Asyiknya Menjadi Volunteer ^.^

Sabtu lalu, 23 Maret menjadi hari yang special ..mengapa? karena yang ngajar kali ini adalah founder dari Akademi Berbagi yaitu Mb Ai @pasarsapi. Mb Ai kali ini membawakan materi Volunteering&Sosial Media. Kelas Akber kali ini mengambil tempat di Bebek Judes Resto Kalimalang. Kelas kali ini dibuka oleh Donny yang merupakan Kepsek Akber Bekasi yang baru. Horay! dan baru kali ini Donny menjadi MC. Good Job pak Kepsek :). Banyak wajah-wajah baru yang ikut kelas ini. Seneng deh rasanya semakin banyak orang yang menyadari pentingnya belajar termasuk belajar di Akber Bekasi. Mb Ai diawal bercerita bahwa konsep volunteering sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu. Ketika beliau kecil di Salatiga dan ada orang yang kesusahan seperti membangun rumah dll, maka dengan senang hati akan di bantu oleh warga yang lain. Ga aneh sebenarnya, Indonesia di kenal sebagai bangsa dengan budaya gotong royongnya. Mb Ai mengatakan dengan hadirnya sosial media dan internet semakin memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan volunteering. Volunteer atau dikenal dengan sukarelawan adalah orang yang bekerja atas kemauan sendiri dan ikhlas hati bekerja untuk orang lain dan yang terpenting mereka bekerja tidak dimotivasi oleh materi dan uang. Namun pada akhirnya kerja volunteering jika dilakukan dengan ikhlas akan membawa banyak kebaikan yang berlipat untuk si pelakunya, karena saya percaya bahwa The more you give, the more you get.. Mb Ai sendiri membuktikannya, karena menjadi volunteer di Akber banyak hal yang sudah di dapatkannya seperti mendapatkan project freelancer, menjadi social media director, berkesempatan menjadi pembicara/pengajar, kesempatan menulis buku dan yang paling amaizing yaitu ketika beliau berkesempatan keliling Amerika selama hampir satu bulan gratis atas undangan US Department of State. Wuihhh.. bikin mupeng >.< Kalo mengingat-ingat ke diri sendiri apa yah? yang jelas banyak hal yang aku dapatkan setelah menjadi Volunteer di Akademi Berbagi Bekasi ini, contohnya nih …banyak belajar ilmu baru yang di ajar sama praktisi yang pastinya semakin membuatku merasa bahwa banyak hal yang belum aku ketahui, selain itu aku belajar berorganisasi apalagi kemarin aku menjadi leader di Akber yang pastinya menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Walaupun aku tidak bisa selalu menyenangkan banyak pihak tapi setidaknya aku belajar mengorganisir.. hee, hal lain yang aku dapat adalah jaringan dan teman baru yang berasal dari beragam background dan percayalah selalu menyenangkan mengenal orang-orang baruu dan yang terakhir yang bagiku tu bonus adalah ketika kelas Akber Bekasi di liput oleh Kompas TV dan ak berkesempatan memenangkan lomba presentasi dengan membawakan tema tentang Akademi Berbagi…

Mb Ai sedang mengajar :)

Mb Ai sedang mengajar 🙂

Mb Ai mengatakan bahwa impian masa kecilnya adalah mengunjungi New York karena terinspirasi oleh film Autum in Newyork dan juga Home Alone Lost in New York dan sekarang mimpi itu menjadi nyata. Makanya buat kita nih, jangan pernah menyepelekan mimpi se absurd apapun itu.. ingat yah 🙂

Ada kata-kata bagus yang di kutip dari Martin Luther, dia berkata :

Make a career of humanity, commit yourself to the noble, struggle for equal rights, you will make a greater person of yourself a greater nation of your country and a finer world to live in.

Continue reading

Bangkitnya Kelas Menengah dan Potensi Pasar di Indonesia

Di perjalanan hari ini tepatnya di Bandara Soekarno Hatta yg padat mengingatkanku pada apa yang di sampaikan oleh Mas Yoswohady bahwa saat ini kelas menengah mengalami pertumbuhan yg cukup pesat..dan salah satu indikatornya yang aku ingat adalah ramainya bandara karena tarif pesawat yg semakin murah. Saat ini disinyalir kelas menengah di Indonesia jumlahnya mencapai 130 juta orang. Salah satu indikator lainnya adalah semakin banyaknya kepemilikan kendaraan bermotor. Lihat saja saat ini jalanan semakin sesak oleh kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Persyaratan yang semakin mudah memacu hal ini. Bayangkan saja saat ini hanya bermodal uang 500rb anda sudah bisa membawa pulang motor dan hanya sekitar 20juta untuk membawa pulang mobil dan masih banyak barang-barang lainnya yang dulu dianggap mewah sekarang tidak lagi.

Suasana Bandara Soeta

Suasana Bandara Soeta

Keaadaan tersebut menjadi peluang yang sangat besar karena konsumen ini memiliki pendapatan “menganggur” yang cukup memadai yang berjumlah sekitar 1/3 dari keseluruhan pendapatan. Jika kita ingat konsep hierarcy needs dari Maslow maka golongan ini sudah melewati basic needs. Banyak fenomena yang menguatkan hal tersebut. Coba saja datang ke Starcbuck,gerai2 makanan cepat saji, kafe2 dimana mereka tidak hanya sekedar makan tapi juga nongkrong, kongkow bahkan melakukan meeting atau kerja sekalipun. Fenomena terkini muncul dari ramainya gerai 7-Eleven dimana masyarakat tidak hanya dapat berbelanja biasa, namun bisa sekalian nongkrong disana bahkan sampai larut malam. Saya pernah mendengar di kuliah Ekonomi, bahwa ketika masyarakat sudah mengalami pergeseran pendapatan maka akan terjadi perubahan dalam perilaku mengkonsumsi sebuah barang. Porsi pengeluaran kelas menengah untuk dibelanjakan makanan dan minuman akan turun dan salah salah satu yang besar mereka alihkan ke entertainment (hiburan), makanya ga heran penjualan TV cangggih, home teather, gadget terkini melonjak drastis. Lihat saja fenomena ketika Blackberry, Samsung, Apple mengeluarkan produk terbarunya dijamin terdapat antrian yang panjang disana!

Golongan ini juga memiliki pengetahuan dan kesadaran yang baik akan produk keuangan, investasi, asuransi dan kesehatan. Singkatnya golongan ini memiliki quality of life yang jauh lebih baik. Meningkatnya golongan kelas menengah menjadi peluang yang baik untuk orang yang bisa menangkap peluang pasar tersebut, apalagi masyarakat Indonesia terkenal sebagai bangsa yang konsumtif. Namun semakin canggihnya teknologi dan perkembangan sosial media membuat golongan ini juga menjadi lebih cerdas dan mempunyai banyak informasi terhadap sebuah produk. Dengan demikian, produsen harus lah membuat produk se-kompetitif mungkin. Saat ini saat yang tepat untuk bersaing dalam hal menghasilkan produk, now or never! pilihlah bidang yang anda kuasai, dimulai dari yang kecil, manfaatkanlah sosial media semaksimal mungkin, buatlah perbedaan terhadap produk anda dan ketahuilah apa yang dibutuhkan konsumen bukan menjual apa yang anda inginkan namun buatlah produk yang bisa menjadi solusi atas permasalahan konsumen dan yang terpenting adalah mulai dari sekarang 🙂