggal 10 Januari 2015. Kami menyiapkannya ga kurang dari 1 bulan. Dari mulai proses mencari narasumber, membuat flyer, mendata peserta, membuat promosi dan persiapan-persiapan lain. Untunglah saya banyak di untungkan dengna hobi saya bernetworking. Mayoritas pembicara saya dapatkan karena saya kenal mereka sebelumnya. Seperti misalnya Pak Budi Sadikin (CEO Bank Mandiri), saya mengenalnya karena beliau merupakan mentor saya di program Jalan Pemimpin. Setelah itu, ada Mas Natali Ardianto karena saya membantunya di Komunitas Startup Lokal, Mas Tuhu Nugraha saya juga kenal awalnya dari Facebook, meskipun sebelumnya sudah sering mengenal namanya sebagai pakar Digital Marketing. Selanjutnya ada Pak Laksita Utama selaku CEO Balai Kartini dan juga Pak Ibrahim karena mengenalnya di Komunitas Tangan di Atas.

flyer info seminar

flyer info seminar

Semakin hari H kami semakin deg-degan.. Takut ini, takut itu.. tapi kami hanya berusaha dan menyerahkan sisanya pada yang Maha Kuasa. Alhamdulillah semua pembicara confirm. Sehari sebelum seminar, kami lebih sibuk mempersiapkan ini itu dan alhamdulillah juga tidak ada halangan yang berarti. Hari H saya pagi-pagi sudah jalan di temani suami tercinta *uhuk*. Di lokasi kami mempersiapkan apa-apa yang kurang dan sebelum memulai acara, kami melakukan briefing dan berdoa demi kelancaran acara. Tepat jam 8.15, acara di mulai dengan duet MC kece, Mb Mira dari Kumpulan Emak Blogger dan Kibot dari Akademi Berbagi. Ah beruntungnya mempunyai teman seperti mereka :), pengunjungpun mulai hadir dan bersiap belajar bersama. Setelah sedikit ice breaking, tak lama kemudian Pak Budi datang. Kami pun menyambutnya, Pak Budi terkejut di sambut banyak siswa :D, kemudian kami berbincang sebentar dan kemudian beliau memulai speech nya yang memukau banyak orang. Banyak peserta yang hadir ternyata dari luar Bekasi seperti Jakarta, Cileungsi, Karawang, Bandung bahkan ada yang dari Medan *menjura*. Beberapa poin penting yang di sampaikan Pak Budi atau yang akrab di sapa Pak BGS adalah jika kita bergaul dengan orang sukses, maka kita akan akan ketularan sukses. Selain itu, salah satu tanda orang rajin adalah jalannya cepat *ngaca*, Pak BGS berpesan untuk tidak menilai orang dari tampilan fisiknya. Menurutnya penting juga untuk untuk mempunyai teman yang banyak dan baik untuk membantu kita menjadi sukses. Bagaimana kita biar terus bersemangat? kalian harus punya cita-cita, kejarlah dengan serius dan jangan lupa beramal. Kesempatan wirausaha itu ada kalo kita mau belajar dari siapapun dan kapan saja karena itu jantung dari networking :)) wah makasihh Pak Inspirasinya 🙂

Selanjutnya adalah sesi saya, saya menjelaskan sekilas tentang SMK Itaco dan Komunitas Siswa Wirausaha disambung dengan pegumuman pemenang pembuatan desain kaos Pumpkidz yang di menangkan oleh Reza, Bayu dan Wahid. Setelah itu kami melaunching produk baru kami, yaitu kaos Pumpkidz. Kami melakukan launching sederhana dengan menggunakan model cilik untuk produk kaos anak kami. Alhamdulillah semoga usaha kami diberkahi dan dilancarkan.. Aaamiin…

Launching kaos Pumpkidz:)

Launching kaos Pumpkidz:)

Selanjutnya adalah sesi dari Pak Laksita Utama dengan tema The Great Marketing Roadmap. Kami termasuk yang beruntung karena mendapatkan buku keren dari Pak Laksita yang nilainya mencapai 1,4 juta *wow*, menurut Pak Laksita bisnis harus punya solusi bagi yang menjadi target. Jantung bertugas memompa darah dalam tubuh manusia, bila darah tidak mengalir maka akan mati, maka pompalah darah wirausaha dari dalam diri …menurutnya rahasia membangun yang efektif adalah better 5P (price, product, promotion, people and place), Pak Laksita juga berpesan untuk menjadikan sabar dan shalatmu sebagai penolong bisnismu…wow, merinding! Makasih Pakk!

Continue reading

Maju TIK Indonesia Bersama INDITIK

Bertepatan dengan hari Guru 25 November lalu saya menghadiri acara yang sangat luar biasa yaitu Konferensi Guru dengan Tema Pemanfaatan TIK dan kesiapan guru dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015″ yang bertempat di Aula Perpusatakaan Nasional. Sayang saya tidak bisa menyimak dari pagi karena baru tiba dini hari dari Solo kemudian pagi-pagi sekali saya harus sudah pergi ke suatu tempat. Namun beruntung, pihak panitia men-share materi yang di berikan dari pemateri yang sangat luar biasa yaitu Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd, Bapak Uwes Anis, S.Pd, M.Pd dan juga Bapak Wijaya Kusuma atau yang akrab di sapa Omjay. Oya untuk teman-teman yang ingin mendapatkan materinya bisa unduh disini. Ada kalimat bagus yang saya kutip dari Fanpage IndiTIK yaitu apa yang di sampaikan pak Uwes bahwasanya “Pengajaran modern bukan hanya menggunakan teknologi modern. Konsep modern di sini artinya pembelajaran aktif berpusat pada siswa. Apa pun teknologi dan kurikulumnya, ruh pembelajaran aktif berpusat pada siswa”.Betul sekali 🙂

Saya tiba disana pas waktu makan siang, jadi ya udah langsung makan hehe :p

kemudian setelah ISHOMA dilanjutkan dengan sesi Omjay yang berhasil mengundang gelak tawa para guru sekaligus menginspirasi para guru untuk melek teknologi termasuk memanfaatkan blog untuk pembelajaran. Omjay banyak bercerita tentang banyak nya manfaat yang dia dapat dari ngeblog ^^

Setelah itu acara di lanjutkan dengan sambutan dari Perwakilan Djalaludin Pane Foundation selaku pemrakarsa Gerakan IndiTIK. Dalam sambutannya beliau menerangkan Gerakan indiTIK melibatkan guru-guru seluruh Indonesia dan akan menampung ide dari guru untuk mewujudkan berbagai pelatihan TIK. IndiTIK akan memeratakan pendidikan TIK di seluruh Indonesia dengan berbagai program TIK. Keren banget yaa IndiTIK ^^

Acara kemudian di lanjutkan dengan pemberian bantuan berupa laptop dan LCD untuk beberapa sekolah dilanjutkan dengan peresmian indiTIK yang juga menghadirkan pihak dari Kemdikbud. Keren ^^

Acara penutup adalah pengumuman Lomba Blog yang di selenggarakan oleh IndiTIK yang mengambil tema Pemanfaatan TIK dalam menunjang proses Mengajar, dimana di umumkan untuk Pemenang 1, 2 dan 3.. sayang pemenang ke 2 dan 3 berhalangan karena tinggal di luar kota, ya sudah akhirnya simbolis penyerahan hadiah di lakukan oleh pemenang pertamaa :)) ah, saya ga nyangka bisa mendapat pemenang pertama..alhamdulillah.. terima kasih untuk semua pihak dan maju terus IndiTIK :))

Menimba Ilmu dari CEO di Jalan Pemimpin

Menimba Ilmu dari CEO di Jalan Pemimpin

Hari minggu, 9 November 2014 lalu saya mendapatkan kesempatan istimewa bersama 18 teman lainnya dari 300an lebih pendaftar melalui Program Jalan Pemimpin. Apa yang istimewa dari Program tersebut? simak yuk..

Day – 1

Saya berangkat hari Minggu jam 11.00 dengan menggunakan KRL dan janjian dengan Aulia dan Denis di Sta. Kalibata, kemudian dari sana kami berangkat bersama-sama menuju Swiss Bell Hotel dengan menggunakan taksi. Disana kami langsung makan siang plus berkenalan dengan teman-teman dari jalan pemimpin lainnya serta buddy masing-masing. Disitulah untuk pertama kalinya kami bertemu dan kami langsung akrab karena sebelumnya sudah berkomunikasi meskipun hanya via whattsapp. Setelah makan, kami memasuki sesi perkenalan yang di pandu oleh Grace dan Angga. Suasana perkenalan berjalan hangat karena ketika berkenalan kami di minta untuk menyebutkan 3 fakta tentang diri kita, dimana harus mengandung 1 fakta yang salah dan teman lainnya harus menebak mana fakta yang salah tersebut. Banyak fakta-fakta unik yang kami dapatkan satu sama lain sehingga kita bisa lebih mengenal. Acara kemudian di lanjutkan dengan pengenalan tentang program Jalan Pemimpin oleh Yosea. Apa itu jalan pemimpin? Simak yuk ulasan saya disini. Kemudian acara di lanjutkan dengan inspiring speech dari Pak Handry GE, selaku inisiator program Jalan Pemimpin. Saya sudah lama kagum dengan Pak Handry GE. Pertama kali saya bertemu dengannya di acara 3rd Anniversary Akademi Berbagi, salah satu komunitas tempat saya bergabung. Saya sangat kagum dengan Pak @HandryGE, dia itu sangat passionate terhadap anak muda, karena dia percaya “Leaders Create another leaders”, “Leaders are made not born”, mereka bekerja sangat keras menghadapi banyak masalah, kegagalan dll. Setiap pemimpin yang hebat tidak melalui jalan yang mudah. –If you just take easy, forget to be a leaders.. Seorang leaders juga deal dengan keputusan yang sulit and deal with tough issue, sehingga Jalan Pemimpin harus di temukan …Leaders also need to fire, try to find your differentioation, need to have connection (mentor), have ideas. Pak Handry berpesan to be a leaders you need to have 3E (Energy, Energize and Execute).

Continue reading

Harapan untuk Pak Anies Baswedan di Kabinet Kerja

Precious Moment with Mr. Anies Baswedan :)

Precious Moment with Mr. Anies Baswedan 🙂

Halo Pak, apa kabar? semoga kesehatan dan keberkahan selalu bersama Bapak sehingga Bapak bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya..aamiin..

Oya pak, kita pernah bertemu di acara On Off tahun 2011, mungkin Bapak sudah lupa. Kita sempat berfoto bersama dan Bapak memberikan tanda tangan di buku Indonesia Mengajar dengan pesan “tetaplah menjadi guru yang menginspirasi…” kalimat singkat tersebut menjadi penyemangat saya untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan. Oya Pak, btw kita mempunyai kesamaan yaitu sama2 lahir di Kuningan, Jawa Barat dan juga Alumni FE UGM :)) Bapak menginspirasi saya untuk bisa memberikan yang terbaik di dunia pendidikan.

Ketika mendengar Bapak masuk menjadi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, saya termasuk di antara orang yang berbahagia dan bersyukur, karena saya sedikit banyak mengagumi kiprah Bapak di dunia Pendidikan termasuk dengan Program Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasinya. Saya menaruh harapan besar dan yakin akan kemampuan Bapak membawa dunia pendidikan Indonesia yang lebih maju dan bisa bersaing terutama sebentar lagi kita akan menghadapi MEA 2015.

Saya berharap Bapak bisa membenahi terutama sistem pendidikan di Indonesia. Sebagai guru juga saya berharap pendidikan kita tidak semata berorientasi pada angka, namun juga pada life skills dan akhlak. Pendidikan yang bisa memanusiakan manusia sesuai dengan usia peserta didik. Peserta didik usia dini tidak di bebani dengan berbagai beban belajar yang berat, karena usia mereka masih usia bermain. Di harapkan sistem pendidikan kita bisa mengakomodasi berbagai tipe kecerdasan siswa, sehingga siswa bisa menjadi yang terbaik di bidangnya masing-masing. Sekolah bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, mengasah dan mengembangkan kreatifitas, bersosialisasi, menciptakan karakter baik yang empatik terhadap lingkungan sekitar dan mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah di sekitarnya (problem solving).

Sebagai guru kewirausahaan juga saya berharap bisa memasukan kurikulum kewirausahaan yang mumpuni dan tidak hanya sekedar teori selama ini. Saya melakukan lebih banyak praktek untuk peserta didik saya, namun akan lebih baik jika mempunyai kurikulum yang komprehensif kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Terakhir, memperhatikan pemerataan pendidikan, jangan ada lagi kasus anak putus sekolah karena biaya baik di daerah maupun juga yang masih banyak terjadi di perkotaan. Saya berusaha menginisiasi anak putus sekolah atau tidak mampu, namun kemampuan kami sangat terbatas dan butuh dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Mungkin itu saja pak, semoga Bapak selalu sehat dan terus membawa inovasi-inovasi untuk pendidikan di Indonesia.

Selamat Bekerja Bapak Anies Baswedan.