LANGKAH MUDAH SADAR INVESTASI SEJAK DINI

PS : Tulisan saya berikut masih related dengan artikel sebelumnya tentang cerdas keuangan > https://suzieitaco.wordpress.com/2014/12/15/cara-mudah-mempunyai-kecerdasan-finansial/ < di baca juga ya..thank u:))

Saat ini masih banyak yang hanya mengetahui bagaimana mencari uang, kemudian di gunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan hidupnya dan jika ada sisa, maka akan di tabung. Adapun yang telah mengenal investasi lebih banyak menginvestasikan di produk-produk seperti emas atau tanah. Kebiasaan tersebut sudah turun-temurun di masyarakat Indonesia.

Atas dasar itulah saya mencoba memberikan pengetahuan yang saya miliki meskipun masih dasar banget kepada siswa saya tentang perencanaan keuangan dan investasi kepada siswa saya.

Mengajarkan Tentang Finansial Planning&Investasi Kepada Siswa

Mengajarkan Tentang Finansial Planning&Investasi Kepada Siswa

Banyak dari mereka berfikir bahwa investasi memerlukan modal yang besar, namun saya menekankan kepada mereka Investasi bisa dimulai dari yang kecil. Ingat prinsip sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Untuk seusia mereka yang belum mempunyai pendapatan aktif, saya mengajarkan menabung terlebih dahulu, namun mereka di jelaskan juga perbedaan menabung dengan investasi, sehingga kelak ketika mereka sudah bekerja bisa langsung berinvestasi. Saat ini mereka mempunyai buku tabungan pribadi, harapannya ketika sudah lulus bisa di alihkan untuk investasi.

Saya jelaskan bahwa menabung saja tidak bisa untuk mengejar rencana masa depan yang bersifat jangka panjang, untuk rencana jangka panjang inilah diperlukan “investasi” dan bukan menabung. Sehingga dalam konteks ini menabung mempunyai makna yang sama dengan “dana cadangan” dan tidak tepat jika untuk rencana jangka panjang, kita menabungkan uang seperti misalnya dibank. Kenapa? Bagi hasil tabungan itu relatif kecil yaitu sekitar 7% pertahun, sementara inflasi berkisar 10%/tahun. Artinya apa? Secara rill uang kita menurun nilainya daya belinya. Misalnya tahun 1990an harga beras hanya Rp.1000an/liter untuk saat ini mencapai Rp.8000an/liter.  Bahkan jika tabungan kita dibawah 1 juta, bagi hasilnya 0.

Nah, jadi apa itu “investasi”?? investasi adalah “mengembangkan”-menahan diri sekarang dengan harapan hartanya akan berkembang dimasa datang. Hakikat investasi sendiri adalah membuat harta mampu melawan inflasi. Investasi terdiri atas investasi pasif, semi-aktif dan pasif. Untuk investor pemula biasanya nemilih investasi pasif yang terbanyak berada di sektor keuangan seperti deposito, saham dan reksadana.

Beberapa hal yang saya ajarkan kepada siswa untuk sadar investasi antara lain :

  1. Insyaf dan irit untuk bisa membedakan needs and want. Keinginan itu tidak selalu merupakan kebutuhan kita. Namun keduanya relatif dan tergantung pada visi dan kompromi. Jika ingin berinvestasi, maka kita harus mampu berhemat dan menunda senang-senang. Hemat disini tidak berarti kikir dan fokus pada fungsi ketika menggunakan harta karena makna dasar dari investasi sendiri adalah menunda kenikmatan harta saat ini dan ditunda di kemudian hari. Irit tanpa harus membebani dan membuat diri kita “menderita”. Rumusnya adalah : Penghasilan – Gaya Hidup = Masa Depan. Kita harus berorientasi pada hasil, fokus pada return dengan juga menghitung resiko dan bersedia menjalani proses untuk mendapatkan hasil yang optimal. Oya untuk mengetahui lebih banyak tentang insyaf dan irit ini, bisa berkunjung ke http://insyaf-irit-invest.com/
  2. Mempunyai motivasi dan visi yang jelas. Untuk bisa menjaga konsistensi pola hidup hemat dan disiplin dalam keuangan, saya selalu meminta mereka menulis apa saja tujuan finansial mereka seperti misalnya membelikan rumah untuk kedua orang tua, melanjutkan kuliah, mempunyai usaha dll. Dengan demikian, mereka akan fokus dengan apa yang menjadi tujuan finansialnya dan bisa menunda kesenangannya untuk sementara. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, maka kita harus menentukan terlebih dahulu jangka waktunya, apakah jangka pendek (1-6 bulan), jangka menengah (6 bulan-3 tahun)atau jangka panjang (diatas 3 tahun) karena hal tersebut berpengaruh terhadap produk investasi yang kita pilih.
  3. Membeli masa depan dengan harga hari ini. Tiga langkah yang perlu diperhatikan adalah ketahui biaya sekarang dan asumsi inflasinya, berapa tahun lagi dimanfaatkan, hitung dengan FUTURE VALUE sehingga bisa diketahui dana yang perlu diinvestasikan untuk mencapainya. Rumus sederhana menghitung Future value adalah :

    FV = PV * (1+r)n, dimana PV: nilai saat ini, r: tingkat inflasi, dan n: periode/waktu

    Info lengkap mengenai perhitungan FUTURE VALUE untuk berbagai kebutuhan bisa dilihat di website salma dinar. Bagaimana artikulasi dalam kehidupan sehari-hari, juga terhadap keputusan investasi? singkatnya sebagai berikut :

    Sumber : Materi Akber Pak Endy K

    Sumber : Materi Akber Pak Endy K

  4. Berwirausaha sejak dini. Dengan berwirausaha sejak dini, mereka sudah bisa belajar memperoleh penghasilan dan usaha merupakan salah satu investasi. Menurut saya, ketika muda meskipun gagal namun mereka sudah menghabiskan jatah gagalnya sehingga ketika kelak membangun usaha, mereka sudah belajar banyak dari usaha yang pernah di lakukannya. Alhamdulillah siswa saya saat ini tergabung dalam komunitas Siswa Wirausaha untuk belajar dan memperoleh penghasilan sejak dini.
  5. Mengenal Investasi Reksadana sejak dini. Menurut saya instrumen investasi yang cukup menguntungkan adalah Reksadana. Beberapa keunggulan Reksadana seperti yang di share oleh kelas @akberJKT antara lain :
    Keunggulan Reksadana, sumber : @akberJKT

    Keunggulan Reksadana, sumber : @akberJKT

    Saya sangat tertarik dengan 3 keunggulan Reksa Dana yaitu Aman, Terjangkau dan Bisa Dicicil. Hal itulah yang memotivasi saya untuk langsung membeli produk investasi reksadana. Salah satunya adalah Reksa Dana Manulife. Kemudian saya mengajak salah satu siswa untuk membeli produk Reksa Dana Manulife. Saya mengajak dia agar bisa mengetahui lebih lanjut tentang Reksa Dana dan bisa share ke teman-temannya di sekolah. Hanya dengan minimal Rp.100.000 saja kita sudah bisa berinvestasi di Reksa Dana Manulife. Nah, mudah kan berinvestasi? Ketika tiba di kantor pusat Manulife, yang beralamat di Lantai 3 South Tower, Sampoerna Strategic Square, kami di terima dengan ramah oleh petugas bernama Mario. Singkatnya Reksa Dana hampir sama dibandingkan bila kita berinvestasi secara langsung di obligasi atau saham yang di kelola oleh Manajer Investasi (MI). MI bisa berinvestasi di instrumen selain di saham atau obligasi. Portofolio dana tidak hanya bisa terdiri dari saham atau obligasi. Ketika kita akan berinvestasi di Reksa Dana, kita perlu membaca prospektus (dokumen yang menyediakan informasi tentang Reksa Dana tersebut) untuk lebih memahami mengenai tipe aset, portofolio, dan risiko yang terkandung di dalamnya. Reksadana mempermudah jika kita ingin berinvestasi di pasar modal tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Karena kita hanya menitipkan uang melalui MI yang kemudian mereka akan membelanjakan saham-saham kita sesuai dengan profil resiko kita. Ketika harga saham naik, maka otomatis produk reksadana kita ikut naik. Ketika membeli Reksa Dana Manulife saya dan siswa saya banyak di jelaskan tentang Reksa Dana dan bagaimana ia bekerja.

    Misalnya saya membeli Reksa Dana Manulife Syariah Sektoral Amanah (MSSA) tanggal 5 Desember 2014 Rp.3.600.000 dan NAB/unit ketika di beli seharga Rp.3.791, maka saya mendapat sejumlah 949,62 unit penyertaan. Nah ketika misalnya 5 Desember 2015, saya menjual kembali seluruh Reksa Dana dengan NAB/unit Reksa Dana MSSA pada hari itu adalah Rp. 5.200. Maka total investasi yang Anda dapatkan adalah 949,62 x 5.200 = Rp.4.938.011. Jadi keuntungan saya sebesar Rp.4.938.011 – Rp.3.600.000  = Rp 1.338.011. Wah lumayan banget kan nilainya dalam setahun? :)) oya untuk tahu produk-produk Reksa Dana Manulife bisa dilihat disini. Ga susah ko beli Reksa Dana Manulife, pertama datang langsung ke Kantor Pusat Manulife bagian MAMI (Manulife Aset Manajemen Indonesia) atau kalo males karena jauh bisa membeli di Bank Rekanan seperti Mandiri, BNI dll namun ada tambahan biaya. Selanjutnya adalah isi formulir pembelian dan profil resiko. Jangan lupa bawa KTP, buku tabungan, ATM, NPWP. Kita bisa daftar untuk autodebet juga loh, makanya jangan lupa bawa buku tabungan dan ATM 🙂 nih, referensi tentang Reksa Dana dan jenis-jenis Reksa Dana disini. Oya berikut ilustrasi yang bersumber dari @AkberJKT kalo kita rutin berinvestasi Rp.100.000 setiap bulannya ..

    Ilustrasi

    Ilustrasi return investasi Reksa Dana

    Nah mudah kan untuk sadar investasi sedini mungkin, semakin dini kita mempersiapkan investasi, maka semakin baik terutama untuk mencapai kebebasan finansial. Selamat berinvestasi.

Advertisements

10 comments on “LANGKAH MUDAH SADAR INVESTASI SEJAK DINI

  1. waaah…penjelasan yang lengkap mak…yang paling penting memang membedakan kebutuhan dan keinginan…apalagi kalau godaannya banyaaak bangeet hehehe…Frankly, aku juga lagi menimbang untuk investasi di reksadana…lagi diskusi dengan my hubby :). good luck mak..

    • makasihh mak kunjungannyaa ..yups mb soalnya kadang kebutuhan dan keinginan itu jadi relatif ya tergantung orangnya hehhe.. iya, di zaman serba online ini aplagi lebih banyak godaannya… iya mak, pelajari dulu aja reksa dana sama profil resiko kita..Insya Allah hasilnya di atas inflasi…makasih makkk, good luck juga ya invest nyaa:))

    • kalo turun.. nilai reksadana ikut turun juga mak
      makany ga di sarankan untuk investasi jangka pendek, biasany jangka panjang.. >5 tahun.. soalny kalo jangka panjang nilai saham cenderung naik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s