Langkah Nyata untuk Pendidikan Indonesia (For Wempy Dyocta Koto Award)

Sejak tahun 2009 saya (https://suzieitaco.wordpress.com/about/) sudah berkecimpung menjadi guru SMK dan di awal tahun 2012, ada sebuah kejadian yang cukup membekas di ingatan dan saya bisa katakan itu sebagai salah satu titik balik dalam hidup. Saat itu saya mendapat kabar yang mengejutkan. Salah satu siswa saya di sekolah tempat mengajar pertama,  putus sekolah dan bekerja sebagai pelayan sedangkan dia akan naik ke kelas 3 SMK. Dia berhenti karena tunggakan biaya sekolah yang cukup besar. Saya berusaha mengajaknya untuk kembali ke sekolah dengan mencarikan orang tua asuh, namun tidak berhasil. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Saya kemudian berinisiatif untuk membantu anak yang putus sekolah tersebut dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang awalnya hanya berupa kursus komputer dengan berbekal pinjaman dari atasan saya. Saya berencana salah satunya mengajak siswa saya yang dulu putus sekolah. Namun, siswa saya yang putus sekolah dulu mengirim pesan kepada saya bahwa dia memilih untuk tetap bekerja membantu ekonomi keluarganya. Namun dia khawatir dua adiknya tidak mampu melanjutkan ke jenjang SLTA.

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi saya untuk mendirikan institusi pendidikan berbasis IT dan wirausaha tahun 2012 yang kemudian di beri nama SMK Itaco (http://smkitaco.wordpress.com). Kemudian saya mengumpulkan anak-anak yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang SLTA di daerah Bekasi untuk diberikan keterampilan terutama di bidang IT sebanyak 15 anak.

15 siswa yang berhasil dikumpulkan

15 siswa yang berhasil dikumpulkan

Berdasarkan data dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/233424, tingkat partisipasi sekolah SLTA di Bekasi, Jawa Barat hanya sekitar 70% dan yang putus sekolah tahun 2012 tingkat SLTP sekitar 934 siswa. Padahal pendidikan penting sebagai alat untuk memberantas kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, siswa dapat merubah nasib keluarganya, karena siswa bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik dan mengirim generasi selanjutnya untuk bersekolah.

Aktivitas SMK ITACO

Aktivitas SMK ITACO

Untuk mengasah jiwa wirausaha dan membantu biaya pendidikan termasuk transport siswa, Kemudian saya membeli perlengkapan mug printing. Berbekal modal beberapa komputer termasuk komputer sumbangan, kami pun membuka jasa pembuatan design untuk beragam keperluan promosi, event dll. Usaha lain yang saat ini kami tekuni adalah pembuatan pin, kaos sablon, jasa entry data, man power, servis komputer dll. Anda tinggal mengisi form berikut ini : http://bit.ly/1dMkO5C. Usaha wirausaha kami tergabung dalam komunitas Siswa Wirausaha (http://siswawirausaha.net)

Beberapa aktivitas pembelajaran wirausaha yang kita lakukan antara lain: Mendatangkan guru tamu, mengikuti workshop, membekali skill wirausaha, aktif berkomunitas untuk sosialisasi wirausaha, Mengerjakan pesanan konsumen, mengikuti pameran, membantu event wirausaha, merilis buku wirausaha, company visit dll. Kegiatan tersebut di wadahi oleh komunitas Siswa Wirausaha yang kami dirikan. Kamipun mengundang siapapun yang ingin volunteer mengajar di komunitas ini. anda cukup mengisi form berikut : http://www.bit.ly/KpS5bS. Komunitas Siswa Wirausaha diharapkan bisa menjadi tempat untuk pelajar berwirausaha tidak hanya siswa di SMK Itaco dan mendapatkan manfaat yang sama. Komunitas ini di harapkan kedepannya bisa berkolaborasi dengan komunitas lainnya terutama komunitas bisnis seperti TDA (Tangan di Atas), Startup Lokal dll sehingga bisa memberikan impact yang lebih besar.

Aktivitas Siswa Wirausaha

Aktivitas Siswa Wirausaha

Berikut adalah beberapa prestasi yang kami raih :

untitled-design2

  • Juara Harapan 2 Lomba Web Desain
  • Juara 2 Lomba Wirausaha Guruku Education Festival
  • Juara Lomba Desain logo Developer IB

Awal Januari 2015, kami juga berhasil menyelenggarakan Seminar Wirausaha yang di hadiri sekitar 250 orang,simak ceritanya disini > https://suzieitaco.wordpress.com/2015/02/05/seminar-rahasia-sukses-mea-bersama-siswa-wirausaha/

Sebagai penutup saya harap semakin banyak sekolah yang didirikan untuk membantu siswa kurang mampu/putus sekolah. Sebagai solusi pembiayaan, sekolah bisa membuat unit-unit usaha sehingga siswa bisa terus mendapatkan pendidikan formal, bisa membantu biaya pendidikan dan juga menanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Pendidikan diharapkan bisa mempersiapkan siswa menghadapi era globalisasi dan menciptakan generasi yang mandiri. Sekolah diharapkan bisa menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari dunia wirausaha serta prospek pengembangan lebih lanjut. Mulailah berperan aktif mencari solusi masalah di sekitar kita termasuk masalah pendidikan siswa kurang mampu. Seperti yang di katakan John F. Kennedy :

“Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.”

Kami berharap bisa ikut dalam program mentoring dalam #TheWempyDyoctaKotoAward, karena kami masih banyak sekali butuh support terutama untuk bangunan permanen sebagai tempat belajar mengajar dan kegiatan wirausaha kami, bagaimana membangun pendidiikan berbasis wirausaha, dan membesarkan usaha sehingga bisa mencukupi kebutuhan siswa dan sekolah.. terima kasih 🙂

 

Referensi

http://www.tempo.co/read/news/2013/02/18/090462035/Minim-Jiwa-Kewirausahaan-di-Indonesia

http://suar.okezone.com/read/2012/04/26/58/618710/memajukan-ekonomi-indonesia-melalui-kewirausahaan

http://netpreneur.co.id/susi-sukaesih-menularkan-virus-wirausaha-lewat-siswawirausaha-com-dan-smk-yang-dipimpinnya/#.UnmZ4eKEyo4

http://ht.ly/qsgzK

http://burselfwoman.com/2013/11/suzie-icus-guru-muda-maju-mandiri/

http://emak2blogger.web.id/emak-of-january-2014-susi-sukaesih-icus/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s