Cara Terlibat dalam Social Movement

Nah setelah mempunyai keinginan menjadi seorang volunteer, bagaimana caranya menjadi seorang volunteer? Ada beberapa tips dari Mba Ainun:

  • Syarat pertama, pekerjaan ini harus didasarkan pada rasa senang dan ikhlas, jika ini bisa didapatkan maka kesulitan itu menjadi tidak ada. Meskipun ada kesulitan, biasanya akan mendapatkan jalan penyelesaian.
  • Membantu sesama menjadi tujuan utama, karena ini sifatnya sukarela. Percayalah bahwa ketika kita ikhlas membantu sesama apalagi jika yang kita berikan bisa mengubah hidup seseorang, maka akan semakin berlipat kebahagiaan yang kita dapatkan. Selain itu, jika kita membantu sesama, maka kita pun biasanya akan mudah memperoleh pertolongan ketika membutuhkan.
  • Carilah bidang yang kita sukai. Misalnya suka berkebun maka bisa bergabung dengan Indonesia Berkebun, suka mengajar maka gabunglah dengan Kelas Inspirasi, suka belajar maka gabunglah di Akademi Berbagi dan lain-lain.
  • Ukur kemampuan diri. Artinya menjadi volunteer harus menyesuaikan dengan kapasitas kemampuan kita baik dari segi waktu, tenaga, dan materi. Jangan sampai apa yang kita lakukan secara sukarela namun melebihi batas kemampuan diri karena bisa berakibat yang kurang baik, seperti menurunnya semangat kita dalam membantu sesama.
  • Kerja volunteer seharusnya tidak mengabaikan kebutuhan dasar. Sudah bukan zamannya lagi seorang volunteer digambarkan sebagai seorang sosok yang gigih memperjuangkan kepentingan masyarakat, namun mengabaikan diri sendiri.
  • Menjaga komitmen. Jika sudah menemukan yang sesuai maka kita harus menjaga komitmen itu dengan penuh tanggung jawab namun dengan tidak mengabaikan kebutuhan dasar kita.
  • Aktif di sosial media. Rata-rata gerakan sosial menggunakan sosial media terutama twitter untuk menyebarkan gerakannya. Mircoblogging di anggap sebagai sarana yang cukup efektif utnuk menyebarkan informasi di dunia online, apalagi banyak tokoh yang cukup berpengaruh aktif juga di ranah twitter. Carilah kesempatan menjadi volunteer di sosial media, karena disana terdapat banyak pilihan sesuai yang kita minati.

Jika menilik kebelakang bagaimana saya terlibat di salah satu social movement yaitu Akademi Berbagi awalnya karena ketidaksengajaan dan belum mempunyai gambaran yang jelas, namun saya percaya If there’s a will, there’s a way … berawal dari kesukaan menghadiri acara diskusi berbau pendidikan, salah satunya Bincang Edukasi awal tahun 2012 lalu, Akademi Berbagi Bekasi ini ada. Salah satu presentan di acara tersebut adalah Mba Ainun Chomsun, sebagai inisiator Akademi Berbagi. Mba Ainun menceritakan apa itu Akademi Berbagi. Dari situ saya kagum, ternyata masih banyak orang-orang baik yang secara sukarela membagi ilmunya dengan gratis.

Saya ingin sekali datang ke kelas Akademi Berbagi Jakarta, namun waktunya tidak pernah pas, sehingga akhirnya memberanian diri untuk membuka kelas Akademi Berbagi Bekasi dengan mengirim email permohonan ke akademi berbagi yang direspon dengan baik oleh Mba Chika Jati. Setelah mengetahui aturan-aturannya saya memutuskan untuk kelas perdana akademi berbagi Bekasi bertema Mindset Wirausaha dengan pembicara Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR yang bertempat di Imperial Education. Saya pun mulai melakukan sosialisasi-sosialisasi dan dengan bantuan sosial media twitter di akun @akberBKS, membuat hal tersebut menjadi lebih mudah. Dengan dibantu oleh akun @akademiberbagi, sebagai akun akber nasional, info tentang kelas perdana ini menyebar dengan cepat. Dalam perjalanannya, beberapa orang menawarkan diri untuk menjadi relawan. Mereka adalah Donny @donnypep, Yani @m_yani, Mb dita @arinidita, Mb tyas @_TriNingtyas_ dan Mb tari @maharaniL dan Fida @fiduy, setelah itu kami sepakat kopdar untuk membahas persiapan kelas perdana. Kami berbagi tugas dari mulai update info di twitter, mendata peserta, banner yang sempat beberapa kali revisi, speakers, dan proyektor dll.

Kelas Perdana Akber Bekasi

Kelas Perdana Akber Bekasi

Yes, akhirnya kelas perdana terlaksana dan peserta yang hadir sekitar 30 orang dengan materi yang menarik dibawakan oleh dr. Syarief. Setelah itu kami semakin bersemangat untuk membuat kelas-kelas selanjutnya. Dalam kurun waktu setahun lebih, kita telah membuat 20 kelas, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mindset wirausaha : dr. Syarief hasan lutfie
  2. Backpacking murah meriah : Desry darwin
  3. Basic financial planning : Endy kurniawan
  4. How to sell your writing : Indah julianti
  5. Why radio? : Anto Nugroho
  6. Who wants to be a filmmaker : Ichwan persada
  7. Photography : Danto adityo
  8. Tips beasiswa dan belajar di luar negeri : Suci lestari yuana
  9. Berkebun di lahan sempit : Setio bekti
  10. Membedah rasa dan aroma kopi : Arief said
  11. Travel writing : Ika wulandari
  12. Kelas khusus guru “Kiat jitu bikin buku&rahasia blogging” : Wijaya kusumah
  13. Safety riding : Andry berlianto
  14. Book publishing : Windy ariestanty
  15. Tata kota : Elisa
  16. Berani jadi penerjemah : Riza
  17. Volunteering and sosial media : Ainun chomsun
  18. Public speaking : Attie ringo
  19. Pemberdayaan komunitas : Shafiq pontoh
  20. Webseris 101 : Denis adiswara, taufiq, eno

Woh, memang volunteering yang bisa memberikan 20 kelas dalam setahun bukan pekerjaan yang mudah, banyak kendala yang kita hadapi, namun apapun itu janganlah berhenti berbuat baik. Akademi Berbagi fokus kegiatannya adalah menyelanggarakan kelas-kelas gratis dimana yang sering jadi kendala adalah mendapatkan donasi ruangan yang akan di gunakan sebagai tempat penyelenggaraan kelas, selain itu kendala lainnya adalah ketika para peserta sudah mendaftarkan diri namun pada hari-H tidak menampakan diri dan tanpa pemberitahuan, kalo istilah anak sekarang itu PHP alias Pemberi Harapan Palsu #eaa. Apapun itu, kami anggap sebuah proses yang harus di hadapai, kami merasa sangat bahagia dan kebahagiaan tersebut priceless ketika para peserta puas dengan apa yang kami lakukan dan mereka mendapatkan sesuatu terutama ilmu yang di dapatkan dan bisa diaplikasikan untuk kemajuannya. Selain itu kami senang ketika bisa berkenalan dengan peserta yang berasal dari bermacam background dan yang lebih membahagiakan ketika ada peserta yang menanyakan tentang Akademi Berbagi lebih jauh dan setelah mendengar visi misi yang disampaikan mereka menyatakan kesediannya untuk menjadi relawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s