Bagaimana Memulai dan Menggali Ide Usaha

Banyak orang yang ingin usaha, terutama kaum muda namun tidak tahu bagaimana memulainya. Banyak juga yang takut memulai bisnis karena berpendapat bahwa bisnis itu memerlukan modal yang tidak sedikit dan belum tentu keuntungan yang di dapat. Banyak juga karena rasa pesimis terutama tentang kodisi ekonomi secara umum. Padahal telah terbukti bahwa krisis ekonomi terutama tahun 1998 tidak banyak mempengaruhi UKM-UKM yang notabene wirausahawan kecil bahkan muncul pengusaha-pengusaha baru. Terbukti bahwa krisis ekonomi membuka kesempatan bisnis-bisnis baru, hal itu menunjukkan bahwa ada peluang di setiap kesulitan.

Sumber : businessplanmentor.com

Sumber : businessplanmentor.com

Dalam situasi sulit sekalipun anak muda anak-anak muda yang memiliki intuisi bisnis yang kuat dan sikap pantang menyerah selalu dapat melihat peluang bisnis. Mereka tidak memperbesar keraguan, ketakutan dan kekhawatiran yang pastinya datang. Ada beberapa tips untuk berani memulai usaha, antara lain :

  1. Mempunyai mindset dan mental seorang wirausahawan. Mindset yang benar akan membawa pada tindakan yang tepat sebagai seorang wirausahawan. Mempunyai mental yang kuat sebagai seorang wirausahawan sangat penting karena dia pasti akan menghadapi kendala-kendala dalam usahanya. Namun mental seorang pemenang tidak akan pernah menyerah ketika menghadapi masalah.
  2. Mempunyai alasan membuka usaha atau temukan faktor “Why”. Kita harus punya alasan yang cukup kuat untuk membuka usaha. Alasan yang kuat akan menggerakan langkah kita menjadi semakin mantap untuk memulai usaha. Contoh alasan misalnya berbisnis karena ingin mempunyai pendapatan seperti yang diinginkan, ingin mempunyai kebebasan waktu, ingin mepekerjakan banyak orang dan lain-lain.
  3. Menentukan ide usaha apa yang akan dimulai. Carilah ide yang solid, inovatif, dan kreatif dalam memulai bisnis baru. Proses mencari ide usaha hendaklah dilakukan dengan pertimbangan matang untuk meminimalisir kegagalan. Ide bisnis yang mudah bisa dimulai dengan hobi yang kita sukai. Contohnya saja hobi merajut, mengapa tidak membuat barang-barang dari rajutan dan kemudian memasarkannya secara online. Selain itu, ide juga bisa datang dari hal-hal sederhana sekalipun dan belum terpikirkan oleh orang lain. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencari referensi sebanyak mungkin mulai dari buku, internet, mengikuti seminar atau berdiskusi dengan orang lain.
  4. Memulai usaha dengan skala kecil. Pepatah Cina mengatakan 1000 langkah selalu di mulai dari langkah pertama, atau sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Usaha yang kecil tentunya juga hanya memerlukan modal yang relatif lebih kecil. Ketika memulai usaha, maka akan muncul kekhawatiran, maka memulai dengan modal kecil resikonya kegagalannya pun juga kecil. Jikapun gagal, anggap saja uang itu tidak benar-benar hilang tapi biaya belajar.
  5. Modal bukan syarat utama. Banyak yang berfikir bahwa faktor penentu dalam kesuksesan sebuah usaha adalah modal yang berupa uang. Perlu dicatat bahwa modal usaha berupa uang memang penting dalam memulai atau membuka usaha, akan tetapi modal usaha itu tidaklah hanya berupa uang saja. Ide usaha, mindset, semangat, ketekunan, keuletan dan kerja keras merupakan modal usaha yang justru lebih penting dari modal yang berupa uang. Jadi menurut saya, kesuksesan sebuah usaha tidak hanya dilihat dari besar kecilnya modal saja tapi faktor ketekunan, keuletan dan kerja keras justru sangat mempengaruhi. Modal yang diperlukan dalam sebuah usaha itu tergantung pada jenis usaha dan skala usahanya, bahkan bisa tanpa modal yaitu dengan menggunakan uang orang lain dengan sistem kerjasama
  6. Manfaatkan secara maksimal teknologi yang ada. Dalam membantu pemasaran (promosi), monitoring dan juga komunikasi dengan tim kerja di usaha kita maka gunakan teknologi seperti: website, jejaring sosial (seperti Facebook, Twitter, dll), email, smartphone, blog dan lainnya.
  7. Perluas jejaring dengan Wirausahawan. Jika ingin sukses berkumpulah dengan orang sukses. Kata- kata tersebut juga berlaku ketika kita hendak membuka sebuah usaha. Bergabung dengan komunitas-komunitas seperti Tangan di Atas, grup/ forum wirausaha yang bisa membantu kita mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari yang lainnya sehingga kita juga dapat mempunyai lingkungan usaha yang saling mensupport.
  8. Menentukan Produk atau Jasa. Dalam menentukan produk atau jasa, kita dapat melihatnya berdasarkan beberapa hal diantaranya berdasarkan keahlian kita. Misalnya kita ahli masak, ahli mendesain maka itulah yang bisa kita jadikan usaha. Selain itu, bisa berdasarkan trend yang sedang di gemari masyarakat. Misalnya masyarakat kita sedang menyukai masakan pedas, maka kita bisa belajar membuat aneka makanan pedas dan menjualnya. Terakhir, bisa dengan berdasarkan peluang. Misalnya di sekitar kita ada banyak tersedia kemasan bekas kopi, detergen, pewangi dll, maka kita bisa membuat aneka kerajinan seperti tas, dompet, dll. Dengan demikian barang tersebut menjadi lebih bernilai secara ekonomi selain juga membantu mencegah kerusakan lingkungan.
  9. Menentukan target pasar. Kita harus menentukan sasaran pasar yang kita tuju yaitu menentukan kepada siapa produk kita akan dijual, apakah akan dijual kepada kalangan atas, kalangan menengah atau kalangan bawah. Tentunya menjual produk kepada kalangan bawah harus di sesuaikan dengan daya belinya. Juga dengan membuat analisis produk berdasarkan jenis kelamin pria atau wanita, dan berdasarkan umur anak, remaja dewasa atau orang tua. Kita harus sesuaikan produk kita dengan kebutuhan mereka.
  10. Membuat Proposal Bisnis. Proposal usaha berisi gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek. dengan demikian dalam menyusun sebuah study kelayakan bisnis harus benar. Dalam proposal usaha mencakup aspek pasar dan pemasaran, aspek organisasi dan manajemen, aspek produksi, penelitian dan pengembangan, aspek keuangan dll.
  11. Eksekusi dan Konsistensi. Sebagus apapun rencana yang kita buat, apabila tidak pernah di eksekusi dengan tepat maka akan berakhir juga dengan kegagalan. Jadi pastikan kita mengeksekusi rencana seperti yang di tulis di rencana bisnis kita. Selain mengeksekusi penting juga untuk kita tetap konsisten dan tekun. Jangan mudah menyerah di tengah jalan. Dispilin dan tidak menunda suatu pekerjaan yang berkaitan dengan usaha kita. Lakukan evaluasi setiap saat dan temukan inovasi-inovasi yang akan dilakukan untuk kemajuan usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 comments on “Bagaimana Memulai dan Menggali Ide Usaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s