Bagaimana Memulai dan Menggali Ide Usaha

Banyak orang yang ingin usaha, terutama kaum muda namun tidak tahu bagaimana memulainya. Banyak juga yang takut memulai bisnis karena berpendapat bahwa bisnis itu memerlukan modal yang tidak sedikit dan belum tentu keuntungan yang di dapat. Banyak juga karena rasa pesimis terutama tentang kodisi ekonomi secara umum. Padahal telah terbukti bahwa krisis ekonomi terutama tahun 1998 tidak banyak mempengaruhi UKM-UKM yang notabene wirausahawan kecil bahkan muncul pengusaha-pengusaha baru. Terbukti bahwa krisis ekonomi membuka kesempatan bisnis-bisnis baru, hal itu menunjukkan bahwa ada peluang di setiap kesulitan.

Sumber : businessplanmentor.com

Sumber : businessplanmentor.com

Dalam situasi sulit sekalipun anak muda anak-anak muda yang memiliki intuisi bisnis yang kuat dan sikap pantang menyerah selalu dapat melihat peluang bisnis. Mereka tidak memperbesar keraguan, ketakutan dan kekhawatiran yang pastinya datang. Ada beberapa tips untuk berani memulai usaha, antara lain :

  1. Mempunyai mindset dan mental seorang wirausahawan. Mindset yang benar akan membawa pada tindakan yang tepat sebagai seorang wirausahawan. Mempunyai mental yang kuat sebagai seorang wirausahawan sangat penting karena dia pasti akan menghadapi kendala-kendala dalam usahanya. Namun mental seorang pemenang tidak akan pernah menyerah ketika menghadapi masalah.
  2. Mempunyai alasan membuka usaha atau temukan faktor “Why”. Kita harus punya alasan yang cukup kuat untuk membuka usaha. Alasan yang kuat akan menggerakan langkah kita menjadi semakin mantap untuk memulai usaha. Contoh alasan misalnya berbisnis karena ingin mempunyai pendapatan seperti yang diinginkan, ingin mempunyai kebebasan waktu, ingin mepekerjakan banyak orang dan lain-lain.
  3. Menentukan ide usaha apa yang akan dimulai. Carilah ide yang solid, inovatif, dan kreatif dalam memulai bisnis baru. Proses mencari ide usaha hendaklah dilakukan dengan pertimbangan matang untuk meminimalisir kegagalan. Ide bisnis yang mudah bisa dimulai dengan hobi yang kita sukai. Contohnya saja hobi merajut, mengapa tidak membuat barang-barang dari rajutan dan kemudian memasarkannya secara online. Selain itu, ide juga bisa datang dari hal-hal sederhana sekalipun dan belum terpikirkan oleh orang lain. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencari referensi sebanyak mungkin mulai dari buku, internet, mengikuti seminar atau berdiskusi dengan orang lain.
  4. Memulai usaha dengan skala kecil. Pepatah Cina mengatakan 1000 langkah selalu di mulai dari langkah pertama, atau sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Usaha yang kecil tentunya juga hanya memerlukan modal yang relatif lebih kecil. Ketika memulai usaha, maka akan muncul kekhawatiran, maka memulai dengan modal kecil resikonya kegagalannya pun juga kecil. Jikapun gagal, anggap saja uang itu tidak benar-benar hilang tapi biaya belajar.
  5. Modal bukan syarat utama. Banyak yang berfikir bahwa faktor penentu dalam kesuksesan sebuah usaha adalah modal yang berupa uang. Perlu dicatat bahwa modal usaha berupa uang memang penting dalam memulai atau membuka usaha, akan tetapi modal usaha itu tidaklah hanya berupa uang saja. Ide usaha, mindset, semangat, ketekunan, keuletan dan kerja keras merupakan modal usaha yang justru lebih penting dari modal yang berupa uang. Jadi menurut saya, kesuksesan sebuah usaha tidak hanya dilihat dari besar kecilnya modal saja tapi faktor ketekunan, keuletan dan kerja keras justru sangat mempengaruhi. Modal yang diperlukan dalam sebuah usaha itu tergantung pada jenis usaha dan skala usahanya, bahkan bisa tanpa modal yaitu dengan menggunakan uang orang lain dengan sistem kerjasama
  6. Manfaatkan secara maksimal teknologi yang ada. Dalam membantu pemasaran (promosi), monitoring dan juga komunikasi dengan tim kerja di usaha kita maka gunakan teknologi seperti: website, jejaring sosial (seperti Facebook, Twitter, dll), email, smartphone, blog dan lainnya.
  7. Perluas jejaring dengan Wirausahawan. Jika ingin sukses berkumpulah dengan orang sukses. Kata- kata tersebut juga berlaku ketika kita hendak membuka sebuah usaha. Bergabung dengan komunitas-komunitas seperti Tangan di Atas, grup/ forum wirausaha yang bisa membantu kita mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari yang lainnya sehingga kita juga dapat mempunyai lingkungan usaha yang saling mensupport.
  8. Menentukan Produk atau Jasa. Dalam menentukan produk atau jasa, kita dapat melihatnya berdasarkan beberapa hal diantaranya berdasarkan keahlian kita. Misalnya kita ahli masak, ahli mendesain maka itulah yang bisa kita jadikan usaha. Selain itu, bisa berdasarkan trend yang sedang di gemari masyarakat. Misalnya masyarakat kita sedang menyukai masakan pedas, maka kita bisa belajar membuat aneka makanan pedas dan menjualnya. Terakhir, bisa dengan berdasarkan peluang. Misalnya di sekitar kita ada banyak tersedia kemasan bekas kopi, detergen, pewangi dll, maka kita bisa membuat aneka kerajinan seperti tas, dompet, dll. Dengan demikian barang tersebut menjadi lebih bernilai secara ekonomi selain juga membantu mencegah kerusakan lingkungan.
  9. Menentukan target pasar. Kita harus menentukan sasaran pasar yang kita tuju yaitu menentukan kepada siapa produk kita akan dijual, apakah akan dijual kepada kalangan atas, kalangan menengah atau kalangan bawah. Tentunya menjual produk kepada kalangan bawah harus di sesuaikan dengan daya belinya. Juga dengan membuat analisis produk berdasarkan jenis kelamin pria atau wanita, dan berdasarkan umur anak, remaja dewasa atau orang tua. Kita harus sesuaikan produk kita dengan kebutuhan mereka.
  10. Membuat Proposal Bisnis. Proposal usaha berisi gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek. dengan demikian dalam menyusun sebuah study kelayakan bisnis harus benar. Dalam proposal usaha mencakup aspek pasar dan pemasaran, aspek organisasi dan manajemen, aspek produksi, penelitian dan pengembangan, aspek keuangan dll.
  11. Eksekusi dan Konsistensi. Sebagus apapun rencana yang kita buat, apabila tidak pernah di eksekusi dengan tepat maka akan berakhir juga dengan kegagalan. Jadi pastikan kita mengeksekusi rencana seperti yang di tulis di rencana bisnis kita. Selain mengeksekusi penting juga untuk kita tetap konsisten dan tekun. Jangan mudah menyerah di tengah jalan. Dispilin dan tidak menunda suatu pekerjaan yang berkaitan dengan usaha kita. Lakukan evaluasi setiap saat dan temukan inovasi-inovasi yang akan dilakukan untuk kemajuan usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Wirausahawan Sukses Berbagi Inspirasi:Catatan dari Kunjungan Mba Ollie

Tanggal 31 Agustus 2013, komunitas siswa wirausaha kedatangan seorang Wirausahawan sekaligus penulis 26 buku, Aulia Halimatussadiah atau yang akrab di sapa Ollie (Salsabeela). Mba Ollie membawakan materi yang berjudul “Perjalanan Wirausaha Saya”. Mba Ollie dengan gamblang menceritakan perjalanan wirausahanya sekaligus tips nya meraih sukses. Mba Ollie merupakan lulusan IT Gunadarma. Usianya  masih muda, baru masuk 30 tahun, sudah sukses menjalankan bisnis dengan bantuan IT. Mba Ollie telah banyak mendapatkan penghargaan. Salah satunya ‘One of top 10 Women in Indonesia IT World 2011′ oleh InfoKomputer Magazine, Inspiring Woman in ICT dari Kominfo dan masih banyak penghargaan lainnya.

Mba Ollie pada awalnya bekerja di perusahaan di bidang IT sebagai web developer. Kesenangannya pada buku, membuat ia bersama temannya membuat website toko buku online, yang dinamainya www.kutukutubuku.com. Keseriusan menjalani bisnis toko buku online ini, akhirnya Mba Ollie memutuskan untuk fokus dan keluar dari perusahaan IT tersebut. Di sanalah awal merintis bisnis, yang kemudian muncul kesempatan-kesempatan baru yang pada akhirnya membawa Mba Ollie menuju kesuksesan lainnya. Selain mempunyai kutukutubuku.com, Mba Ollie juga Co-Founder nulisbuku.com, inisiator Startup Lokal, Girls In Tech dan Bincang Edukasi, blogger, dan masih banyak aktivitas lainnya. Mba Ollie juga sering banget jadi pembicara di berbagai acara. Suksesnya Mba Ollie juga membantu permasalahan banyak orang, seperti nulisbuku.com, yang mewujudkan impian siapapun yang ingin jadi penulis.
Cantik, cerdas, dan aktif cocok merupakan kata yang cocok untuk Mba Ollie. Mba Ollie juga memanfaatkan social media seperti Twitter dan blog untuk melebarkan sayapnya dan mengenalkannya ke dunia luar bahwa wanita Indonesia itu aktif dan cerdas. Ya, karena kesukaannya menulis di blog membuat Mba Ollie di kenal di luar dan sering mendapatkan kesempatan gratis ke luar negeri. Mengapa bisa? Karena Mba Ollie menulis blog nya menggunakan Bahasa Inggris. Dalam waktu dekat, 15 September 2013 ini, Mba Ollie di undang ke Amerika melalui US Embassy selama 3 minggu. Wow. Kesukaannya menulis blog dalam Bahasa Inggris juga membuat Mba Ollie mempunyai banyak sahabat dari berbagai negara. Kesukaanya menulis blog juga membuat Mba Ollie menjadi Sahabat ACER, dan mendapatkan gadget ACER terbaru ketika produk terbaru mereka di keluarkan. Keren!

Sharing bersama Mb Ollie. sumber: dok Mb Ollie

Sharing bersama Mb Ollie. sumber: dok Mb Ollie

Menurut Mba Ollie untuk mencapai apa yang di cita-citakan harus di mulai dengan Why. Artinya temukan alasan mengapa kita ingin melakukannya. Hal tersebut menjadi motivasi kita melakukan sesuatu. Selain itu, tentukan deadline kapan kita selesai mengerjakan sesuatu, kemudian temukan mentor atau orang yang bisa membimbing kita dan terakhir selalu tantang diri sendiri serta disiplin. Dalam kesempatan ini Mba Ollie juga meminta siswa wirausaha untuk menulis impiannya masing-masing, karena mimpi itu gratis dan kita bisa mewujudkannya selama kita berusaha untuk mewujudkannya.

Mencetak Siswa yang Kreatif dan Inovatif: Catatan dari Kunjungan Kak Ardi

Berbicara tentang inovasi dan kreatifitas, saya jadi ingat ketika kami kedatangan Kak Ardiansyah. Kak Ardi saat ini sedang belajar S2 di Korea tepatnya di Chonnam National University mengambil Jurusan IT. Kak Ardi bercerita bahwa dia datang dari keluarga yang sangat sederhana, bahkan termasuk kurang sehingga ketika kecil harus harus berjualan gendar untuk mendapatkan uang jajan. Keterbatasan tidak menghalanginya untuk berprestasi. Contohnya aja menjadi Juara Lomba Cerdas Cermat Matematika SD, Peringkat 1 di SD selama 6 tahun, NEM tertinggi SD, Peringkat 1 di SMP selama 3 tahun, Ketua OSIS SMP, Juara Lomba Cerdas Cermat, SMP se-Jakarta, Peringkat 3 besar di SMA dan segudang prestasi lainnya. Lulus SMA, Kak Ardi diterima di Jurusan Teknik Komputer UI, dengan uang pangkal mencapai 25 juta rupiah. Untunglah karena prestasinya Kak Ardi mendapat Beasiswa Etos, tidak hanya untuk uang kuliahnya namun juga mendapatkan uang saku, akomodasi asrama serta pembinaan Kewiraausahaan.

Kunjungan Kak Ardi ke SMK Itaco. sumber: dok pribadi

Kunjungan Kak Ardi ke SMK Itaco. sumber: dok pribadi

Ketika kuliah Kak Ardi juga bercerita bahwa dia bekerja sebagai teknisi komputer, warnet engineer dan juga berjualan laptop. Kak Ardi kemudian meraih prestasi lebih tinggi lagi berkat kreativitas dan inovasinya yaitu menjadi 6 Worldwide Finalist Imagine Cup 2009 di Mesir dan 5 Worldwide Finalist Imagine Cup 2010 di Polandia. Salah satu karyanya hingga menjadi Finalis di Imagine Cup adalah membuat alat pengingat minum obat untuk penderita TBC, karena seorang penderita TBC jika telat minum obat maka harus mengulang pengobatan dari awal. Kak Ardi bercerita dulu kakeknya meninggal karena penyakit tersebut.

Kak Ardi berpendapat setiap orang bisa memotivasi dirinya untuk melihat dan dapat menjadikan kelemahan, kekurangan, tantangan baik yang ada pada dirinya maupun lingkungannya menjadi suatu peluang. Sebagai contoh Kak Ardi tahu bahwa dia tidak bisa menjadi dokter karena takut darah, jarum suntik, tidak suka bau obat-obatan namun tidak menghalangi Kak Ardi untuk berkontribusi di bidang kesehatan. Dengan latar belakang yang dimilikinya di bidang Teknik Komputer dan melihat tantangan bidang kesehatan yang ada di Indonesia seperti masih banyaknya penderita TBC (nomor 3 dunia), tingginya tingkat kematian ibu dan bayi dll, Kak Ardi berinovasi mendesain dan mencipta alat atau setidaknya membantu mengurangi jumlah penderita penyakit tersebut.

Prestasinya juga mengantarkannya meraih beasiswa S2 dan penelitian di Chonnam National University, Korea Selatan, menjadi Peneliti di LG R&D, Korea, Peneliti di Korea Advanced Research Network (KOREN), Peneliti di Korea  IT Research Center dan Beasiswa Brain Korea 21.

Saat ini Kak Ardi sedang menciptakan sebuah alat dimana bisa mengontrol rumah dengan menggunakan smartphone. Seperti misalnya bisa mematikan lampu, mematikan air, mengunci pagar dan lain-lain melalui smartphone.

Pengontrol rumah melalui smartphone. sumber: dok Kak Ardi

Pengontrol rumah melalui smartphone. sumber: dok Kak Ardi

Kak Ardi berpesan agar keterbatasan jangan menghalangi untuk berkarya dan berprestasi. Selain itu jangan pernah malu terhadap keterbatasan yang kita miliki, jadikan hal tersebut sebagai motivasi terbesar kita untuk merubah kondisi diri menjadi lebih baik, bukan justru sebagai penghalang langkah kita. Motivasi terbesar Kak Ardi adalah ketika ibunya tersenyum, sehingga Kak Ardi akan melakukan apapun, untuk menjadi yang terbaik di sekolah maupun di kegiatan luar sekolah. Kak Ardi memomotivasi siswa untuk bisa mendapatkan beasiswa, menghilangkan rasa minder, dan bagaimana bisa mengelilingi dunia dengan “gratis” seperti Kak Ardi. Kak Ardi berbagi tips untuk sukses seperti merubah pola pikir sejak dini, menentukan prioritas dalam mencapai cita-cita, serta bagaimana agar menjadi pribadi yang berkarakter unggul. Terima kasih Kak Ardi kunjungan dan sharingnya:)

 

Kesan Pembelajaran Kewirausahaan di SMK ITACO

Setelah usaha kami berjalan lebih dari setengah tahun, berikut kesan-kesan siswa terutama tentang pembelajaran kewirausahaan :

            “Di SMK ITACO saya dapat pelajaran dan pengalaman seperti membuat mug & belajar CorelDRAW saya betah skolah di SMK ITACO karna enak sama teman-teman & gurunya asik. di SMK ITACO banyak diajarkan untuk berwirausaha sejak dini agar masa depan kita dapat sukses di masa depan yang akan datang. Kita harus berusaha untuk meraih cita-cita kita yang kita inginkan”  –Novita Sari, Kelas X TKJ–

            “Di sini saya juga di ajarkan design dengan mengunakan  COREL & PHOTOSHOP  dan berwirausahawan sejak dini agar kelak di masa yang akan datang  saya sudah memiliki bekal untuk berwirausaha kelak saya sudah dewasa. begitu banyak suka yang saya dapatkan karena saya begitu menyadari betapa pentingnya ilmu di bandingkan hal yang lain. –Yeyet Yuniardi Intania, Kelas X TKJ–

“Usaha yang kami jalani membuat saya menjadi lebih kreatif dalam membuat design selain juga menjadi berani untuk menawarkan barang dagangan karena kita harus menyesuaikan sesuai minat konsumen. Saya jadi tahu bagaimana membuat orang lain senang dengan karya kita”–Milang Novitasari, Kelas X TKJ–

            “Sekolah kami mengajarkan murid-muridnya untuk berwirausaha. Contoh wirausaha yang diajarkan adalah membuat design dan mug printing. Bisnis membuat desain dan mug printing cukup menjamin. Hasilnya juga bisa untuk menambah-nambah uang sekolah. Kesan yang saya dapat adalah saya sangat senang karena sudah bisa berwirausaha sejak dini dan saya sudah mulai bisa mendesain walaupun hasilnya belum terlalu bagus”–Raden Nabila Apriliani M, Kelas X TKJ–

“Membuat mug dan design bagi saya adalah hal yang menarik untuk dipelajari dan bisa jadi modal untuk ke depan menjadi jiwa seorang entreprenuer”

–Analisah, Kelas X TKJ–

Bagaimana Pembelajaran Kewirausahaan di Sekolah

Mengampu mata pelajaran kewirausahaan di sekolah saya mencoba untuk mempertajam pengalaman langsung berwirausaha dan tidak sekedar pemahaman teori semata. Saya percaya setiap siswa punya mimpi dam ide-ide cemerlang namun belum tereksploitasi dengan baik. Mereka membutuhkan arahan dan bimbingan untuk merubah cara pandang. Fokusnya antara lain adalah:

  1. Membantu siswa melihat semua jenis masalah di sekelilingnya
  2. Membantu siswa melihat bahwa semua masalah merupakan peluang
  3. Mengembangkan kebiasaan kreatif untuk masalah tersebut

Saya mencontohkan peluang usaha yang berawal dari masalah. Salsabeela atau akrab di panggil Ollie. Ollie merupakan seorang penulis muda dan produktif, namun di saat akan menerbitkan bukunya yang ke-16, beliau di tolak oleh penerbit tempat biasa menerbitkan bukunya dengan alasan bahwa bukunya akan kurang laku di pasaran. Ternyata telah menulis 15 buku saja belum bisa membuat buku Ollie diterbitkan. Ollie kemudian melihat bahwa, dia saja masih kesulitan mencari penerbit, bagaimana dengan penulis pemula? Akhirnya dia mengembangkan nulisbuku.com. Nulisbuku merupakan penyedia jasa self publishing bagi para penulis yang ingin menerbitkan tulisan atau karya mereka dalam rupa bentuk cetak fisik buku, layaknya yang bisa dilakukan penerbit-penerbit buku kebanyakan di Indonesia. Nulisbuku menempatkan diri mereka sebagai ‘perantara’ bagi mereka yang ingin menerbitkan karya sehingga tidak perlu lagi menunggu atau bergantung pada penerbit, siapapun bisa menjadi penerbit dengan menerbitkan karya dengan sistem self publishing. Jadi melalui Nulisbuku setiap orang kini bisa menerbitkan buku nya sendiri. Terlihat bahwa Ollie  membuat suatu bisnis berawal dari masalah yang dia hadapi dan juga banyak orang hadapi untuk kemudian mencari cara bagaimana menyelesaikannya.

Saya ingin mengembangkan kurikulum kewirausahaan di SMK yang di rancang untuk membaut siswa berfikir lebih dari hanya sekedar melihat bagaimana sebuah usaha berdiri. Saya ingin mengajarkan siswa berfikir tentang kekuatan dan potensi yang mereka punya untuk menciptakan perubahan dalam dunia mereka dengan menghubungkan passion dengan minat bisnisnya. Kurikulum kewirausahaan mencakup topik pengembangan produk, marketing dan menjaga pelanggan, networking dan praktek memproduksi dan menjual. Selain itu juga saya memberikan studi kasus untuk setiap pembelajaran. Studi kasus tersebut di design untuk membuat konsep bisnis yang abstrak menjadi relevan dan melibatkan siswa. Melalui studi kasus tersebut, siswa melihat praktek bisnis terbaik dalam tindakan dan menjadi lebih terlibat dengan materi. Contoh studi kasus adalah bagaimana Facebook memperoleh keuntungan, bagaimana J.Co bisa berkembang hingga ke mancanegara dll. Salah satu perwujudan hal di atas dan untuk mengasah sense of entreprenuership, saya bersama beberapa murid pernah mengikuti pameran wirausaha muda mandiri pada tahun 2010 lalu. Pada kesempatan tersebut dipamerkan Wirausaha Mandiri tahun 2007, 2008 dan 2009 dengan berbagai jenis usaha yang mereka jalankan. Di antaranya usaha di bidang boga, kreatif serta industri dan jasa yang sebagiannya dikembangkan melalui sistem franchise. Kami dan ribuan pengunjung Expo Wirausaha Mandiri 2010 tercengang menyaksikan deretan angka-angka omzet yang berhasil dicetak sejumlah wirausahawan muda yang ikut dalam expo tersebut. Deretan angka menakjubkan senilai puluhan juta bahkan miliaran rupiah itu terpampang di layar yang dipasang di area pameran sehingga pengunjung dapat langsung membacanya. Para wirausahawan di expo ini menawarkan bisnis kerja sama, baik dalam bentuk mitra usaha, franchise, maupun agen pemasaran.

Founder nulisbuku.com. sumber: nulisbuku.com

Founder nulisbuku.com. sumber: nulisbuku.com

Kesimpulannya, negara-negara yang unggul dalam sumber daya manusianya akan memenangkan persaingan, sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya manusia akan kalah dalam persaingan. Negara-negara yang memiliki daya saing adalah negara-negara yang mampu memberdayakan sumber daya ekonomi sumber daya manusianya secara nyata, salah satunya melalui pengembangan kewirausahaan. Pengembangan kewirausahaan sebaiknya sejak dini diajarkan di sekolah, sehingga selain mereka unggul dalam kompetensi mereka juga mampu untuk menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri sehingga bisa menciptakan Indonesia yang mandiri. Saatnya pendidikan di Indonesia dapat berperan sebagai problem solver dengan dibarengi mental wirausahawan tangguh yang terpatri dalam diri anak didik. Selain itu, dengan jiwa wirausahanya peserta didik akan selalu melakukan pembaharuan dan inovasi secara dinamis di masyarakat.

Penghambat Mental Wirausahawan Muda di Indonesia

Kebanyakan keluarga di Indonesia sejak anaknya masih kecil selalu mendoktrin atau memotivasi untuk belajar yang rajin, meraih nilai tinggi dan kemudian mencari pekerjaan yang mapan atau syukur-syukur menjadi PNS karena masa depan lebih pasti dan terjamin. Sehingga muncul kesimpulan bahwa seseorang harus belajar keras dan memiliki nilai tinggi jika ingin memperoleh pekerjaan yang bagus. Jarang sekali orang tua yang memotivasi anaknya untuk belajar membangun bisnis, mepekerjakan orang dan menjadi wirausahawan yang mapan. Orang tua berpendapat masa depan seorang wirausahawan itu tidak pasti dan penuh resiko. Padahal jika dilihat banyak nilai positif dari seorang wirausahawan, mereka memulai bisnis dari yang terkecil kemudian mempekerjakan karyawan.

Wirausahawan harus berfikir besar, sumber: ajeva.com

Wirausahawan harus berfikir besar, sumber: ajeva.com

Para orang tua banyak mendengar wirausahawan yang gagal dan hal tersebut bisa di buktikan dengan data statistik meskipun tidak signifikan bahwa 99% bisnis gagal di 10 tahun pertama. Statistik menunjukan juga bahwa 90 % bisnis gagal setelah lima tahun pertama. Statistik lain menunjukan 90 % dari 10 % dari binis yang dirintis mampu bertahan pada lima tahun pertama, gagal di 10 tahun pertama. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya adalah  :

  1. Mindset yang salah. Mindset di keluarga atau lingkungan kita yang selalu mengajarkan untuk sekolah yang rajin, pintar untuk di jadikan bekal mencari pekerjaan alias menjadi pegawai di perusahaan ternama atau Pegawai Negeri Sipil yang lebih menjamin masa depan daripada bersusah payah merintis usaha yang belum pasti keberhasilannya. Seorang wirausahawan harus dididik untuk berfikir besar, artinya kita harus bisa mengedukasi bahwa menjadi wirausahawan dapat menjadi solusi di masyarakat terutama menyangkut pengangguran dan kemiskinan. Menjadi wirausahawan kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun juga turut andil menjadi solusi di masyarakat yang lebih banyak lagi.
  2. Keahilan atau skills yang kurang untuk menjadi seorang wirausahawan dimana berbeda keahlian untuk wirausahawan dan karyawan. Hal tersebut di dukung oleh tidak di ajarkannya pendidikan kewirausahaan di sekolah di semua jenjang pendidikan. Padahal pendidikan kewirausahaan bisa di ajarkan sejak bangku sekolah tentunya di sesuaikan dengan tingkat pemahaman berdasarkan usianya. Jadi masih banyak kekeliruan pemahaman soal kewirausahaan, dimana banyak yang mengatakan bahwa kewirausahaan itu merupakan bakat yang di bawa seseorang sejak lahir. Namun kenyataannya tidak demikian, kewirausahaan merupakan sesuatu yang bisa di pelajari.
  3. Menyerah lebih cepat. Banyak wirausahawan yang menyerah karena mengahadapi kegagalan, padahal resiko kegagalan merupakan sesuatu yang harus kita hadapi. Namun orang hebat adalah orang berkali-kali jatuh namun bangkit kembali. Banyak orang yang menyerah padahal kesuksesan tinggal selangkah lagi di dapat. Setiap orang mempunyai jatah gagalnya masing-masing, sehingga selagi masih muda habiskan jatah gagal.
  4. Kurangnya skills dan pengalaman di bidang jasa dan produk usaha yang di tekuni. Banyak wirausahawan yang menjalankan bisnis karena sekedar ikut-ikutan bisnis yang sedang naik daun, padahal kurang pengetahuan akan hal tersebut. Sebuah bisnis akan lebih baik jika di sesuaikan dengan minat atau hobi kita atau bidang yang kita kuasai. Hal tersebut akan mempermudah dalam menjalankannya. Selain itu pemilihan bisnis yang disesuaikan dengan hobi kita maka membuat kita tidak gampang menyerah ketika menghadapi masalah, karena kita melakukan sesuatu yang kita sukai. Selain itu, ada pepatah mengatakan lakukanlah sesuatu yang kita sukai, maka seumur hidup kita tidak akan pernah merasa sedang bekerja.

Perbandingan Wirausahawan dengan Karyawan

Memilih karir sebagai wirausahawan atau karyawan bagi anak muda tentunya mengandung konsekuensi masing-masing. Meskipun saat ini masih berada di bangku sekolah, tidak ada salahnya mulai memikirkan karir apa yang di tekuni nanti. Lebih bagus lagi di usia sekolah sudah mulai mengasah sense of entreprenuer baik melalui usaha kecil-kecilan ataupun dengan membantu bisnis orang lain, tentunya dengan tidak mengabaikan sekolah.

Pegawai dan Wirausahawan mempunyai hal-hal yang berbeda. Mulai dari segi profit, resiko, waktu, sampai dengan pola fikir. Wirausahawan cenderung bisa menentukan penghasilannya sendiri meskipun tidak selalu dapat memprediksinya. Mengapa? Karena seorang wirausahawan menggantungkan pendapatannya kepada dirinya sendiri. Sedangkan seorang pegawai menggantungkan pendapatannya kepada perusahaan tertentu. Misalnya, dalam kontrak tertulis bahwa pegawai tersebut akan menerima gaji sebesar Rp.2juta per bulannya selama 6 bulan kontrak masa kerjanya. Maka, untuk 6 bulan kedepannya pun pendapatannya akan tetap selalu sama. Adapun jika ingin pendapatannya agak lebih besar, maka seorang pegawai harus mengambil kerja lembur atau kerja paruh waktu. Ironisnya, kerja lembur dan kerja paruh waktu ini menghabiskan banyak waktu dan tenaga yang seharusnya di pakai untuk bersantai dan menikmati hidup.

Jam kerja pegawai. sumber: http://comerecommended.com

Jam kerja pegawai. sumber: http://comerecommended.com

 

Dalam segi waktu, seorang pegawai sudah di tentukan jam kerjanya yang biasanya jam kerjanya dari jam 9 pagi sampai 5 sore, bahkan ada yang lebih lama dari itu. Sedangkan menjadi wirausahawan, seseorang bisa menantukan kapan waktunya dia bekerja ataupun bersenang-senang, karena tidak ada peraturan yang mengikatnya.

Dari segi resiko, wirausahawan mempunyai lebih banyak resiko, contohnya adalah resiko kerugian dari usahanya atau bangkrut, karena hal itu pula seorang memilih untuk menjadi pegawai karena mereka berpendapat menjadi pegawai tidak mempunyai resiko. Namun bukankah menggantungkan penghasilan kepada orang lain merupakan resiko juga? Bagaimana jika perusahaan tempat kita bekerja tersebut bangkrut? Atau bagaimana jika perusahaan memutuskan kerja secara sepihak? Hidup selalu mengandung resiko, karena hidup dan resiko merupakan kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Resiko tersebut untuk dihadapi dan di taklukan. Selain itu perlu di fikirkan apakah penghasilan yang diperoleh sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, masa depan anak atau masa tua nanti.

Perbedaan mendasar lainnya adalah, seorang wirausahawan akan selalu berfikir kreatif dan inovatif untuk memajukkan usahanya, sedangkan pegawai terpaku pada sistem kerja yang sudah ada.  Namun demikian, menjadi seorang wirausahawan pun tentunya bukan hal yang mudah, tetapi selama masih punya semangat dan mau bergaul dengan orang lain maka tetap akan bisa survive. Wirausahawan mengejar gairah dan tujuan mereka. Mereka tahu dengan persis apa yang mereka ingin lakukan dalam kehidupan, yang terpenting seorang wirausahawan melakukan sesuatu yang bermanfaat tidak hanya bagi keluarganya, tapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat umum di sekitarnya. Mereka bisa memberikan pengaruh positif pada orang lain. Tiap entrepreneur memiliki sesuatu untuk diberikan pada masyarakat dan perekonomian agar menjadi lebih baik. Wirausahawan menantang status quo.  Mereka tahu untuk bisa menjadi lebih baik dan makmur dari sekarang mereka harus melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukan oleh orang lain. Inilah mengapa banyak orang berpikir orang yang mendirikan usaha sendiri adalah orang gila, namun wirausahawan selalu  memiliki alasan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Tanyakan itu pada setiap orang yang memiliki usaha. Mereka tahu alasannya. Alasan itu biasanya dibangun atas dasar emosi dan gairah. Jadi, ketika harus memilih alangkah lebih baiknya menjadi seornag wirausahawan, namun wirausahawan yang berani, pandai melihat dan memanfaatkan peluang, tidak peragu, tidak pemalu, cuek, dan cepat mengambil keputusan.

Peran Wirausaha dalam Suatu Negara

Pengertian Encyclopedia of America (1984), Entrepreneur adalah pengusaha yang memiliki keberanian untuk mengambil resiko dengan menciptakan produksi, termasuk modal, tenaga kerja, dan bahan, dan dari usaha bisnis dan mendapat profit/laba. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Sedangkan hasil lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan di Indonesia tahun 1978, mendefinisikan “Wirausahawan adalah pejuang kemajuan yang mengabdikan diri kepada masyarakat dengan wujud pendidikan dan bertekad dengan kemampuan sendiri membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat dan memperluas lapangan kerja”.

Galeri Kerajinan Khas Ind. Sumber: ma-dasar.lab.gunadarma.ac.id

Galeri Kerajinan Khas Ind. Sumber: ma-dasar.lab.gunadarma.ac.id

Seorang wirausahawan bisa di katakan sebagai tiang negara? Mengapa? Lihat saja ketika krisis ekonomi hebat yang melanda Indonesia tahun 1998. Usaha yang mampu bertahan adalah usaha kecil menengah, mereka mampu survive tidak seperti kebanyakan perusahaan besar yang ternyata lebih rentan terhadap krisis. Apa sesungguhnya peran entreprenuer dalam perekonomian sebuah negara?

  1. Pemutar gerak roda ekonomi. Dengan menjadi seorang wirausahawan, maka roda perekonomian akan terasa lebih bergerak. Seorang wirausahawan akan berusaha menciptakan produk atau jasa yang bisa di terima konsumen. Wirausahawan bisa menggaji karyawan yang membantunya. Karyawan tersebut kemudian mempunyai pendapatan untuk keluarganya, sehingga keluarganya bisa memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhannya.
  2. Pembuka atau penyedia lapangan kerja. Seorang wirausahawan bisa menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat. Seperti kita tahu, lapangan kerja di Indonesia tidak sebanding dengan pencari kerja, namun tidak di pungkiri banyak lowongan yang tersedia namun pelamar tidak memenuhi kualifikasi yang di harapkan. Saya pernah membaca bahwa setiap tahun ada sekitar 200 ribu orang sarjana dan selalu bertambah. Namun mestinya seorang sarjana itu dimana memperoleh pendidikan yang lebih tinggi tidak berorientasi menjadi karyawan, namun bisa menjadi solusi dengan menyediakan lapangan pekerjaan minimal untuk dirinya sendiri. Para sarjana harus mencoba untuk merubah mindset dimana masih menjadi stereotip dimasyarakat semakin tinggi pendidikan, semakin berpeluang untuk bekerja di perusahaan besar dan di bayar tinggi.
  3. Pembayar pajak sebagai sumber pemasukan APBN/APBD. Wirausahawan juga mempunyai peran lain yaitu sebagai salah satu sumber pemasukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Namun sayang Indonesia masih di kenal sebagai negara dengan biaya ekonomi tinggi, meskipun iklim wirausaha di Indonesia sudah cukup baik. Wirausahawan membayar berbagai macam pajak seperti pajak penjualan dll, sehingga jika pemerintah serius ingin meningkatkan penerimaan di sektor pajak, maka hendaknya mempermudah wirausahawan dalam menjalankan usahanya dan juga memihak pada mereka tidak semata-mata mereka yang mempunyai modal besar saja.
  4. Penghasil devisa dari produk ekspor yang akan memperkuat cadangan devisa. Banyak wirausahawan Indonesia yang mampu menembus pasar mancanegara. Hal ini merupakan modal yang baik karena selain mengharumkan nama Indonesia, juga sebagai penghasil devisa yang akan memperkuat cadangan devisa. Pemerintah hendaknya membuka akses seluas-luasnya dan juga mempermudah perizinan agar produk kita bisa go Internasional. Banyak pangsa pasar yang bisa kita kembangkan seperti pasar ASEAN, Asia Pasifik dan dunia. Saat ini Indonesia saat ini di untungkan sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tengah lesunya perekonomian negara lain terutama di Eropa dan Amerika.
  5. Menjalankan peran sebagai fungsi sosial untuk memajukkan bangsa. Para wirausahawan dapat memajukkan bangsa melalui sumbangan-sumbangannya di berbagai bidang seperti pendidikan, budaya, kesehatan dan lain-lain. Saat ini banyak di kenal istilah social entreprenuer. Social entreprenuer atau wirausahawan sosial merupakan seseorang yang mempu mengidentifikasi problem sosial di sekitarnya seperti pendidikan, kesehatan, pengangguran dan lain-lain untuk kemudian melalui kemampuan kewirausahaannya membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Contohnya seorang social entreprenuer dari Bangladesh yang cukup mendunia adalah Muhammad Yunus, dimana melalui Grammen Bank yang di bukanya berhasil memberdayakan banyak orang dan membantu banyak orang keluar dari jerat kemiskinan terutama kalangan ibu. Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan sosial sehingga bisa mengatasi masalah yang masih banyak terjadi di masyarakat.

Mengapa Harus Berwirausaha Sejak Muda?

Kata wirausahawan beberapa tahun terakhir menjadi kata yang cukup “Seksi” atau menarik terutama di kalangan anak muda. Banyak bermunculan wirausahawan muda dari berbagai daerah dengan beragam produk atau jasa yang di tawarkannya. Banyak pihak melihat bahwa menjadi wirausahawan dapat menjadi sesuatu yang menjanjikan. Banyak peluang yang sebenarnya bisa anak muda manfaatkan sepanjang dia jeli melihatnya. Apalagi sebentar lagi tepatnya 2015, kita akan memasuki Komunitas ASEAN 2015, dimana sepuluh negara ASEAN akan menjadi satu kesatuan pasar tunggal. Tidak ada lagi hambatan antar negara ASEAN baik produk, jasa maupun tenaga kerja trapil Ketika anak muda mampu memanfaatkannya, maka bukan tidak mungkin karyanya sampai ke tingkat ASEAN bahkan dunia.

Contohnya anak muda yang bisa menangkap peluang adalah Hamzah Izzulhaq yang usianya masih di bawah 25 tahun. Hamzah sudah memupuk jiwa kemandiriannya sejak masih duduk di bangku SD. Mulai dari menjual kelereng, gambaran, petasan hingga menjual koran, menjadi tukang parkir serta ojek payung. Pengalaman ini lah yang kelak memoles jiwa entrepreneurship-nya. Puncak keberhasilannya dimulai ketika dia mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar bertajuk Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri. Rekan bisnisnya juga masih sangat muda, usianya baru 23 tahun. Tapi bimbelnya sudah 44 cabang. Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin di-take over dengan harga jual sebesar Rp175 juta. Dari franchise bimbel itu, bisnis Hamzah berkembang pesat. Keuntungan demi keuntungan selalu diputarnya untuk membuat bisnisnya lebih maju lagi. Kini, Hamzah telah memiliki 3 lisensi franchise bimbel dengan jumlah siswa diatas 200 orang tiap semester. Total omzet yang diperolehnya sebesar Rp360 juta/semester dengan nett profit sekitar Rp180 juta/semester. Sukses mengelola bisnis franchise bimbelnya, Hamzah lalu melirik bisnis kerajinan SofaBed di area Tangerang.

Hamzah Izzul Haq, Sumber: www.indodetik.com

Hamzah Izzul Haq, Sumber: http://www.indodetik.com

Saat ini bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Lulusan SMA tahun 2011 ini duduk sebagai direktur utama di perusahaan miliknya yang omzetnya secara keseluruhan mencapai Rp100 juta per bulan. Menurut Hamzah, dari pengalamannya, berbisnis di usia muda memiliki sejumlah tantangan plus kendala seperti misalnya diremehkan, tidak dipercaya dan lain sebagainya. Hal itu dianggapnya wajar. Di Indonesia, entrepreneur muda dibawah 20 tahun masih amat langka.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa harus berwirausaha sejak muda? Beberapa diantaranya antara lain:

  1. Semakin muda, resiko bisnis masih kecil. Jika anda masih duduk di bangku SLTA atau kuliah, maka tidak perlu khawatir sama sekali jika bisnia kta nantinya rugi karena biasanya masih tinggal dan di bantu oelh orang tua, lain halnya jika sudah berkeluarga, dimana kita punya resiko keluarga yang tidak bisa makan jika bisnis gagal.
  2. Bisa belajar banyak dan mencuri ilmu dari pengusaha sukses. Perkembangan sosial media terutama twitter semakin mendekatkan sosok wirausahawan sukses. Mereka sering berbagi kiat-kiat dan pengetahuan terkait dengan dunia wirausaha, sebut saja misalnya Sandiaga S. Uno, Jamil Azzaini, Rangga Umara, Jaya Setiabudi, Ciputra dan masih banyak lagi nama-nama lainnya. Anak muda yang notabene pengguna twitter pun memanfaatkan hal tersebut selain mencari tahu resep sukses mereka, tetapi juga meniru semangat dan kerja keras mereka.
  3. Pasar yang masih terbuka luas di dorong oleh semakin meningkatnya golongan menengah di Indonesia. Saat ini disinyalir kelas menengah di Indonesia jumlahnya mencapai 130 juta orang. Salah satu indikator lainnya adalah semakin banyaknya kepemilikan kendaraan bermotor. Lihat saja saat ini jalanan semakin sesak oleh kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Keaadaan tersebut menjadi peluang yang sangat besar karena konsumen ini memiliki pendapatan “menganggur” yang cukup memadai yang berjumlah sekitar 1/3 dari keseluruhan pendapatan. Jika kita ingat konsep hierarcy needs dari Maslow maka golongan ini sudah melewati basic needs. Banyak fenomena yang menguatkan hal tersebut. Coba saja datang ke Starcbuck, gerai-gerai makanan cepat saji, kafe-kafe dimana mereka tidak hanya sekedar makan tapi juga nongkrong, kongkow bahkan melakukan meeting atau kerja sekalipun. Fenomena terkini muncul dari ramainya gerai 7-Eleven dimana masyarakat tidak hanya dapat berbelanja biasa, namun bisa sekalian nongkrong disana bahkan sampai larut malam. Singkatnya golongan ini memiliki quality of life yang jauh lebih baik. Meningkatnya golongan kelas menengah menjadi peluang yang baik untuk orang yang bisa menangkap peluang pasar tersebut, apalagi masyarakat Indonesia terkenal sebagai bangsa yang konsumtif. Namun semakin canggihnya teknologi dan perkembangan sosial media membuat golongan ini juga menjadi lebih cerdas dan mempunyai banyak informasi terhadap sebuah produk. Dengan demikian, produsen harus lah membuat produk se-kompetitif mungkin. Saat ini saat yang tepat untuk bersaing dalam hal menghasilkan produk, now or never!

    Indikator bangkitnya kelas menengah. sumber: bisniskeuangan.kompas.com

    Indikator bangkitnya kelas menengah. sumber: bisniskeuangan.kompas.com

  4. Banyaknya di adakan kompetisi wirausaha. Beberapa tahun terakhir banyak bermunculan kompetisi wirausaha baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. Hal tersebut memacu pertumbuhan wirausaha terutama di kalangan anak muda. Sebut saja misalnya Bank Mandiri yang secara konsisten membuat program Wirausaha Muda Mandiri, dimana merupakan ajang pencarian wirausahawan muda terbaik di seluruh Indonesia dan setiap tahun berhasil memunculkan sosok-sosok wirausahawan muda yang inspiratif. Selain mendapatkan bantuan dana, ajang kompetisi wirausaha juga biasanya memberikan bantuan dalam hal pengembangan, pemasaran maupun mengelola usaha.
  5. Perkembangan internet termasuk sosial media yang luar biasa. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia di prediksi mencapai 80 juta orang (data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)) dan akan mencapai 50% dari total penduduk pada tahun 2015. Jumlah tersebut merupakan terbesar ke-8 di dunia. Selain internet, perkembangan sosial media seperti facebook dan twitter memacu banyak berkembangnya bisnis di Indonesia terutama bisnis online, karena bisnis online atau e-commerce tidak memerlukan banyak modal. Dengan pengguna facebook dan twitter termasuk yang terbesar di dunia, tidak heran banyak anak muda yang memanfaatkannya untuk berbisnis karena mereka melihat semua orang saat ini terkoneksi ditunjang pula oleh keberadaan smartphone seperti Blackberry dan Hp berbasis android yang semakin murah harganya.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan semakin seksinya dunia wirausaha di Indonesia saat ini di mata anak muda. Faktor lainnya adalah adanya keinginan untuk semakin cepat mencapai taraf kebebasan keuangan atau yang dikenal dengan financial freedom. Suatu kondisi dimana pada tahap tersebut mereka tidak perlu bekerja keras lagi sepanjang waktu melainkan tinggal menikmati buah manis dari usaha yang dilakukan. Menjadi wirausahawan membuat anak muda bisa menentukan berapa penghasilan yang ingin di perolehnya, tentunya harus di sertai dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Saat ini, banyak jalan menjadi wirausahawan terutama setelah adanya internet termasuk jejaring sosial. Kita bisa menjual secara online, baik lewat website sendiri, Twitter, Facebook, maupun situs-situs e-commerce seperti Kaskus, Tokobagus.com, Berniaga.com, dan sebagainya.

Jadi mulailah wirausaha dari usia sedini mungkin agar kita bisa banyak memberi .lebih cepat membahagiakan orang tua, memberi kehidupan bagi mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dan memberi peluang berkembang bagi orang-orang di sekitar kita. Pada hakikatnya hidup di dunia adalah untuk memberi manfaat seluas-luasnya atas keberadaan diri kita di atas bumi ini.

Laos, Mutiara Terpendam

Hari ke-6…

Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya.

Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN.

Terus terang, saya baru menulis tentang tema ini menjelang akhir-akhir pengumpulan deadline. Lagi sok sibuk ceritanya, jadi kemarin SMK ITACO kedatangan Mba Ollie atau Salsabeela yang berbagi cerita tentang perjalanan wirausahanya bersama komunitas siswa wirausaha, setelah itu saya ke FX sudirman menghadiri briefing acara Social Media Festival trus pulangnya langsung tepar… Hadeuhh, siapa juga yang nanya cus 😀

Jika saya baca-baca tentang Laos melalui om Google, maka saja mendapatkan gambaran bahwa Laos itu ternyata negara yang tidak mempunyai wilayah perairan, semuanya daratan. Hal tersebut karena posisi geografisnya yang langsung berbatasan darat dengan negara lain. Saya baca juga karena posisi geografisnya tersebut, maka Laos mudah mendapat intervensi negara lain. Selain itu sistem pemerintahan komunis di masa lalu, membuat Laos cukup susah move on dan membuka diri bekerjasama dengan negara lain, sehingga Loas cukup kesulitan untuk mengambangkan negaranya. Padahal dua tahun lagi seluruh negara ASEAN tahun 2015 akan membentuk kesatuan melaui Komunitas ASEAN 2015. Nah, tanpa adanya kawasan tunggal saja Laos bisa tertinggal, bagaimana jika nanti komunitas ASEAN terbentuk? tanpa pondasi internal yang kuat, akan sulit bagi negara manapun untuk menjalin kerjasama. Padahal Laos merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan juga pariwisatanya, bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai destinasi pariwisata terbaik.

Melihat fakta tersebut, maka menurut saya yang harus di lakukan Laos adalah terus melakukan pembenahan di dalam negeri. Investasi diplomatik yang di perlukan seperti misalnya mengirim putra-putri terbaiknya untuk menuntut ilmu di negara ASEAN lain yang lebih maju seperti Singapore, Malaysia dan Indonesia. Selain itu, untuk pengelolaan sumber daya alam yaitu dengan cara melakukan pembenahan infrastruktur sehingga mampu menarik investasi asing ke Laos selain juga mempermudah izin investasi disana. Dengan demikian, maka lalu lintas perdagangan akan ramai dan sendirinya akan menarik orang untuk berkunjung kesana. Tentunya dengan banyaknya orang yang datang, maka Laos juga bisa memasarkan pariwisatanya sehingga bisa lebih dikenal. Untuk urusan pariwisata, Laos bisa belajar ke Malaysia atau Thailand yang berhasil membranding pariwisatanya di mata dunia. Terima kasih 🙂

Credit

Credit