Pentingnya vivo X3S untuk Seorang Guru

Kemajuan teknologi berpengaruh di hampir semua aspek kehidupan, termasuk bagi guru seperti saya. Teknologi yang semakin canggih membantu mempermudah, mempercepat dan mengoptimalkan pekerjaan termasuk pekerjaan seorang guru. Apalagi saat ini di era pendidikan era 2.0 dimana perkembangan digital sudah demikian pesatnya. Saat ini siswa sudah demikian familiar dengan komputer, gadget, smartphone android, internet dengan fitur-fitur canggihnya. Jika guru tidak mengupgrade kemampuannya dalam bidang IT, maka akan tertinggal dari siswanya. Salah satu alat yang sangat saya butuhkan untuk menunjang pekerjaan selain laptop, adalah android smartphone. Smartphone android yang handal, untuk menunjang pekerjaan saya sebagai guru yang melek IT dan dinamis *uhuk*

Smartphone android yang saya miliki saat ini, bisa dibilang smartphone android standar, maklum belum ada dana yang cukup untuk membeli yang cukup handal. Saya masih lebih fokus dananya untuk membiayai sekolah untuk anak pra sejahtera yang saya inisiasi (SMK ITACO) dan mengembangkan kegiatan wirausaha siswa. Maksimal android smartphone saya hanya bisa untuk mengambil gambar dan video dengan kualitas standar, membuka sosial media walau kadang lemot, aplikasi terbatas karena kalo kebanyakan suka nge-hang, baterai yang boros dan berbagai kelemahan lainnya. Saya jadi membayangkan bagaimana kalo saya punya vivo X3S, smartphone android baru yang keren dan handal yang berjalan pada sistem berbasis android. Insya Allah bisa lebih optimal lagi dalam menjalankan pekerjaan, dan otomatis memberikan dampak yang bagus untuk siswa.

Ini nih beberapa keuntungannya kalo saya menggunakan vivo X3S ini :

  • Bisa cepat mengupload tugas untuk siswa, mencari bahan untuk kegiatan belajar mengajar  dan mengontrol siswa melalui sosial medianya. Ya, kami mempunyai grup Facebook sekolah, dimana tugas-tugas kami upload, sehingga siswa bisa membuka dan mengerjakan di manapun tanpa terbatas ruang dan waktu. Saya juga bisa dengan cepat mencari referensi untuk kegiatan belajar mengajar serta bisa dengan cepat menjawab pertanyaan siswa di kelas. Fungsi kontrol sosial media juga harus di lakukan guru, mengingat ancaman pergaulan siswa saat ini. Jangan sampai mereka menyalahgunakan penggunaan sosial media yang berakibat merugikan mereka. Nah, vivo X3S ini sangat handal karena sudah mengusung processor 8 inti Octa Core yang kuat dan memiliki kecepatan hingga 1,7GHz sehingga sangat menunjang ketika membuka aplikasi dll, dikombinasikan dengan RAM 1 GB sehingga memberikan kinerja yang mantap. Nah, jadi ketika saya mengupload, browsing dan membuka sosial media, ga perlu lemot atau hang seperti handphone saya saat ini.
Processor Vivo X3S, credit

Processor Vivo X3S, credit

  • Bisa mendokumentasikan kegiatan siswa ketika belajar maupun wirausaha, baik foto maupun video dengan lebih ciamik. Selain melakukan kegiatan belajar-mengajar, kami juga belajar berwirausaha, bisa di cek di Siswa Wirausaha. Alhamdulillah hasilnya bisa sedikit membantu transport mereka, selain menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. vivo X3S pada lini kamera terpasang kamera utama dengan resolusi 13 MP dengan LED Flash yang dapat menghasilkan kualitas foto yang ciamik dan jelas. Hal tersebut dikarenakan beberapa fitur kamera yaitu aperture f.1/8 dan closed-loop motor dll. Kita juga  bisa memilih mode kamera profesional oleh roda virtual dan membuat foto ISO, WB dan EV secara manual. Buat saya yang hobi selfie maupun wefie sama siswa, puas banget kalo pake vivo X3S ini, mengapa? karena kamera depannya mampunyai resolusi 5MP plus ada Beauty mode nya (ini penting banget :D), sehingga nanti di foto saya jadi cantik (aslinya cantik juga kok) *huek!. Kamera depan dan belakangnya bisa merekam video dengan kualitas full HD 1080p, nah bisa bagus banget nih nanti kalo sedang mendokumentasikan kegiatan belajar dan wirausaha siswa. Trus upload deh di youtube, pasti lebih keren hasilnya 🙂 vivo X3S juga memberikan kejutan lebih yaitu banyak fitur-fitur manarik seperti Pose Shot, Funny Shutter, Theme Album dan lain-lain…mantap!
Beauty mode, credit

Beauty mode, credit

More features, credit

More features, credit

Professional camera mode, credit

Professional camera mode, credit

Sumber Foto disini

Continue reading

Ga Usah Khawatir Kalo Belum Bisa Masak

Salah satu hal yang saya khawatirkan sebelum menikah adalah soal masak memasak..! yup betul sekali..saya sejak duduk di bangku SLTP ampe kuliah, ga tinggal sama ortu.. alhasil jauh dari kegiatan memasak, karena seringnya beli jadi or di kasi hehe.. alhasil, setelah luluspun saya masih belum terlalu bisa masak.. duh khawatir banget deh gimana kalo nanti nikah .. ini kira-kira beberapa ilustrasi kegalauan saya saya soal memasak ketika di abis ngajar di kelas dan belum nikah ..

Kegalauan soal memasak!

Kegalauan soal memasak!

Semakin mendekati hari pernikahan, Agustus tahun 2014 lalu, saya mulai belajar masak walopun masih hasilnya masih amatir *iyalah* dan di waktu yang singkat itu saya belum mahir masak (disitu kadang saya merasa sedih), alhamdulillah saya camer dan salon suami bisa menerima kekurangan saya dalam bidang ini.. tapi saya berjanji untuk terus belajar masak.. saya percaya, bahwa segala sesuatu butuh proses, asalkan kita punya kemauan dan usaha yang kuat, pasti bisa ko 🙂 setelah menikah, keinginan untuk terus memasak tambah besar.. mengapa? berikut beberapa alasannya : Continue reading

Ibu Mertua, Ibu Keduaku..

Sejak menikah sama suami Agustus 2014 lalu, otomatis saya punya keluarga baru, yaitu keluarga dari suamiku.. suamiku sama sepertiku, dua bersaudara, bedanya adiknya cewek kalo aku cowok.. *Salingmelengkapi*, walopun adik ipar saya masih jauh di Jepang sana sedang menuntut ilmu, namun kami bisa berkomunikasi via Skype, syukur-syukur nanti bisa berkunjung ke Jepang.. *aamiin…

Aku, suami, ibu mertua, adik ipar :)

Aku, suami, ibu mertua, adik ipar 🙂

Nah, otomatis di rumah mertua setelah suami ikut aku ke Bekasi, tinggal berdua saja plus mbah… maaf ya ma, aku bawa anakmu huhu…

Mama mertua sebenarnya menawarkan kami untuk tinggal di Solo, jadi ga sepi.. tapi untuk saat ini aku belum bisa maa *sungkem*, masih banyak PR disini.. hihii.. itulah mengapa, kami termasuk rutin mengunjungi mama mertua di Solo, eh Sukoharjo dink :p

Continue reading

#BeraniLebih dari Seorang Guru ..

Menjadi seorang guru atau seseroang yang bekerja di dunia sosial pendidikan merupakan keinginan saya sejak duduk di bangku sekolah. Saya suka memperhatikan ketika guru sedang menerangkan pelajaran dan ketika memberi nilai. Bahkan dulu saya suka membuat soal sendiri dan memberi nilai sendiri 😀

Kelas 3 SMU, saya memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah keguruan, namun nasib mengantarkan saya untuk di terima terlebih dahulu di UGM jurusan Ekonomi. Saya mengambilnya, pertimbangannya nanti tetep bisa menjadi guru dengan mengambil sertifikat Akta VI. Setelah lulus, saya pun memantapkan hati terjun ke dunia pendidikan, setelah mengambil sertifikasi Akta VI, saya pun langsung melamar menjadi seorang guru di sebuah SMK di Jakarta Timur. Pengalaman pertama mengajar menjadi sangat luar biasa dan memberikan kesan tersendiri, meskipun ketika kuliah saya pernah juga mengajar di D3 Fakultas Ekonomi. Kejadian seorang siswa saya yang putus sekolah, membuat saya #BeraniLebih untuk mencoba menginisiasi sebuah lembaga pendidikan terutama anak pra sejahtera dan putus sekolah ..dengan tidak ada modal materi, membuat saya #BeraniLebih berjuang agar mereka bisa terus mendapatkan pendidikan yang layak dengan bantuan banyak pihak termasuk donatur dan orang tua asuh.. alhamdulillah saat ini menginjak tahun ke 3 SMK Itaco, meskipun perjalanan kami masih panjang, namun kami yakin dengan usaha dan doa, kami bisa melangkah lebih jauh lagi..#BeraniLebih dari seorang guru, membuat saya #BeraniLebih yang lainnya, seperti ..

  • Untuk membantu biaya transport siswa, saya #BeraniLebih membeli secara pribadi mug printing yang kemudian di gunakan oleh siswa untuk berwirausaha. Alhamdulillah saat ini usaha kami sudah merambah ke usaha pin, kaos sablon, admin sosmed dll ..cek web kami di Siswa Wirausaha.
Aktivitas Siswa Wirausaha

Aktivitas Siswa Wirausaha

Continue reading

Langkah Nyata untuk Pendidikan Indonesia (For Wempy Dyocta Koto Award)

Sejak tahun 2009 saya (https://suzieitaco.wordpress.com/about/) sudah berkecimpung menjadi guru SMK dan di awal tahun 2012, ada sebuah kejadian yang cukup membekas di ingatan dan saya bisa katakan itu sebagai salah satu titik balik dalam hidup. Saat itu saya mendapat kabar yang mengejutkan. Salah satu siswa saya di sekolah tempat mengajar pertama,  putus sekolah dan bekerja sebagai pelayan sedangkan dia akan naik ke kelas 3 SMK. Dia berhenti karena tunggakan biaya sekolah yang cukup besar. Saya berusaha mengajaknya untuk kembali ke sekolah dengan mencarikan orang tua asuh, namun tidak berhasil. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Saya kemudian berinisiatif untuk membantu anak yang putus sekolah tersebut dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang awalnya hanya berupa kursus komputer dengan berbekal pinjaman dari atasan saya. Saya berencana salah satunya mengajak siswa saya yang dulu putus sekolah. Namun, siswa saya yang putus sekolah dulu mengirim pesan kepada saya bahwa dia memilih untuk tetap bekerja membantu ekonomi keluarganya. Namun dia khawatir dua adiknya tidak mampu melanjutkan ke jenjang SLTA.

Hal tersebutlah yang melatarbelakangi saya untuk mendirikan institusi pendidikan berbasis IT dan wirausaha tahun 2012 yang kemudian di beri nama SMK Itaco (http://smkitaco.wordpress.com). Kemudian saya mengumpulkan anak-anak yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang SLTA di daerah Bekasi untuk diberikan keterampilan terutama di bidang IT sebanyak 15 anak.

15 siswa yang berhasil dikumpulkan

15 siswa yang berhasil dikumpulkan

Berdasarkan data dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/233424, tingkat partisipasi sekolah SLTA di Bekasi, Jawa Barat hanya sekitar 70% dan yang putus sekolah tahun 2012 tingkat SLTP sekitar 934 siswa. Padahal pendidikan penting sebagai alat untuk memberantas kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, siswa dapat merubah nasib keluarganya, karena siswa bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik dan mengirim generasi selanjutnya untuk bersekolah. Continue reading

Dua Kodi Kartika, Bukti Nyata Perjuangan Bisnis Wanita

Dua Kodi Kartika merupakan buku karya Rendy Saputra, CEO dari Keke Busana. Teman-tman pasti pernah mendengar nama Keke. Saya sudah lumayan lama mengenalnya, dan terlintas di benak saya adalah Keke merupakan brand baju muslim anak yang unik dan berkualitas. Pertama kali tau tentang buku Dua Kodi Kartika itu ketika menghadiri seminar Cara Benar Jadi Pengusaha dari Kang Rendy di Gedung Kompas Gramedia. Namun waktu itu, bawa uang nya pas, alhasil ga jodoh beli bukunya hihii..

Keke Busana, Credit

Keke Busana, Credit

Singkat cerita, saya menjadi salah satu panitia Pesta Wirausaha TDA 2015 divisi Marcomm dimana Keke merupakan salah satu sponsor utamanya, alhamdulillah disana bertemu dengan Kang Rendy dan Geris dan Keke yang mengadakan bincang bisnis bareng jurnalis. Kami diberikan buku Dua Kodi Kartika satu-satu. Tampilan covernya sangat menarik, simple tapi sarat makna dengan warna merah marun khas Keke.

Buku Dua Kodi Kartika

Buku Dua Kodi Kartika

Sesampainya di rumah, saya membacanya dan ga bisa berhenti sampai selesai. Sebenarnya apa si istimewanya buku ini? mari kita bahas pemirsa.. Buku ini menceritakan tentang 40 kisah pembelajaran hidup dari pemilik Keke Busana. Siapa dia? dia bernama Ika Kartika Sari. Rendy sang penulis menuturkan Bunda Tika, begitu ia akrab menyapanya merupakan sosok yang luar biasa di balik keberhasilan Keke menjadi sebuah brand nasional yang di segani. Rendy dan Bunda Tika bertemu tidak sengaja dalam sebuah pelatihan. Disana Bunda Tika mempunyai insting bahwa Rendy bisa lebih memajukan Keke, dan ternyata feeling nya tidak salah. Terus terang saya sangat kagum dengan sosok Bunda Tika dan berharap suatu saat bertemu langsung.. rasanya pengen bilang angkat saya jadi muridmu suhu hehe…

Continue reading