BELAJAR FILM DI KELAS AKADEMI BERBAGI BEKASI

Kelas akber kali ini menghadirkan sesuatu yang berbeda? Apakah itu? tanggal 11 Agustus menjadi spesial karena kita menghadirkan Ichwan Persada, seorang produser film sebagai gurunya. Jam 9 pagi saya sudah berangkat untuk menjemputnya di Cilandak Town Square. Jalanan yang sepi, membuat kelas berlangsung dengan ontime. Sebelum memulai materinya, murid diajak untuk terlebih dahulu menonton beberapa film dokumenter seperti karya seorang mahasiswa yang berhasil membuat penonton terpingkal karena cerita yang dihadirkan. Selain itu, hadir juga film dokumenter karya Cut Desy dengan judul Down Below dan tidak ketinggalan diputar pula trailler film dokumenter karya guru kita yang berjudul Cerita Dari Tapal Batas.

Masuk ke materi, Bang Ichwan mengatakan bahwa penonton film Indonesia baru sekitar 14 juta dibandingkan dengan rakyat Indonesia yang telah mencapai 240 juta jiwa. Di Malaysia, dengan jumlah penduduk 24 juta, 12 juta penduduknya menonton film lokal. Hal ini bisa dikarenakan, pemerintah masih menganggap bahwa film hanya sebatas hiburan, padahal jika di negara lain terutama Amerika film merupakan salah satu alat propaganda yang cukup ampuh. Jika berbicara kualitas, saat ini sudah banyak film Indonesia dengan kualitas yang bagus baik secara produksi maupun kuantitas. Setiap tahunnya, Indonesia memproduksi sekitar 80 judul film.

 

Bang Ichwan mengatakan bahwa dalam sebuah film, orang yang berperan banyak adalah seorang produser, dimana saat ini merupakan profesi yang masih jarang. Profesi sebagai produser, menurut mindset banyak orang Indonesia adalah orang yang mempunyai banyak uang padahal tidak selalu demikian. Yang benar adalah, produser adalah orang yang bisa mencari uang dari orang lain. Produser merupakan orang yang bisa memberikan manfaat untuk banyak orang lain karena produserlah yang merukrut tenaga kerja untuk membantu produksi sebauh film, termasuk sutradara. Produser haruslah orang yang mempunyai dua kemampuan, yaitu kreatif dan bisnis. Secara kreatif artinya film tersebut bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya dan secara bisnis bisa memperhitungkan BEP. Banyak film Indonesia yang dibuat dengan biaya hampir 30 Milyar seperti film Sang Penari dan mendapat penghargaan di Festival Film Indonesia, namun kurang mendapatkan apresiasi dengan hanya memperoleh 12.000 penonton, tapi ironis film Indonesia dengan kualitas yang hanya menampilkan lawakan dan adegan seronok masih mempunyai penonton setia di bioskop. Sebagai seorang produser, harus mempunyai banyak pertimbangan untuk menunjuk seorang kru, karena film merupakan kerja kolaboratif yang melibatkan banyak orang dan juga menggabungkan beragam unsur/elemen seni. Seorang produser harus mempunyai:

  • –       Sense of art
  • –       Senso of music
  • –       Dan sense of photografi

Produser akan bekerja sama bekerja sama dengan sutradara, namun produser kerja kerja jauh terlebih dahulu dibandingkan sutradara. Seorang produser yang akan membuat anggaran dan melakukan pendekatan ke investor. Tidak bisa hanya membuat film yang bagus, tetapi tidak ada yang menonton. Tetap film harus memperhatikan unsur komersial. Seorang membuat film, biasanya karena tersengat sebuah ide. Seperti contoh, film yang saat ini sedang masuk pasca produksi dari bang Ichwan Persada yang berjudul Orenji, dimana secara nilai bagus dan juga bisa komersial.

 

Tahapan kerja produser yang berliau sharing adalah sebagai berikut:

  1. Mendapat ide cerita baik menarik secara bisnis ataupun komersil. Ide tersebut bisa ditemukan dimana saja.
  2. Meminta penulis untuk membuat skenario/sinopsis
  3. Membuat perkiraan anggaran
  4. Mencari investor
  5. Menggodok ide cerita menjadi skenario dimana membutuhkan waktu minimal 2 bulan

Tahapan tersebut wajib dijalankan pada setiap produksi. Skenario merupakan blue print dalam setiap film. Tak terasa 2 jam berlalu, dan peserta masih sangat antusias untuk bertanya dengan gurunya. Terima kasih Bang Ichwan atas sharing, ditunggu sharing-sharing berikutnya di kelas akademi berbagi. Yuk mulai sekarang cintai film Indonesia, yang bagus ya tentunya 🙂 dan jangan lupa nonton film Rumah di Seribu Ombak buat yang belum nonton 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s