Buatlah Anak Kasmaran Belajar, Bekal Bersaing di Era Global

Rabu lalu, 31 Juli 2013 saya berkesempatan menghadiri acara Putra Sampoerna Foundation Bloggers (#PSFBloggers) gathering yang merupakan acara bulanannya dalam rangka PSF Blogger Award. PSF Blogger Award sendiri merupakan penghargaan yang diberikan kepada blogger yang memiliki kepedulian dan perhatian khusus kepada isu-isu sosial yang terdiri atas 4 kategori yaitu pendidikan, kewirausahaan, pemberdayaan perempuan dan isu kemanusiaan. Para blogger menulis sesuai dengan tema bulanan yang telah di tentukan sebelumnya. Selain itu kita juga menominasikan blogger yang di anggap layak menerima penghargaan tersebut berdasarkan kriteria di atas dengan mengirim usulan nama ke socialmedia@sampoernafoundation.org disertai dengan alasannya, atau info lebih lanjut bisa baca disini. Kalo ada yang menominasikan blog saya boleh looo #becanda :’)

Oya, back to #PSFBloggers gathering, untuk bulan Juli ini mengambil tempat di @atamerica yang bertempat di Pacific Place Jakarta lantai 3. Beberapa hari sebelumnya saya sudah mendaftar lewat Angga via email dan di respon dengan sangat baik 🙂 sebagai seorang guru, saya sangat antusias dengan diskusi tersebut dan biasanya saya memang tertarik dengan diskusi-diskusi berbau pendidikan seperti halnya Bincang Edukasi.

Tema #PSFBloggers Juli, sumber : FB @atamerica

Tema #PSFBloggers Juli, sumber : FB @atamerica

Acara di mulai dengan buka puasa bersama. Pada kesempatan kali ini, saya mengajak 4 siswa saya dengan alasan ingin mempertemukan mereka dengan orang tua asuhnya yang kebetulan teman saya sendiri dan juga ingin membuka wawasan mereka apalagi tema kali ini adalah tentang “Sistem Pendidikan Indonesia untuk Mempersiapkan Siswa terhadap Tantangan Global”. Disana saya bertemu dengan banyak rekan seperti dari Komunitas Emak Blogger, Blogger Bogor, Koplak yo Band, Akademi Berbagi, dan juga yang membuat surprise saya ketemu dengan Stefie dari Young on Top yang sudah genap setahun tidak bertemu setelah terakhir bertemu di acara buka puasa bareng Sanggar Anak Matahari sewaktu mengadakan acara buka puasa bersama tahun lalu. Disana juga bertemu dengan Mba Ollie namun sayang belum sempat mengobrol panjang karena Mba Ollie harus pulang duluan. Ketemu juga dengan @defickry, @Angga_PF dan Mba @TyasHW dari PSF setelah sebelumnya bertemu di acara Amprokan Komunitas Blogger Bekasi beberapa minggu lalu.

Setelah buka puasa dan sholat magrib, saya langsung bergabung untuk menyimak apa yang di sampaikan oleh para presentan yaitu Prof. Iwan Pranoto @iwanpranoto seorang Guru Besar Matematika ITB, Ibu Nenny Soemawinata @NennySoema selaku Managing Director of PSF dan juga Kreshna @kreshna , inisiator dari Bincang Edukasi. Antusiasme peserta sangat besar terbukti dari banyaknya yang hadir sampai memenuhi ruangan. Acara dibuka dengan pemaparan dari @atamerica dimana masyarakat bisa memanfaatkan @atamerica dan juga mengikuti acara-acaranya disana dengan gratis, dan jika ingin mengetahui lebih lanjut acara-acara disana cukup follow twitter di @atamerica, fan fage nya di disini, atau websitenya di www.atamerica.or.id. 

Para Pemateri yang luar biasa, sumber : FB @atamerica

Para Pemateri yang luar biasa, sumber : FB @atamerica

Setelah pemaparan dari @atamerica, acara di lanjutkan dengan penampilan Sammy dari Stand Up Indonesia, wah abis makan jadi ga ngantuk deh. Cowok pemilik akun @notaslimboy ini banyak menyentil tentang pendidikan di Indonesia. Wah lawakan yang cerdas berhasil memancing tawa dan senyum penonton. Selanjutnya acara yang bawakan oleh Mba Anggun (@Hepi_Nezt) masuk ke sesi pemateri dimana presentan pertama adalah Prof Iwan Pranoto yang membahas tentang “Menyediakan Pengalaman Belajar Bermutu bagi Setiap Warga”, Menurut Prof Iwan pendidikan harus menyediakan skills untuk belajar, buatlah anak/siswa anda kasmaran dengan belajar. Namun ironis saat ini anak di paksa untuk belajar, dari mulai jenjang PlayGroup/TK anak di tuntut untuk sudah bisa membaca dan berhitung. Padalah usia tersebut masih di kategorikan sebagai usia bermain. “Siksaan” terus berlanjut dimana membaca dan berhitung di jadikan tes masuk di bberapa SD Negeri, tak berhenti sampai disitu anak-anak di jejali berbagai macam mata pelajaran dengan standar kompetansi yang cukup berat, sehingga tidak heran kesan yang timbul belajar sebagai momok yang menyeramkan. Bandingkan dengan negara Finlandia yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia atau China yang menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan di negaranya dan sudah terbukti hasilnya. Sangat ironis, sehingga tepat sekali apa yang di katakan di bawah ini :

We have been educated in 1.0 edu model, we are teaching in 2.0 model, students are living in 3.0-John M

Prof Iwan juga sempat mengajak kedepan dua orang lulusan ASBI yang sempat mengeyam pendidikan di Amerika, menurut lulusan ASBI tersebut berdasarkan pengalamannya, salah satu indikator keberhasilan siswa bukan hanya sisi akademik semata namun juga leadership, kewirausahaan dan social responsibility. Selain itu ada beberapa kutipan yang sangat menginspirasi seperti :

“Kita dan hanya kita sendiri yang bisa menyelesaikan masalah kita..”- Prof. Iwan Pranoto)

“Kehidupan 2.0 saat ini eranya terhubung dan berbagi..” – Prof. Iwan Pranoto –

“Kita harus membantu orang lain menjadi cahaya, mencerahkan. Nanti Indonesia jadi terang.” -Daoed Joesoef, 2013-

“Menghasilkan murid yg pintar tidaklah penting, yg terpenting adl murid yg rindu dan cinta untuk belajar” – Prof. Iwan Pranoto –

“Kita tidak akan bisa membuat org lain pandai..mereka menjadi pandai ketika mereka ingin pandai.. “– Prof. Iwan Pranoto –

“Anak-anak itu sendiri yg dapat menjadikan mereka pandai, kita hanya menyebarkan virus kasmaran belajar… “– Prof. Iwan Pranoto –

Saya setuju bahwa saat ini anak-sekarang bukan generasi penurut. Sehingga dalam pembelajaran harus dibuat menarik dalam 8 menit pertama. Setiap anak harus mendapatkan pendidikan bermutu&merata dan salah satunya memanfaatkan teknologi. Banyak pekerjaan di zaman sekarang itu tidak ada 10 tahun yang lalu. Contohnya seperti analis media, sosial media strategis dan masih banyak lagi. Karena hal tersebut, maka tugas kita adalah menjadikan belajar menjadi suatu kenikmatan dan bukan paksaan. Hal tersebut harus di mulai dari Kepala Sekolah nya, dimana harus selalu open minded terhadap perubahan. Kepala Sekolah yang selalu ingin belajar dan kasmaran belajar sehingga menular ke guru dan siswa, dengan menyikai belajar akan mudah untuk anak mempelajari apapun sesuai dengan perkembangan zamannya.

Education is about inspiring young people not just filling their heads with facts.

Presentan selanjutnya adalah @kreshna dari @bincangedukasi, Bincang Edukasi mengadakan kegiatan offline dua bulanan dan juga sharing tentang pendidikan lewat #twitedu. Bincang Edukasi mendorong komunitas-komunitas terlibat di pendidikan karena awalnya pendidikan bukan di sekolah tapi di masyarakat. Kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh, bahkan menurut survey hanya satu peringkat di atas Ghana.. hiks  😦

Para peserta yang antusias, sumber :FB @atamerica

Para peserta yang antusias, sumber :FB @atamerica

Pemateri terakhir adalah Ibu Nenny yang membawakan materi tentang “From Philanthrophy to a social enterprise for sustainability”, jadi ga semata-mata bantuan yang diberikan berupa donasi dan hilang begitu saja. Putra Sampoerna Foundation berawal dari keinginan Bapak Putera untuk giving back kepada negara melalui pendidikan dan nantinya para lulusan di harapkan bisa giving back to community melalui @ASBI_Indonesia (Akademi Siswa Bangsa Internasional) dan USBI, ABSI dan USBI memberikan kesempatan besar bagi mereka untuk berkembang terutama dari kalangan kurang mampu namun berprestasi. Di Indonesia banyak anak muda yang berbakat dan berprestasi namun hanya tertutup kesempatannya, maka bukakanlah kesempatan itu. Anak muda Indonesia jika diberikan tantangan dan kesempatan, mereka akan bisa memaksimalkan hasilnya. Mba Nenny menyoroti bahwa saat ini ada sekitar 1,8 juta anak harus drop out sekolah dan 54% guru yang under qualified. Itu hanya dua dari banyaknya permasalahan yang terjadi di Indonesia. Padahal tahun 2020 Indonesia di prediksi akan menjadi negara besar terutama dari sisi ekonomi. Namun akan ada gap besar antara pendidikan dan kebutuhan profesi, bahkan mungkin akan di pimpin oleh orang asing, sehingga jika kita tidak mengembangkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik, kita bisa menjadi negara yangg kurang kompetitif. Hal-hal yang perlu di perbaiki dalam sistem pendidikan Indonesia antara lain : manage talent, improving leadership, transforming human resource.

Education is a shared responsibility, not only the Government but also the liability of Corporations

Sudah seharusnya kita memasuki metode pendidikan digital yang memudahkan semua orang untuk belajar. Pendidikan 2.0 menjadikan interaksi murid-guru menjadi lebih baik dan kegiatan belajar lebih menyenangkan. Desak internet ada di seluruh sudut Indonesia, agar keterbukaan info & komunikasi jadi dasar edukasi. Yuk dorong anak untuk terus kasmaran belajar. Wah rasanya waktu terasa kurang jika mendiskusikan masalah pendidikan. Terima kasih PSF, terima kasih semuanya, sampai jumpa di event #PSFBloggers selanjutnya.

Advertisements

9 comments on “Buatlah Anak Kasmaran Belajar, Bekal Bersaing di Era Global

  1. wah bagus banget mba postinganya..sebagai ibu degna dua org anak, sy juga berupaya agar anak bisa cinta belajar meski tantangannya berat ya, (karakter anak, lingkungan, tv, dsb). makanya mba, sy coba dengan byk memberi contoh ttg manfaat bs punya pengetahuan yg banyak..sy suka bercerita ttg kemajuan negara2 barat, dan membandingkan degn negara kita yg hrs diakui masih menjadi bangsa yg konsumtif dibanding berkarya..Alhamdulillah anak sy yg pertama semangat mengetahui sesuatunya tinggi, tp masalahnya moodnya itu turun naik, makanya sy coba dgn merangsang agar dia senang mempelajari sesuatu sesuai passionnya. hmmmm..meski kadang sulit jg..trims ya postingannya inspiratif

    • wahh mksh bu apresiasinya.. betul bu, di era serba modern saat ini selain memudahkan, namun menyimpan tantangan yang lebih besar dimana perkembangan teknologi bisa membwa pengaruh negatif jika kita tidak mampu mengontrolnya. setuju dengan ibu untuk terus memberikan cerita2 tentang kemajuan negara lain dan harapan kita agar kelak negara kita mampu menjadi negara yang juga bisa menghasilkan karya yang hebat dan di kenal dunia, tidak melulu produk asing yang masuk ke negara kita dan mematikan industri dalam negeri. semangat terus bunda mendidik anaknya, semoga bisa terus menyemangati.. mksh kunjungannya, salam kenal:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s