Menjadi Guru itu Seru!

Pekerjaan apa yang paling menyenangkan untuk di jalani? Menurut saya adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion kita serta kita bisa semaksimal mungkin melakukan yang terbaik di bidang tersebut. Saya teringat apa yang disampaikan seorang career coach, Rene Suhardono yang menyatakan bahwa passion akan memberikan tujuan dimana tujuan merupakan target yang ingin kita capai dalam hidup. Pendidikan merupakan Field of Fascination (lingkup kepuasan) bukan Field of work (lingkup bekerja). Itulah yang saya coba terapkan dalam menjalani karir saya hingga saat ini. Ketika mengajar dan peserta didik dapat memahaminya, saya mendapatkan kepuasan tersendiri yang luar biasa yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata. Hal tersebut tidak pernah saya dapatkan dipekerjaan lain. Sejak kecil, saya mempunyai keinginan menjadi seorang guru, meskipun banyak yang masih menyayangkan hingga saat ini, terutama setelah saya lulus dari sebuah universitas ternama di Indonesia. Namun saya memilih seperti yang di katakan Rene, yaitu “

“Stop listening market, but start to listening to your heart and focus on creating value&your impact, do something awesome and make a change”

Terjun di dunia pendidikan dan menjadi seorang guru merupakan hal yang membuat saya terus tersenyum ketika menjalaninya pun ketika menghadapi rintangan. Pendidikan menjadi topik yang paling sering saya bicarakan. Selain itu di bidang inilah saya bisa memancarkan kreativitas, memunculkan ide-ide baru dan mengalami pengalaman-pengalaman seru dan ingin lebih banyak menciptakan pengalaman-pengalaman seru lainnya.
Proud Teacher

Era ICT yang sudah demikian berkembang dan mengalami kemajuan saat ini dimana semua orang terkoneksi, membutuhkan peran guru yang lebih kreatif. Sebagai pendidik, kita tidak ingin peserta didik menjadi seperti kita tetapi harus lebih dari kita karena pendidik sejatinya membukakan jendela untuk peserta didik. Pendidikan harus mampu membuat anak melampaui jendela yang kita buka. Kita harus bergandeng tangan dan harus memberikan keyakinan, kepercayaan dan kecintaan. Itulah arti dari passion.

Berikut beberapa pengalaman menyenangkan dan seru selama saya menjalai profesi menjadi guru:

Banyak hal-hal emosional selama menjadi Guru
Contohnya adalah ketika saya pertama kali menjadi seorang guru tahun 2009 silam di sebuah SMK, saya sudah di percaya menjadi seorang wali kelas untuk kelas 1 jurusan Akuntansi. Suatu ketika saya berulang tahun, mereka memberikan figura kolase foto saya bersama mereka. Saya sangat terharu menerimanya :’).

Kedua, ketika moment pembagian raport pada kenaikan kelas tahun 2010 di tempat saya mengajar pertama, ada salah satu ibu, orang tua siswa berkata dengan berderai air mata bahwa dia akan mengeluarkan anaknya dari sekolah karena sejak masuk sekolah belum mampu bayar biaya sekolah. Saya sedih mendengarnya karena saya anak tersebut memiliki semangat belajar tinggi. Saya bilang pada ibu tersebut, “Jangan bu.. Insya Allah saya akan mencarikan jalan keluar”. Meskipun saat itu saya tidak tahu jalan keluar seperti apa. Dengan kebaikan sang Maha Pencipta, saya mencoba menjelaskan keadaan anak tersebut kepada seorang rekan ketika kuliah, dan syukurlah beliau bersedia membantu menjadi orang tua asuh bahkan sampai anak tersebut lulus sekolah. Meskipun bukan saya yang membantu, saya sangat bersyukur anak tersebut bisa terus bersekolah sampai selesai dan saat ini sudah bekerja untuk membantu keluarganya.

Ketiga, ketika beberapa bulan lalu ada salah satu siswa saya yang harus di operasi usus buntu dan membutuhkan biaya yang lumayan banyak segera agar bisa segera di tangani. Saya bingung karena tidak bisa menolongnya, kemudian saya terpikir untuk memberitahukan ke teman-teman melalui grup Whatsapp yang saya ikuti. Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih satu jam terkumpul uang dengan nominal yang lebih besar dari yang di butuhkan. Segera saja saya langsung kerumah sakit untuk menyampaikannya. Ternyata alat komunikasi jika digunakan untuk hal yang positif, Insya Allah bisa membawa kebaikan…

Terakhir adalah ketika minggu ini saya mendapat kabar salah siswa saya di terima bekerja di sebuah perusahaann IT di Jakarta dan Insya Allah menyusul 3 temannya di tempat yang sama.. alhamdulillah, mereka Insya Allah bisa segera membantu keluarganya aamiin. Sebenarnya banyak sekali moment-moment emosional lainnya dan menurut saya setiap kalo saya mengajar, menikmati waktu bersama siswa merupakan sesuatu yang berharga dan patut dikenang..
Untitled-2

Profesi Guru mengantar saya pada salah titik balik dalam hidup
Setelah pindah mengajar ke tempat yang kedua karena ada perbedaan idealisme, saya kemudian mengajar dan setengah harinya bekerja sebagai staf keuangan di sebuah perusahaan konsultan pendidikan. Kemudian titik balik terjadi tahun 2012 ketika mendapat kabar yang cukup mengejutkan. Salah satu siswa saya di tempat saya mengajar dan ketika itu saya menjadi wali kelasnya, harus putus sekolah dan bekerja sebagai waitress di sebuah gerai makanan cepat saji sedangkan dia akan naik ke kelas 3. Dari temannya saya mendengar dia dropout karena tunggakan biaya sekolah yang cukup besar. Saya berusaha mengajaknya untuk terus sekolah dengan membantunya mencarikan orang tua asuh, namun orang tuanya tidak setuju karena jika anak tersebut sekolah, tidak ada yang bisa membantu ekonomi keluarga. Siswa tersebut akhirnya pasrah namun beliau berpesan agar saya bisa mengusahakan kedua adiknya yang ketika itu masih SLTP untuk bisa melanjutkan ke jenjang SLTA. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminjam uang ke atasan untuk membeli perlengkapan belajar seperti meja, kursi dan 3 unit komputer. Awalnya saya hanya ingin membuka kursus komputer untuk anak-anak putus sekolah tersebut. Saya kemudian berkeliling mencari anak-anak yang sekiranya membutuhkan bantuan dan terkumpulah 15 anak dengan memanfaatkan sebuah ruangan yang tidak terpakai di kantor saya. Kemudian di bantu oleh beberapa rekan yang menjadi orang tua asuh dan donatur, saya berusaha membangun lebih dari sekedar kursus komputer, yaitu lembaga Sekolah Kejuruan untuk masa depan mereka yang lebih baik yang diberi nama SMK Itaco. Alhamdulillah saat ini sudah berjalan di tahun ketiga, banyak pihak yang membantu kami walaupun disatu sisi masih banyak yang harus kami tingkatkan. Untuk membantu transport siswa, saya membeli sebuah alat mug printing dan alhamdulillah usaha kami saat ini merambah ke pembuatan kaos sablon, pin, servis komputer, jasa desain dll melalui wadah Siswa Wirausaha. Menginisiasi sesuatu yang baru, apalagi ini sekolah bukan hal mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Namun, karena passion dan cintalah, sampai saat ini kami masih bertahan dan Insya Allah ingin membantu lebih banyak lagi. Karena saya yakin, pendidikan merupakan senjata ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Terbukti, siswa saya yang tahun 2012 saya ajak bersama-sama belajar, saat ini sudah mulai bekerja dan Insya Allah bisa membantu keluarganya.
Untitled-3

Profesi guru membuat saya bisa menyalurkan idealisme di bidang pendidikan
Profesi Guru memungkinkan saya untuk berkreativitas lebih sesuai dengan passion. Saya sejak dulu membayangkan akan melakukan A, B, C dll alhamdulillah satu-persatu saya berusaha untuk mewujudkannya. Misalnya, saya melihat pentingnya kemampuan Public Speaking dan Financial Planning untuk seorang siswa, maka ketika belajar saya berusaha untuk memberikan materi-materi tersebut. Selain itu, saya melihat bahwa belajar ga harus selalu di kelas, maka saya terkadang mengajak mereka belajar di tempat lain seperti di Monas, @atamerica dll. Saya juga melihat bahwa siswa harus di biasakan bersosialisasi dengan orang sukses dan belajar menimba ilmu dimana saja karena sejatinya belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Oleh karena itu, saya sering mengundang orang-orang inspiratif untuk berbagi dengan mereka selain juga mengajak mereka belajar di Akademi Berbagi Bekasi. Selain itu, terkadang saya mengajak mereka mengikuti berbagai event seminar terutama bertema wirausaha dan terkadang mengajak mereka menjadi volunteernya. Puncaknya saya dan siswa memberanikan diri untuk mengadakan event seminar wirausaha dengan menghadirkan 5 CEO sebagai pembicara dan di hadiri oleh lebih dari 250 orang. Simak ceritanya disini. Banyak pengalaman-pengalaman seru lainnya dan semuanya membuat hari-hari selalu penuh warna dan makna.
Untitled-6

Profesi Guru membuat saya terpacu untuk terus belajar
Menjalani profesi sebagai pendidik memacu saya untuk terus belajar, apalagi saat ini peserta didik saat ini sudah semakin di mudahkan dengan perkembangan teknologi yang memudahkan mereka untuk mencari sumber belajar. Saya harus terus mengupdate ilmu saya salah satunya adalah dengan bertemu dengan banyak guru hebat seperti Pak Wijaya Kusumah, Pak Agus Sampurno, Pak Dedi Dwitagama, Bu Mugi dll. Saya juga suka menghadiri event-event pendidikan maupun wirausaha karena terkait dengan mata pelajaran yang saya ampu juga untuk mengembangkan komunitas Siswa Wirausaha. Yang paling ingat, event pertama yang saya datangi acara blogger di Bekasi. Dari sana saya semakin mengenal dunia blogging dan sosial media sehingga memudahkan mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat. Selanjutnya saya semakin getol berburu event-event bermanfaat seperti On Off yang mempertemukan saya dengan Menteri Pendidikan saat ini, Pak Anies dan juga disana ternyata ada penobatan Guru Era Baru dari Acer, dan saya berharap suatu saat nanti bisa menggapai prestasi seperti mereka. Sejak event blogger, sedikit demi sedikit saya belajar menulis dan juga mengajak siswa untuk mempunyai blog. Saya juga mulai berani untuk mengikuti lomba menulis blog dan alhamdulillah beberapa di antaranya membuahkan hasil. Namun bukan itu tujuan utama saya. Saya ingin mengajarkan pada peserta didik untuk berani berkompetisi, dan menang bukan tujuan tapi prosesnya lah yang lebih utama. Alhamdulillah, saya berani mendorong siswa untuk berkompetisi dan beberapa di antaranya membuahkan hasil yang baik seperti Juara 2 Lomba Wirausaha Guruku Education Festival, Juara Harapan 2 Lomba Desain Web, Juara 1 Lomba Desain logo. Dunia menulis juga membuat saya memberanikan diri untuk menulis buku indi berjudul “Ikut Komunitas dan Jadi Volunteer itu Asik!” yang di luncurkan bersamaan dengan buku indi kompilasi siswa saya yang berjudul “Mimpi-Mimpi Siswa Wirausaha”, semua ini terjadi berkat dukungan kakak kami yang juga founder dari nulisbuku.com tempat kami menerbitkan buku indi.
Untitled-7

Itulah beberapa pengalaman menyenangkan saya ketika menjalani profesi sebagai guru hingga saat ini dan Insya Allah menanti pengalaman-pengalaman seru dan menarik selanjutnya karena Insya Allah saya menjalani apa yang menjadi passion saya sehingga selalu ingin menciptakan pengalaman-pengalaman yang menyenangkan dan because I’m proud teacher. Kesimpulannya dengan pengalaman yang di dapat selama ini, menurut saya menjadi guru itu seru!!

Ini ceritaku, ditunggu juga ya ceritanya Bapak/Ibu guru :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s