Penghambat Mental Wirausahawan Muda di Indonesia

Kebanyakan keluarga di Indonesia sejak anaknya masih kecil selalu mendoktrin atau memotivasi untuk belajar yang rajin, meraih nilai tinggi dan kemudian mencari pekerjaan yang mapan atau syukur-syukur menjadi PNS karena masa depan lebih pasti dan terjamin. Sehingga muncul kesimpulan bahwa seseorang harus belajar keras dan memiliki nilai tinggi jika ingin memperoleh pekerjaan yang bagus. Jarang sekali orang tua yang memotivasi anaknya untuk belajar membangun bisnis, mepekerjakan orang dan menjadi wirausahawan yang mapan. Orang tua berpendapat masa depan seorang wirausahawan itu tidak pasti dan penuh resiko. Padahal jika dilihat banyak nilai positif dari seorang wirausahawan, mereka memulai bisnis dari yang terkecil kemudian mempekerjakan karyawan.

Wirausahawan harus berfikir besar, sumber: ajeva.com

Wirausahawan harus berfikir besar, sumber: ajeva.com

Para orang tua banyak mendengar wirausahawan yang gagal dan hal tersebut bisa di buktikan dengan data statistik meskipun tidak signifikan bahwa 99% bisnis gagal di 10 tahun pertama. Statistik menunjukan juga bahwa 90 % bisnis gagal setelah lima tahun pertama. Statistik lain menunjukan 90 % dari 10 % dari binis yang dirintis mampu bertahan pada lima tahun pertama, gagal di 10 tahun pertama. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya adalah  :

  1. Mindset yang salah. Mindset di keluarga atau lingkungan kita yang selalu mengajarkan untuk sekolah yang rajin, pintar untuk di jadikan bekal mencari pekerjaan alias menjadi pegawai di perusahaan ternama atau Pegawai Negeri Sipil yang lebih menjamin masa depan daripada bersusah payah merintis usaha yang belum pasti keberhasilannya. Seorang wirausahawan harus dididik untuk berfikir besar, artinya kita harus bisa mengedukasi bahwa menjadi wirausahawan dapat menjadi solusi di masyarakat terutama menyangkut pengangguran dan kemiskinan. Menjadi wirausahawan kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun juga turut andil menjadi solusi di masyarakat yang lebih banyak lagi.
  2. Keahilan atau skills yang kurang untuk menjadi seorang wirausahawan dimana berbeda keahlian untuk wirausahawan dan karyawan. Hal tersebut di dukung oleh tidak di ajarkannya pendidikan kewirausahaan di sekolah di semua jenjang pendidikan. Padahal pendidikan kewirausahaan bisa di ajarkan sejak bangku sekolah tentunya di sesuaikan dengan tingkat pemahaman berdasarkan usianya. Jadi masih banyak kekeliruan pemahaman soal kewirausahaan, dimana banyak yang mengatakan bahwa kewirausahaan itu merupakan bakat yang di bawa seseorang sejak lahir. Namun kenyataannya tidak demikian, kewirausahaan merupakan sesuatu yang bisa di pelajari.
  3. Menyerah lebih cepat. Banyak wirausahawan yang menyerah karena mengahadapi kegagalan, padahal resiko kegagalan merupakan sesuatu yang harus kita hadapi. Namun orang hebat adalah orang berkali-kali jatuh namun bangkit kembali. Banyak orang yang menyerah padahal kesuksesan tinggal selangkah lagi di dapat. Setiap orang mempunyai jatah gagalnya masing-masing, sehingga selagi masih muda habiskan jatah gagal.
  4. Kurangnya skills dan pengalaman di bidang jasa dan produk usaha yang di tekuni. Banyak wirausahawan yang menjalankan bisnis karena sekedar ikut-ikutan bisnis yang sedang naik daun, padahal kurang pengetahuan akan hal tersebut. Sebuah bisnis akan lebih baik jika di sesuaikan dengan minat atau hobi kita atau bidang yang kita kuasai. Hal tersebut akan mempermudah dalam menjalankannya. Selain itu pemilihan bisnis yang disesuaikan dengan hobi kita maka membuat kita tidak gampang menyerah ketika menghadapi masalah, karena kita melakukan sesuatu yang kita sukai. Selain itu, ada pepatah mengatakan lakukanlah sesuatu yang kita sukai, maka seumur hidup kita tidak akan pernah merasa sedang bekerja.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s