Komunitas ASEAN 2015, Siapkah Kita?

Nama ASEAN mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita, namun ketika di tanya Komunitas ASEAN 2015 masih banyak pihak yang menyeritkan dahi (termasuk saya pada awalnya :D). Pertama kali mendengar nama ASEAN adalah ketika saya duduk di bangku SD, masih imut-imut .. *halah*, sedangkan nama Komunitas ASEAN 2015 sudah sempat mendengar, namun baru benar-benar jelas pas mengikuti acara Asean Blogger 2013, Mei lalu.

Sumber: aseanblogger.com

Sumber: aseanblogger.com

ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations merupakan organisasi regional yang mewadahi kerjasama antar negara-negara di Asia Tenggara terutama di bidang ekonomi, sosial dan budaya. ASEAN didirikan di Bangkok pada tanggal 08 Agustus 1967. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Saat ini anggota ASEAN berjumlah 10 Negara yaitu Myanmar, Thailand, Kamboja, Singapore, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Brunai Darussalam, Laos, dan Philipina.

Trus Komunitas ASEAN 2015 sendiri maksudnya apa? sebagai gambaran tentang “komunitas”, teman-teman pasti sudah sering mendengar kata ini apalagi di era sosial media sekarang banyak tumbuh komunitas, sebutlah misalnya komunitas Indonesia Berkebun, Ayah ASI, Akademi Berbagi, Emak-Emak Blogger, Nebengers dan masih banyak lagi. Osborn & Neumeyer (dalam Taneko, 1984: 59) menyatakan bahwa komunitas adalah sekelompok orang dalam area yang berdampingan, mempunyai ketertarikan dan aktivitas yang sama. Komunitas erat kaitannya dengan sekelompok orang yang terlibat untuk mencapai keputusan bersama dan dapat mengubah situasi ekonomi, sosial, budaya atau lingkungan mereka. Komunitas pada dasarnya merupakan kumpulan orang-orang dengan visi yang sama  berkumpul untuk berbagi dan saling memberikan arti. Perkembangan sosial media memungkinkan komunitas untuk mengajak lebih banyak orang terlibat, menggalang dukungan, mengajak lebih banyak orang untuk terlibat dan menyebarkan lebih banyak gagasan dengan lebih cepat melalui hadirnya teknologi internet.

Komunitas Akademi Berbagi Bekasi

Komunitas Akademi Berbagi Bekasi

Sumber : dokumentasi pribadi

Nah, jadi simple nya Komunitas ASEAN 2015 adalah sekumpulan masyarakat dalam hal ini yang tinggal di kawasan ASEAN dengan visi yang sama guna mencapai tujuan bersama. Hal ini tercermin dari semboyannya yaitu One Vision, One Identity, One Community (Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas). Merujuk pada situs asean.org, visi ASEAN 2020 yang di adopsi dari Pemimpin ASEAN pada ulang tahunnya ke 30 setuju bahwa ASEAN sebagai perkumpulan negara Asia Tenggara yang mempunyai pandangan kedepan, hidup damai berdampingan, stabil dan sejahtera, melebur satu untuk bekerjasama dalam pembangunan dinamis dan komunitas masyarakat yang saling peduli. Pada ASEAN Summit tahun 2003, pemimpin ASEAN memutuskan bahwa Komunitas ASEAN harus di bentuk. Namun pada ASEAN Summit tahun 2007, pemimpin ASEAN menegaskan komitmen kuat mereka untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN tahun 2015. Komunitas ASEAN mempunya 3 pilar yaitu Komunitas Politik-Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN. Komunitas Politik-Keamanan bertujuan untuk memastikan bahwa negara ASEAN hidup damai satu dengan lainnya dalam lingkungan demokratis dan harmonis. Komunitas Ekonomi meliputi karakteristik seperti single market and production base (pasar tunggal dan basis produksi), dimana arus barang, jasa, investasi termasuk juga tenaga kerja trampil bisa kelar masuk antar negara tanpa hambatan seperti tarif dll. Karakteristik lainnya adalah kawasan ekonomi yang kompetitif dengan tujuan memperkuat budaya persaingan yang sehat dan terintegrasi ke dalam ekonomi global sepenuhnya. Wew ! siapkah? siapkah?. Sedangkan dalam bidang Sosial-Budaya adalah mendirikan ASEAN yang berbasis kerakyatan, berorientasi manusia; mamastikan kesadaran, solidaritas, kerjasama dan cohesiveness (perasaan “kita merasa”); memastikan pembangunan manusia, kesejahteraan, perlindungan dan keadilan sosial dan memastikan ASEAN kondisi yang kondusif dan terus menerus menjembatani ketimpangan pembangunan. Demikianlah, Komunitas ASEAN 2015 merupakan keniscayaan dan tidak bisa di hindari lagi.

Menyongsong era Komunitas ASEAN 2015 tersebut mengharuskan kita untuk mampu bekerja sama secara terbuka dan menuntut kesiapan kita untuk dapat berkerja sama dengan negara ASEAN lainnya. Semangat Komunitas ASEAN 2015 adalah terciptanya masyarakat ASEAN sebagai identitas tunggal yang bisa saling bekerjasama dan menghargai. Mimpi ini sudah dimulai dengan berlakunya pembebasan visa bagi warga negara ASEAN yang berkunjung ke seluruh negara anggota. Namun dalam mewujudkan Komunitas ASEAN tersebut masih banyak permasalahan seperti konflik antar negara seperti misalnya konflik Indonesia-Malaysia di bidang politik terkait wilayah perbatasan selain juga konflik sosial budaya misalnya klaim kepemilikan budaya Indonesia seperti Reog dan Tari Pendet oleh Malaysia. Namun tetap Indonesia harus mengedepankan diplomasi untuk menyelesaikan setiap persoalan. Masalah lain juga seperti masih tingginya gap perekonomian dan pembangunan di antara negara anggota serta masalah-masalah internal yang terjadi di negara masing-masing. Tantangan besar karena masing-masing negara memiliki sistem politik, kondisi sosial masyarakat, ekonomi dan kualitas SDM yang berbeda-beda.

Seperti halnya Indonesia yang masih menghadapi masalah besar terkait SDM. Saat ini Indonesia masih menghadapi ketertinggalan di berbagai bidang. Hal tersebut tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human Development Index (HDI). HDI merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. Human Development Index yang diterbitkan setiap tahun oleh United Nations Development Programme (UNDP) merupakan laporan yang memotret dan memberikan peringkat perkembangan pembangunan negara-negara di dunia. Indonesia termasuk satu dari 187 negara-negara yang dilaporkan dalam HDI tersebut. Secara keseluruhan, pada tahun 2011, perkembangan pembangunan Indonesia mengalami kemerosotan secara drastis, yaitu berada diperingkat 124. Padahal HDI 2010 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke 108. Tahun 2011, HDI Bidang Pendidikan, Indonesia No.119 dari 187 Negara. Di Asia Pasifik, Indonesia No.12 dari 21 Negara. Indonesia masih tertinggal jauh bahkan oleh negara-negara tetangga ASEAN sekalipun seperti Malaysia, Singapore dan Brunai. Indonesia menghadapi persalahan serius dalam mutu pendidikannya di berbagai jenjang pendidikan. (sumber : http://datakesra.menkokesra.go.id/content/hdi-indonesia-2011)

Terlepas dari berbagai ketertinggalan, sebenarnya Indonesia mempunyai banyak peluang dan potensi untuk bisa bersaing di ASEAN, ASIA bahkan dunia. Indonesia yang terletak di zamrud khatulistiwa mempunyai sumber daya alam yang sangat kaya, namun sayang saat ini banyak yang sudah jatuh ke tangan asing 😦 , potensi bonus demografi dimana saat ini struktur penduduk di dominasi oleh usia produktif, bangkitnya kelas menengah tapi sayang potensi pasar yang besar tersebut masih belum bisa mendorong mereka untuk menggunakan produk dalam negeri karena memang produk kita secara umum masih kalah saing dengan produk luar. Hiks.. Harusnya kita banyak belajar dari Korea atau Jepang tentang bagaimana mencintai produk dalam negeri, sehingga ketika kuat di dalam maka akan lebih mudah untuk kita bersaing di pasar dunia. Apalagi pasar ASEAN saja saat ini ada sekitar 600 juta orang. Indonesia pun sudah menunjukkan ketahanan ekonomi makronya yang di tunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tengah krisis ekonomi dewasa ini.

Bagaimanapun kita harus siap menghadapi Komunitas ASEAN 2013, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa usulan yang coba saya berikan:

  1. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan. Terbukti pendidikan memiliki korelasi postif dengan tingkat kemajuan suatu bangsa, seperti contohnya Finlandia dan Jepang. Dengan pendidikan yang berkualitas, mereka bisa membangun bangsanya. Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal ini, kita masih saja berkutat dengan masalah Kurikulum, UN, ketidakmerataan prasarana dan guru. Namun syukurlah saat ini muncul beberapa inisiatif masyarakat seperti Gerakan Indonesia Mengajar, Akademi Berbagi, Bincang Edukasi dll. Harapannya ada political will dari pemerintah untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dan juga menempatkan putra-putri terbaik bangsa dengan kompensasi yang sesuai karena guru merupakan ujung tombak pendidikan.
  2. Indonesia di tuntut untuk lebih kreatif dan bangsa Indonesia harus sudah mulai berfikir untuk mempeproduksi barang serta keluar dari zona nyaman. Jangan hanya kita kita menjadi penonton di negeri sendiri, jangan sampai muncul penjajahan jenis baru yaitu dominasi produk asing di pasar Indonesia, padahal Indonesia sudah merdeka 68 tahun. Kapan kita merdeka dari produk asing? Bung Karno padahal dulu mengajarkan untuk berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Dunia usaha semakin berat, jika tidak siap ya kita hanya jadi konsumen tanpa mampu menghasilkan apa-apa.
  3. Sosialisasikan Komunitas ASEAN 2015 sesuai dengan kapasitas dan peran kita masing-masing. Dalam beberapa kali kesempatan mengajar di SMK Itaco, saya sampaikan pada siswa tentang era pasar bebas dan Komunitas ASEAN 2015 ini, harapannya mereka bisa mempersiapkan diri dengan terus membekali diri misalnya penguasaan Bahasa Asing minimal Bahasa Inggris, kemampuan komunikasi, kemampuan IT dan Entreprenuership Skill sehingga mereka bisa bersaing nantinya. Tak kalah penting kemampuan kolaborasi dan volunteering, sehingga saya wajibkan mereka untuk mengikuti kelas Akademi Berbagi, dan juga saat ini untuk semakin mengasah sense of entrepreneur and creativity, dibuatlah komunitas siswa wirausaha, selain juga untuk membantu biaya pendidikan mereka.
  4. Manfaatkan sosmed dan internet untuk kepentingan yang lebih luas seperti update berita, berjejaring dan berkolaborasi baik online maupun offline dengan komunitas-komunitas lain baik nasional, ASEAN bahkan dunia. Salah satunya bisa dengan bergabung dengan Komunitas Asean Blogger dimana Komunitas Asean Blogger bisa menjadi wadah yang peduli dalam menyampaikan informasi, memberikan opini dan solusi terutama tentang ASEAN, Komunitas ASEAN 2015 agar informasi ini dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan akademisi namun juga masyarakat awam. Peran blogger sangat penting untuk menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dengan masyarakat sehingga masyarakatpun bisa menyampaikan aspirasinya.  Namun patut di ingat di era sosmed saat ini, kita harus terus melakukan penguatan jati diri bangsa, seperti nasionalisme, budaya gotong royong, ramah tamah, sehingga tetap tidak mudah kehilangan identitas bangsa di tengah pergaulan dunia.
Bersama Rombongan Asean Blogger, foto: Silviana

Bersama Rombongan Asean Blogger, foto: Silviana

Siap tidak siap, mau tidak mau Komunitas ASEAN 2015 sudah di depan mata. Kita perlu introspeksi diri dan mengukur keseriusan kita dalam menyongsong kehadiran Komunitas ASEAN 2015. Apakah kita siap? Namun yang jelas untuk berkontribusi, seperti yang pernah di katakan John F. Kennedy :

 “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.”

Ingat juga kata AA Gym dengan 3M nya, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan Mulai dari sekarang  🙂

Advertisements

12 comments on “Komunitas ASEAN 2015, Siapkah Kita?

  1. cocok banget mbak…
    tapi jangan lupa….temnbusan untuk lembaga2 terkait lainnya..
    1. Asosiasi2 terkait
    2. Dinas pendidikan
    3. Dinas Tenaga Kerja
    4. Lembaga Pendanaan & Beasiswa
    5. Lembaga Sertifikasi
    6. Pengelola Sekolah / Training Center
    7. Komunitas2 pendukung
    karena tanpa peran lembaga2 diatas….sepertinya…kt semua seperti “lari ditempat” atau lari tanpa arah…..
    Sukses buat SMKnya….ya amin

  2. Pingback: Update Peserta Lomba Blog ASEAN | ASEAN Blogger Festival 2013

  3. Meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan adalah sebuah keniscayaan dan menumbuhkan semangat entrepreneurship siswa adalah langkah strategis untuk menyiapkan SDM unggul yang memiliki daya saing…….. Sukses selalu Mbak..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s