SMK Bisa Ber-Inovasi untuk Indonesia Mandiri

 

Tantangan Globalisasi

Era globalisasi beberapa terakhir ini menghadapkan manusia pada keadaan dimana perubahan terjadi secara cepat disegala aspek kehidupan manusia. Kemampuan beradaptasi dan berinovasi untuk mencapai kemandirian merupakan suatu keniscayaan. Sayangnya bangsa Indonesia yang telah lebih dari 67 tahun merdeka masih menjadi penonton di negerinya sendiri. Padahal di era tanpa batas saat ini, kualitas kemandirian manusia akan diuji sebagai perubahan tersebut. Era globalisasi juga berdampak pada persaingan yang semakin kompetitif. Untuk bisa memenangkan persaingan, setiap negara tak terkecuali Indonesia harus memiliki sumber daya yang berkualitas.

Saat ini bangsa Indonesia masih terlilit persoalan kemiskinan dan pengangguran. Hal tersebut sangat mempengaruhi daya saing bangsa. Hal tersebut bisa dilihat dari Human Development Index yang semakin menurun. Pada tahun 2011 Indonesia berada di urutan 124 dari 187 negara. Indonesia bahkan jauh tertinggal dari negara tetangga terdekat seperti Malaysia dan Singapore. Lebih memprihatinkan lagi, jumlah pengangguran terdidik yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPS pada Februari 2012, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk tingkat pendidikan Diploma dan Sarjana masing-masing 7,5% dan 6,95%. TPT pendidikan menengah masih tetap menempati posisi tertinggi, yaitu TPT Sekolah Menengah Atas sebesar 10,34% dan TPT Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 9,51%.

Banyaknya lulusan terdidik yang menganggur bisa jadi disebabkan kualifikasi yang tidak sesuai akibat rendahnya relevansi kurikulum dengan keahlian yang dibutuhkan terutama untuk pengangguran lulusan SMA. Lulusan SMA di persiapkan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, namun kenyataannya banyak lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan sehingga akhirnya mereka harus menganggur karena tidak dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Selain lulusan SMA, angka pengangguran yang cukup tinggi juga terjadi di level sarjana. Hal tersebut menjadi PR besar untuk kita semua. Nampaknya kita segera berbenah dengan cara menambah dan mensosialisasikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pencetak tenaga ahli dan wirausahawan tangguh dan dan juga mengubah mindset para sarjana untuk menjadi seorang wirausahawan yang mampu melahirkan inovasi-inovasi melalui risetnya sehingga kita menjadi salah satu pemain utama dalam percaturan global.

Mencetak Lulusan SMK yang Mampu Berinovasi

SMK hadir sebagai solusi pemerintah mengentaskan pengangguran yang jumlahnya terus bertambah. Saat ini pemerintah tengah giat-giatnya mempromosikan SMK, bahkan sedang mengubah proporsi jumlah SMA SMK dari semula 70:30 menjadi 30:70. Mengapa SMK? SMK dianggap mampu menyiapkan peserta didik yang kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Joko Sutrisno (2008). Bahkan, hasil sebuah survei menunjukkan bahwa di kota-kota di mana populasi SMK lebih tinggi dari SMA, maka daerah tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi dan produk domestik regional bruto yang lebih tinggi. Namun melihat masih banyaknya lulusan SMK yang menganggur kita harus segera membenahi sistem pembelajaran SMK berbasis kompetensi sehingga bisa menghasilkan inovasi dan juga mencetak jiwa kewirausahaan mereka.

Saat ini anak-anak SMK sudah mulai menunjukkan prestasinya dalam berinovasi. Beberapa hasil inovasi anak SMK adalah:

1. Pesawat Jabiru J430 SMKN 29 Jakarta

Sungguh prestasi yang luar biasa dimana siswa SMKN 29 telah mampu mengeluarkan pesawat rakitannya yang diberi nama Jabiru J430. Sekolah ini dipimpin oleh Kepala Sekolah yang luar biasa, yaitu Bapak Dedi Dwitagama yang belum lama ini mendapatkan Penghargaan Guraru Award 2012 karena prestasinya dalam memanfaatkan IT untuk pendidikan. Pesawat ini diperkirakan mampu terbang hingga Bali dan Malaysia. Pesawat ini menggunakan bahan bakar pertamax dan berkecapatan kurang labih 130 knot dan mampu menjangkau jarak Jakarta-Surabaya dalam waktu 3 jam hanya dengan 80 pertamax. Sungguh luar biasa

2. Mobil Kiat Esemka SMK 2 Surakarta

Salah satu hasil karya anak negeri yang fenomenal adalah mobil Kiat ESEMKA, hasil karya siswa SMK 2 Surakarta. Hasil karya asli anak negeri ini telah cukup banyak menyita perhatian publik dan pemerintah dan menjadi bahan pembiacaraan dimana-mana, dari mulai warung kopi sampai diteras megah DPR/MPR. Mobil ini berkapasitas 7 penumpang dan dilengkapi dengan power window, AC dual zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, serta sensor parkir.

Hasil Inovasi SMK

Tentunya masih banyak karya siswa SMK lainnya di Indonesia yang belum saya ungkapkan disini. Banyak juga siswa SMK di tmpat lain yang telah mampu berinovasi. Semoga semakin banyaknya inovasi yang lahirkan bisa memacu motivasi siswa-siswa SMK lainnya untuk menunjukkan karya-karya inovatif lainnya dan pemerintah hendaknya bisa lebih mengingkatkan kompetensi mereka dengan banyak menggandeng dunia usaha/industri sehingga bisa mengetahui apa yang mereka butuhkan. Diharapkan Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan tidak hanya menjadi hamba industri dari perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Indoenesia, bahkan saya bermimpi bahwa nanti kita yang mengimpor tenaga kerja dari luar sedangkan bangsa Indonesia menjadi majikan di negaranya sendiri. 

Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah untuk Indonesia Mandiri

“A country can be prosperous if there are entrepreneurs at least 2% of the population” – David McClelland 

Suatu negara bisa makmur jika dinegara tersebut memiliki sedikitnya 2% wirausahawan dari total populasi. Sayangnya saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 500.000 wirausahawan atau sekitar 0,24% dari total 240.000.000 penduduk Indonesia. Jauh dari kondisi ideal, yaitu baru sepersepuluhnya. Sedangkan negara tetangga terdekat, Malaysia jumlah wirausahanya sebanyak 5% dan Singapura sebanyak 7%. Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha. Menurut Ciputra Indonesia memiliki sekitar 10% wirausahawan potensial namun karena tidak pernah dididik, dilatih dan diberi kesempatan mereka tidak berhasil menjadi wirausahawan.

Tingkat kemajuan dan ketertinggalan suatu bangsa tidak tergantung pada jumlah penduduk, kekayaan alamnya, luas wilayah, warna kulit, lamanya menjadi bangsa yang merdeka tetapi pada kualitas sumber daya manusianya. Apalagi seperti yang saya sebutkan diatas bahwa di era globalisasi setiap negara mengalami tantangan yang semakin berat. Implikasinya perlu kerja keras setiap warga agar tidak tersisih dari lajunya persaingan dunia. Bermula dari “Sumber Daya Manusia” maka faktor pendidikan termasuk pendidikan kewirausahaan mempunyai peran penting dalam menghasilkan manusia yang bermutu. Pengembangan kemampuan berwirausaha bisa dmulai sejak dini untuk menciptakan generasi yang mandiri. Sekolah sebagai ujung tonggak pendidikan warga negara maka pendidikan kewirausahaan dalam sekolah sangat diperlukan saat ini. Sekolah diharapkan bisa menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari dunia wirausaha serta prospek pengembangan lebih lanjut. Proses pendidikan kewirausahan di sekolah menekankan pada pemberian pengalaman langsung, mengembangkan sikap mental wirausaha, keterampilan diri dan manajemen.

Pada lingkup pendidikan kewirausahaan di sekolah yang paling penting adalah pemberian motivasi dengan kehidupan nyata melalui pemberian pengalaman langsung menjadi seorang wirausaha. Dari sini diharapkan timbul perilaku antusias yang besar dalam diri tiap peserta didik untuk mengikuti pendidikan kewirausahaan yang mereka tidak pernah kenal sebelumnya dan seakan-akan menjadi seorang pengusaha itu merupakan sesuatu yang sulit. Kewirauasaan di sekolah bertujuan agar siswa mampu membuka usaha mandiri yang lebih kreatif dan inovatif.

Dari literatur yang saya baca, di negara maju seperti Amerika Serikat maupun Eropa, kewirausahaan telah lama menjadi isu utama. Sejak tahun 1970-an banyak universitas /perguruan tinggi yang mengajarkan “entrepeneurship” atau “small business management” atau “new venture management”. Tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan Kewirausahaan. Sementara di Cina tercatat Universitas Beijing menghapus mata kuliah Marxis dan diganti dengan mata kuliah kewirausahaan. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di Amerika Serikat dan Eropa berkembang pesat dalam bentuk kursus maupun diajarkan di perguruan tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang bisa diajarkan bukan merupakan bakat semata seperti banyak mitos yang menyebutkannya.

Pentingnya pendidikan kewirausahaan semakin populer ketika Ropbert T Kiyosaki mempopulerkan konsep Cashflow Quadran. Untuk kasus Indonesia, pentingnya pengembangan kewirausahaan antara lain karena jumlah penduduknya yang besar dan sebagian besar penduduknya usia produktif. Jumlah penduduk yang tinggi bisa merupakan potensi jika penduduknya tersebut merupakan SDM yang berkualitas, namun jika tidak maka akan menambah beratnya beban pembangunan.

Agar proses pembelajaran di sekolah terutama di SMK tempat saya mengajar mampu melahirkan lulusan yang memiliki perilaku wirausaha, maka perlu dikembangkan Bisnis Centre sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam berwirausaha. Meilhat semakin berkembangnya bisnis online, maka saya dan siswa/i dari SMK Itaco jurusan Teknik Komputer Jaringan dimana salah satu muatan lokalnya adalah multimedia, maka kami memutuskan untuk merencanakan usaha membuka jasa pembuatan design termasuk design kaos. Kami membuat usaha kaos dengan design unik ala distro. Selain itu konsumen pun bisa membuat kaos dengan design sendiri atau design pesanan khusus. Usaha kami diberi label “itaclothing”.

Itaclohting – SMK Itaco Bekasi

Usaha kaos distro masih mempunyai prospek yang bagus karena kita menyasar para kaum muda dan remaja Indonesia dimana cenderung lebih memperhatikan gaya dan penampilan mereka.  Bisnis distro kaos online pun tidak kalah menariknya, apalagi dengan semakin berkembangnya internet yang membuat orang semakin mudah mendapatkan sesuatu yang berbau online. Saya mengamati bahwa saat ini masyarakat termasuk saya lebih menyukai beli kualitas bukan beli merk untuk urusan sandang termasuk kaos. Karakter yang unik, bahan nyaman dipakai menjadikan kaos menjadi favorit untuk digunakan dalam keseharian. Saat ini banyak bermunculan penjualan kaos-kaos pre order ataupun ready stock melalui website dan sosial media seperti facebook ataupun twitter yang sangat laris. Namun bukan berarti peluang itu telah tertutup, kami akan berusaha menekuni bisnis ini karena lewat usaha ini juga, kami bisa membantu biaya pendidikan anak-anak di SMK ITACO. Pemasaran yang akan kami lakukan adalah melalui website/blog, sosial media seperti facebook dan twitter serta melalui penyebaran flyer di pameran-pameran. Kami melihat peluang bahwa saat ini banyak bermunculan komunitas-komunitas dan juga kecenderungan remaja yang ingin tampil sama dengan kelompoknya, salah satunya dengan mempunyai kaos komunitas. Selain itu, kami juga akan menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas wirausaha yang ada di Bekasi khususnya seperti Tangan Diatas untuk bisa menjadi mentor kami dalam melaksanakan bisnis yang akan kami jalankan.  Saat ini kami sedang giat-giatnya belajar program design seperti Corel Draw dan Adobe Photoshop sehingga kami bisa segera menjual design dan mencetaknya dalam media kaos untuk dijual. Saat ini kami sudah membuat beberapa design dan sudah mendapatkan konsumen meskipun baru beberapa. Kami bekerja sama dengan penjahit konveksi dan sablon karena kami belum memilikinya sendiri, namun kami tetap terlibat dalam proses didalamnya. Kami percaya bahwa 1.000 langkah dimulai dengan langkah pertama. Kami percaya bahwa, if there’s a will.. there’s a way …

14 Tahun Bank Mandiri, 14 Thaun Inovasi Untuk Indonesia Mandiri

Saya bersama beberapa murid pernah mengikuti pameran wirausaha muda mandiri pada tahun 2010 lalu. Pada kesempatan tersebut dipamerkan Wirausaha Mandiri tahun 2007, 2008 dan 2009 dengan berbagai jenis usaha yang mereka jalankan. Di antaranya usaha di bidang boga, kreatif serta industri dan jasa yang sebagiannya dikembangkan melalui sistem franchise. Kami dan ribuan pengunjung Expo Wirausaha Mandiri 2010 tercengang menyaksikan deretan angka-angka omzet yang berhasil dicetak sejumlah wirausahawan muda yang ikut dalam expo tersebut. Deretan angka menakjubkan senilai puluhan juta bahkan miliaran rupiah itu terpampang di layar yang dipasang di area pameran sehingga pengunjung dapat langsung membacanya. Para wirausahawan di expo ini menawarkan bisnis kerja sama, baik dalam bentuk mitra usaha, franchise, maupun agen pemasaran.

Simak yuk beberapa kesan para siswa/i tentang acara tersebut :

Menjadi wirausaha tidak mudah seperti apa yang kita bayangkan. Kalau kita ingin menjadi seorang wirausaha kita harus terus berusaha, jangan mudah putus asa dan mempunyai tekad keingian menjadi seorang wirausaha yang sangat kuat. Kesan saya mengikuti acara tersebut adalah saya bisa lebih mengerti apa itu kewirausahaan, saya senang melihat pameran tersebut” – Yuni Firlania

Saya sangat senang dan sangat bersemangat tinggi untuk bisa menjadi seperti wirausaha yang ada disana. Jujur saya akan menyesal jika waktu itu saya tidak ikut dengan bu susi. Karena apa? Karena ketika disana semangat saya langsung ada dan akhirnya pun saya mempunyai motivasi dalam hidup saya untuk bisa menciptakan hal-hal baru yang berbeda. Jujur saya sangat memanfaatkan waktu saya berbicara langsung dengan salah seorang wirausaha mandiri. Karena saya dapat mengetahui betapa besar keinginan wirausaha itu untuk menjadi wirausaha yang sukses padahal umur wirausaha itu lebih tua dari saya tetapi semangat mereka lebih muda dari saya. Dari situ saya belajar untuk tidak malas lagi agar keinginan saya bisa tercapai dan pada akhirnya saya bisa menjadi wanita sukses dan saya yakin saya pasti bisa” – Nur Hikmah Jayanti

Wirausaha Mandiri Expo 2010

“Jujur saya sangat senang dan benar-benar menambah pengalaman saya dan wawasan tentang kewirausahaan. Disana saya dapat mewawancarai langsung dengan pengusaha. Jujur saya sempat berkata, liatin aja 5 tahun mendatang bakal ada profil saya. Dan rasa semangat saya langsung muncul, sehingga soulfull mempelajari kewirausahaan. Dan pengusaha tersebut juga memotivasi saya untuk berwirausaha dan selalu ingin sukses” – Mia Rosmiati

“Saya senang sekali bisa mengetahui cara-cara menjadi pengusaha sukses dan bisa melihat usaha-usaha yang belum saya ketahui. Moga-moga saya dan seluruh masyarakat indonesia bisa menjadi seorang pengusaha sukses” – Nurisqiana

“Saya sangat termotivasi dan tertarik dengan wirausaha mandiri expo disana, karena disana wirausahnya sangat memiliki tekad dan kemauan untuk maju dalam berwirausaha. Meski pernah mengalami kegagalan tetapi rasa semangat dan kemauan untuk berwirausaha sangat tinggi sehingga tidak pernah putus asa dalam berwirausaha” – Sri Wahyuningsih

Kseimpulannya, negara-negara yang unggul dalam sumber daya manusianya akan memenangkan persaingan, sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya manusia akan kalah dalam persaingan. Negara-negara yang memiliki daya saing adalah negara-negara yang mampu memberdayakan sumber daya ekonomi sumber daya manusianya secara nyata, salah satunya melalui pengembangan kewirausahaan. Pengembangan kewirausahaan sebaiknya sejak dini diajarkan di sekolah, terutama di Sekolah Mengengah Kejuruan sehingga selain mereka unggul dalam kompetensi mereka juga mampu untuk menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri sehingga bisa menciptakan Indonesia yang mandiri. Saatnya pendidikan di Indonesia dapat berperan sebagai problem solver dengan dibarengi mental wirausahawan tangguh yang terpatri dalam diri anak didik. Selain itu, dengan jiwa wirausahanya peserta didik akan selalu melakukan pembaharuan dan inovasi secara dinamis di masyarakat. Peran perbankan sangat penting diantaranya adalah dengan sering dan konsisten membuat seminar atau workshop ke sekolah-sekolah menyebarkan virus wirausaha kepada generasi penerus bangsa ini. SMK Bisa, Indonesia Mandiri.

Advertisements

23 comments on “SMK Bisa Ber-Inovasi untuk Indonesia Mandiri

    • memang hebat, namun perjalanan masihhh panjang …
      semoga ga hanya satu dua SMK, tp seluruh smk mampu melahirkan inovasi2nya, sehingga Indonesia bisa segera mandiri ^^

  1. wahh keren!! yang ibu ceritakan diatas dapat memotivasi para pelajar di Indonesia di SMK maupun SMA agar lebih memperhatikan dalam bidang wirausaha, karena dapat membantu Indonesia menjadi lebih mandiri

  2. warga indonesia harus berjuang terus mampertahankan pendidikan sekolah,,
    agar tidak menjadi manusia yang tidak kehilangan akal dan fikiran .
    semoga apa yang diperjuangkan menjadi kecapaian dan kesuksesan
    amiin 🙂

  3. bacaan dari artikel diatas, saya mendapatkan pencerahan agar anak muda saat ini mempunyai inovasi-inovasi baru dan juga keluar SMK-SMK yang memiliki anak yang mempunyai keunggulan sehingga mampu bersaing kancah Internasional ..

  4. sebagai anak SMK saya bangga terhadap karya inovasi yang dihasilkan oleh SMK-SMK saat ini. ini membuktikan bahwa SMK juga bisa. saya harap akan muncul inovasi-inovasi lainnya agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. SMK BISA!!

  5. Very good bu!
    bagus karena bisa memotivasi anak SMK menjadi lebih unggul dan bisa bersaing, sehingga lulusan SMK diharapkan bisa menjadi salah satu solusi pemerintah untuk mengurangi pengangguran yang setiap tahun bertambah jumlahnya..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s