Bagaimana Memanfaatkan TIK untuk Pendidikan?

Saat ini kita hidup di era 2.0, era dimana semua orang terhubung dan berbagi. Komunikasi terjadi tidak hanya satu arah dalam dunia apapun termasuk dunia pendidikan, dunia tempat saya mengabdi. Jika dulu pembelajaran yang saya dapatkan tahun 1990an sampai 2000an masih banyak yang terpusat pada satu sumber yaitu guru atau buku, maka saat ini saya tidak bisa memperlakukan hal yang sama kepada peserta didik saya. Mengapa? Karena mereka hidup di zaman dimana informasi bisa di dapat dari banyak sumber dengan mudahnya, ditunjang oleh keberadaan internet dan gadget yang semakin murah. Mereka bisa menjadi pandai dengan sendirinya, peran yang lebih penting menurut saya seperti yang di katakan Prof. Iwan Pranoto adalah bagaimana seorang pendidik bisa membuat peserta didiknya kasmaran belajar. Faktanya, banyak pekerjaan di zaman sekarang itu tidak ada 10 tahun yang lalu. Contohnya seperti analis media, sosial media strategis dan masih banyak lagi. Karena hal tersebut, maka tugas kita adalah menjadikan belajar menjadi suatu kenikmatan dan bukan paksaan, sehingga anak akan mudah mempelajari apapun sesuai dengan minat dan perkembangannya.

Education is about inspiring young people not just filling their heads with facts.

Saya juga menilai anak-anak saat ini bukan generasi penurut, sehingga dalam pembelajaran harus di buat lebih menarik dan salah satunya memanfaatkan teknologi seperti internet dalam proses pembelajaran. Teknologi muncul seperti dua sisi mata uang, namun sebagai guru,  tugas kita bukan menghindarinya dengan berbagai alasan, namun mengoptimalkan kompetensi kita dan peserta didik sehingga berpengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Dalam sebuah seminar yang saya ikuti, dikatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi secara positif dapat memberikan manfaat seperti:

  1. Searching: mencari informasi, data, gambar dan pengetahuan
  2. Learning: pembelajaran untuk menulis jurnal atau pengetahuan
  3. Collecting: mengkoleksi gambar, lagu dan video
  4. Communicating: jejaring sosial menjadi tempat mencari teman
  5. Creating: wadah kreativitas dan inovasi

Perkembangan teknologi dan informasi mendorong terciptanya elearning. Horton (2006: 1) mendefinisikan elearning sebagai penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk menciptakan pengalaman dalam belajar. E-learning biasanya menggunakan teknologi jaringan informasi dan komunikasi pada proses pembelajaran. Ada berbagai macam teknologi yang dapat digunakan, mulai dari aplikasi komputer online maupun offline, teknologi presentasi seperti aplikasi Microsoft PowerPoint atau proyektor, World Wide Web, web-conference, materi multimedia seperti foto atau animasi, dan masih banyak lagi. Alat tersebut sangat membantu kita sebagai pendidik dalam mengakomodir berbagai tipe belajar siswa sesuai dengan tipe kecerdasannya. Seperti kita tahu bahwa kecerdasan tidak selalu menyangkut intelektual, Gardner mengungkapkan kecerdasan majemuk yang menunjukkan bahwa tidak anak yang bodoh. Sebagai contoh, dengan bantuan komputer para guru bisa merancang pembelajaran yang lebih menarik karena bisa dilengkapi gambar, suara, video animasi selain itu siswa pun bisa kita minta untuk belajar aktif dengan mencari dan merancang sendiri model pembelajaran yang dikuasainya untuk kemudian dipresentasikan.

Teknologi informasi dan komunikasi seperti internet juga memudahkan guru dan siswa mendapatkan literatur terkait pembelajaran. Guru dan siswa dapat dengan cepat memperoleh bahan belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kegiatan tidak terhenti di ruang kelas. Internet pun mendukung perkembangan sosial media seperti twitter dan facebook sehingga mereka dapat terhubung dengan para pakar dan rekan sesama guru di seluruh dunia. Karena internet pula, saya bisa mendapatkan blog-blog guru yang keren seperti yang di miliki oleh @gurukreatif @dwitagama @wijayalabs dll dan menginspirasi saya untuk menulis di blog dan akhirnya membuka banyak kesempatan bagi saya mengupgrade kemampuan di bidang pendidikan dan membuka jalan bertemu dengan rekan-rekan hebat baik di dunia blog, volunteeering maupun pendidikan.

Saya berusaha menularkan blogging kepada peserta didik saya untuk menumbuhkan budaya menulis. Hal tersebut penting, karena dengan menulis maka akan melatih kemampuan berfikir kritis dan ilmiah. Tak dipungkiri, budaya menulis masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Saya mewajibkan setiap siswa untuk mempunyai blog yang bisa mereka gunakan untuk mengerjakan tugas, mereview materi dll. Beberapa contoh alamat blog yang di miliki oleh siswa saya :

Perkembangan teknologi dan informasi juga sangat menunjang pembelajaran kewiraushaan yang saya ampu. Saya sangat menekankan praktek dalam berwirausaha dan ingin mengembangkan jiwa wirausaha sejak dini sekaligus membantu biaya pendidikan mereka. Kemudian kami  membuat portal siswa wirausaha http://siswawirausaha.net, disana kami menginformasikan kegiatan-kegiatan kami dan juga mengundang volunteer mengajar di bidang wirausaha dan lainnya, serta membuat form sederhana jika ada pihak yang ingin membeli produk atau jasa yang kami tawarkan. Kami juga mengoptimalkan sosial media seperti facebook dan twitter untuk usaha kami.

Untitled-1

Kami juga menggunakan TIK untuk mengajari siswa sesuatu yang membantu memudahkan pekerjaan seperti membuat google docs, mencari referensi materi pelajaran, membuat video tutorial sederhana, menggunkan aplikasi Tweetdeck untuk membuat schedule admin di sosial media dll.

Saat ini kami sudah menerima beberapa pekerjaan admin sosial media yang berdampak pada semakin sibuknya para peserta didik belajar wirausaha sejak dini dan tidak sempat memikirkan menggunakan internet untuk sesuatu yang negatif seperti menggunakan sosial media untuk bergalau dan ber “Alay” ria. Dengan perkembangan alat informasi dan komunikasi masyarakat terutama remaja mengalami pergeseran budaya, terutama bahasa dimana kita kenal dengan bahasa alay. Can you read this?

Contoh Bahasa "alay" anak remaja

Contoh Bahasa “alay” anak remaja

Kenyataan tersebut cukup memprihatinkan, terutama untuk kita sebagai pendidik. Saat ini kita harus banyak berperan untuk mengawasi dan mendorong peserta didik untuk berinternet secara sehat, aman serta produktif. Seperti contohnya Raditya Dika, dari kesukaannya menulis di blog bisa kemudian membuat sebuah buku dan bahkan ditawari untuk di filmkan. Contoh lain adalah Salman Al Farisi yang berhasil membuat aplikasi belajar di handphone, Arrival dan Taufik, pelajar di Bandung yang berhasil membuat Artav anti virus, Muh. Yahya siswa SMP yang berhasil membuat situs salingsapa dll.

Kegiatan kami terbaru yang memanfaatkan TIK adalah kegiatan Garage Sale yang kami lakukan baik online maupun offline. Perkembangan sosial media dan internet membantu memudahkan kami menyebarkan informasi tersebut sehingga di harapkan bisa berkembang lebih cepat. Alhamdulillah respon nya sangat baik, saya akan terus melakukan praktek-praktek pembelajaran kewirausahaan langsung dan tentunya dengan bantuan teknologi akan mempercepat tujuan yang ingin di capai.

Peran guru juga sekaligus sebagai pembentuk karakter dengan selalu mengajarkan sikap yang membangun karakter baik. Dengan demikian, kita dapat lebih efektif mencegah kejadian buruk yang tidak diinginkan menimpa peserta didiknya terkait perkembangan tekonologi. Sudah seharusnya kita terus mengikuti perkembangan teknologi informatika dan komunikasi sehingga bisa mendorong peserta didik untuk berkreativitas dan berkarya.

Sudah seharusnya kita memasuki metode pendidikan digital yang memudahkan semua orang untuk belajar. Pendidikan 2.0 menjadikan interaksi murid-guru menjadi lebih baik dan kegiatan belajar lebih menyenangkan. Desak internet ada di seluruh sudut Indonesia, agar keterbukaan info & komunikasi jadi dasar edukasi.

Tulisan ini di sertakan dalam lomba Lomba Menulis di Blog untuk Guru 10609711_10202155495522702_5836094167328797818_nIndonesia Terdidik TIK (IndiTIK)

Advertisements

21 comments on “Bagaimana Memanfaatkan TIK untuk Pendidikan?

  1. Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Konsep pembelajaran & metodologinya jg akan trus berubah seiring dengan progres kecanggihan teknologi. Dan Guru harus siap dengan itu. Artikel yg inspiratif. Salam Edukasi.

  2. Pengalaman Icus lalu kemudian dituliskan juga sangat menginspirasi. Thanks to tik yang mampu menjadi jembatan informasi paling cepat antara satu sama lain. Terus berjuang ya, Cus. Semoga semuanya selalu dimudahkan dan dilancarkan. Aamiin

    • Makasihh mb mirr ❤
      Iyap TIK bermanfaat banget untuk kita, karena TIK juga ak bisa ikutan Amprokan Blogger trus ketemu mb mira dehh..
      siap mb, harus lebih banyak belajar..makasih banyak support2nyaa:)

  3. TIK memberikan kemudahan sekaligus tantangan untuk guru agar bisa semaksimal mungkin memanfaatkannya untuk proses pembelajaran yang lebih menarik bagi peserta didik ..

    Keep writing dear:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s