Aku Ingin Seperti Mereka…

Setiap anak tentunya berharap bisa berkumpul dengan keluarga yang utuh.. begitupun aku! tapi kenyataan ini tidak terjadi padaku.. ketika lulus SD aku merasa bahwa kebahagiaanku terampas.. orang tuaku menjauhkanku ke tempat yang asing buatku..ya saat itu aku masih duduk di bangku SMP caturwulan 1 namun Bapak dan Mamaku memindahkan sekolahku dari desa kecil di Kuningan ke Kota yg lebih besar..Cirebon…tinggal bersama keluarga Budeku.. aku merasa nggak adil, karena aku masih kecil..sudah seharusnya masih dalam dekapan mereka. Namun mereka mempunyai fikiran lain.. dengan kualitas sekolah yang lebih baik.. maka masa depanku akan lebih baik dari mereka. Aku mengerti itu..tapi aku yakin dengan hanya bersekolah di desa kecil.. aku mampu berprestasi seperti yang selama ini aku tunjukkan pada mereka..

Di Cirebon aku memulai perjalanan sendiriku jauh dari orang tua.. aku iri sama teman ketika berkunjung ke rumah mereka dan berkumpul dengan keluarganya, aku iri dengan sepupu yang tinggal bersama keluarganya..Aku ingin seperti mereka.Kadang aku juga harus menahan pedih ketika di bully ketika menjadi murid baru di SMP 4 Cirebon. Namun aku tidak gentar.. aku tersadar bahwa ini sudah jalanku, dan aku harus menjalaninya bukan sebagai korban. Aku buktikan pada siapapun bahwa aku bisa sama seperti mereka. 3 bulan pindah di sekolah baru, aku berhasil masuk 5 besar dan prestasi tersebut berhasil kupertahankan hingga kelas 3. Dari mulai 3 besar sampai akhirnya mampu menjadi Juara 1 dan juga berhasil masuk ke SMA 1 Cirebon, salah satu SMA favorit. Aku ga tau kenapa semangat belajarku teramat menggebu.. apakah mungkin ini pelampiasan dari rasa kecewaku jauh dari keluarga? entahlah.. aku sedih ketika hanya bisa pulang ga lebih dari 2-3 bulan sekali. Bapak yang menjemputku ketika beliaupun ada jadwal pulang ke Kuningan. Kami keluarga namun tidak seperti keluargaku. Bapak harus membanting tulang kerja di Jakarta sendiri sejak aku kelas 3 SMP, mama dan adikku di Kuningan dan aku sendiri di Cirebon.. waktu bertemu menjadi sangat berharga. Di awal-awal kepindahanku ke Cirebon, aku kerap nangis dan marah sama orang tua namun mamaku ternyata ga kalah sedihnya.. mama terus meyakinkan aku bahwa ini jalan terbaik.. akhirnya aku pun mencoba berdamai dengan diri sendiri, meskipun itu berat…

pizap-com13826666967551

SMP 4 Cirebon…

Aku pun belajar  mencintai diri sendiri dengan melakukan apa yang terbaik buatku, aku semaksimal mungkin menjadi anak yang baik dan tidak macam-macam.. semasa SMA, aku beruntung memiliki teman-teman yang sangat baik dan peduli padaku. Mereka kerap menggodaku atau mengejekku, namun aku suka.. aku merasa itu bukan bentuk hinaaan.. tapi kasih sayang .. *loh*, sehingga 2 tahun berturut-turut ketika ada perpisahan kelas, mereka memberikan predikat siswa terlucu padaku *ngaca* aku menikmati menjadi pusat perhatian, aku senang membuat mereka tertawa walaupun harus dengan cara mengejekku .. hehe.. kelas 3 aku fokus belajar, aku ingin kuliah..alhamdulillah, aku di terima masuk FE UGM. Keluarga bahagia mendengar kabar tersebut… walaupun aku dilema karena sebenarnya ingin masuk Fakultas Keguruan. Aku ingin menjadi guru, aku senang mengajar ..tapi akhirnya aku memutuskan untuk menjalani kuliah di Jogja. Disana aku menjadi anak kos dengan segala keterbatasan. Namun karena sudah terbiasa mandiri, aku tidak mengalami kesulitan yang berarti…

Mengunjungi Almamater, SMA 1 Cirebon

Mengunjungi Almamater, SMA 1 Cirebon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s