Perkembangan Sosial Media terhadap Social Movement

Seiring dengan berkembangnya sosial media, maka kekuatan sosial media yang penggunanya di dominasi oleh kawula muda bisa merubah suatu keadaan yang terjadi di dunia nyata dan mengangkat issue tersebut ke permukaan. Itulah sosial media. Sosial media memungkinkan gerakan sosial untuk mengajak lebih banyak orang terlibat, menggalang dukungan, mengajak lebih banyak orang untuk mendukung dan menyebarkan lebih banyak gagasan dengan lebih cepat melalui hadirnya teknologi internet.

Dengan kehadiran teknologi internet dan sosial media, menjadikan koordinasi dan konsolidasi menjadi lebih mudah, murah dan cepat ditunjang juga oleh kehadrian mobile phone/smart phone yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Adanya kahadiran Facebook, Youtube, Skype, Twitter, Email, Whatsup, Website menjadikan waktu dan jarak bukan lagi penghalang.  Lewat media internet, pula kita dapat menuangkan pikiran kita dalam hal tulisan melalui blog serta kita juga dapat membuat web sendiri untuk memberikan informasi kepada dunia luar.

Indonesia masuk peringkat atas di kancah Twitter dan saat ini banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menggalakkan berbagai aksi sosial. Para penggerak ingin menciptakan budaya sosial yang sudah banyak luntur era serba modern ini. Mereka memanfaatkan social media untuk berinisiatif memberikan inspirasi dan kepedulian bagi banyak orang. Contohnya saja Indonesia Berkebun, Blood for Life, Coin for Chance, Indonesia Bercerita, Akademi Berbagi, Indonesia Berkibar dll. Aksi mereka hanya sebagain dari cara mereka untuk berkontribusi bagi sesama.

Sosial media hadir di kalangan masyarakat sebagai bentuk media baru atau yang dikenal dengan citizen jurnalis, yang memiliki karakteristik unik dan berpengaruh besar. Walaupun sebagian orang masih menggunakannya sosial media sebagai tempat mengeluarkan unek-unek semata, namun banyak orang juga yang memanfaatkannya sebagai media penggerak social movement.  Contohnya ada sosok Valencia M. R yang akrab di sapa Mba Silly, pemilik akun @justsilly yang memprakarsai gerakan info sharing tentang kebutuhan donor darah. Memakai akun @Blood4LifeID, gerakang sosial ini sudah menginspirasi banyak orang untuk saling peduli dengan mendonorkan darah bagi yang membutuhkan dan masih banyak lagi social movement yang memanfaatkan sosial media seperti twitter untuk menyebarluaskan gerakannya.  Bermodalkan 140 karakter, berbagai gerakan sosial itu disebarluaskan oleh dan kepada user yang aktif di social media. 

Sosial Media, Sumber : www.socialsearchmobile.org

Sosial Media, Sumber : http://www.socialsearchmobile.org

Jika sosial media di optimalkan dengan baik, maka akan sangat membantu perkembangan suatu gerakan sosial karena pada dasarnya hampir setiap orang terkoneksi melalui sosial media. Munculnya ide atau gagasan akan menyebar dengan cepat apalagi jika aktivitas tersebut dibantu oleh penggiat-penggiat gerakan sosial dan sosial media sehingga akan menjadi sebuah gerakan masif di masyarakat. Ketika sebuah aktivitas gerakan sosial muncul, update nya bisa kita lihat tanpa perlu menunggu waktu lebih lama lagi sehingga memperlebar kesempatan utnuk berdialog, bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan dan informasi. Setiap individu bisa menjadi “media” dan bisa saling bertukar informasi dalam bentuk tulisan, foto, rekaman suara, video terus menerus difasilitasi oleh media sosial yang tingkat pertumbuhannya begitu pesat. Sosial media juga mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan masukan secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas ruang.

Saat teknologi internet dan smartphone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses sosial media seperti facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja a dengan menggunakan sebuah mobile phone. Bahkan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan pengguna facebook dan twitter terbesar di dunia.

Jika dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa menyampaikan pendapat secara terbuka karena satu dan lain hal, maka tidak jika kita menggunakan media sosial. Kita bisa menulis apa saja yang kita mau atau kita bebas mengomentari apapun yang ditulis atau disajikan orang lain. Ini berarti komunikasi terjalin dua arah. Komunikasi ini kemudian menciptakan komunitas dengan cepat karena ada ketertarikan yang sama akan suatu hal.

Kecepatan media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita. Sosial media juga dapat menjadi pilar yang menyeimbangkan pers yang kini banyak di kuasai oleh kekuatan politik dan modal, serta menjadi “pedang tajam yang mengiris ketidakadilan”, sehingga media sosial bisa menjadi gerakan sosial yang melawan ketidakadilan sosial. Banyak kasus ketika ada individu atau sekelompok masyarakat yang mengalami ketidakadilan, maka akan langsung mendapat sorotan tajam dari orang-orang terutama di sosial media.

Namun kerap terjadi penyalahgunaan yang sering dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab antara lain menggunakan sosial media sebagai sarana menyampaikan informasi yang tidak benar seperti gosip bahkan dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai pornografi serta hal yang tidak diperuntukkkan untuk anak muda yang ditakutkan akan merusak mental mereka. Jika mental seluruh anak muda telah rusak secara otomatis jika mereka telah beranjak dewasa bahkan telah tua mereka akan memiliki pola pokir negatif atau buruk yang akan merusak tatanan kehidupan serta bangsa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s