PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK PENDIDIKAN

Dunia saat ini bergerak sangat dinamis terutama menyangkut teknologi. Teknologi yang tercanggih saat ini bisa jadi hanya akan menjadi kenangan karena eksistensinya tergeser oleh teknologi baru yang lebih mutakhir. Perkembangan teknologi juga berpengaruh di hampir semua elemen masyarakat, termasuk guru. Teknologi muncul seperti dua sisi mata uang, namun sebagai pendidik tugas kita bukan untuk menghindarinya dengan berbagai alasan, namun bagaimana mengoptimalkan penggunaannya guna meningkatkan kompetensi yang akan berpengaruh positif terhadap proses pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan generasi yang berdaya saing untuk Indonesia yang lebih maju. Menurut pendapat saya, keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta didik saat ini dan masa-masa mendatang adalah kemampuan untuk terus belajar (life long learning) dalam inovasi, problem solving, keterampilan berbahasa asing, informasi, media dan teknologi.

Tantangan yang dihadapi guru memang semakin kompleks dan sudah saatnya sekarang guru untuk terus belajar dan meng-upgrade kemempuannya dalam memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, karena peserta didik saat ini lahir di dunia yang semakin maju peradabannya. Jika kita tidak mau belajar dan bebenah diri, niscaya kita akan tertinggal dan menjadi tidak menarik lagi karena saat ini guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik. Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan teknologi untuk pendidikan:

1. Mengakomodir berbagai macam tipe belajar siswa. Seperti kita tahu bahwa kecerdasan tidak selalu menyangkut kecerdasan intelektual saja, Gardner mengungkapkan kecerdasan majemuk (multiple intelegence) karena kita percaya bahwa tidak anak yang bodoh. Pembelajaran dimasa lalu, hanya berfokus pada pembelajaran konvensional dimana guru sebagai centre of attention yang dikenal dengan teacher centered learning. Dengan perkembangan teknologi, sekarang kita mengenal komputer, LCD proyektor dan internet. Alat tersebut sangat membantu kita sebagai pendidik dalam mengakomodir berbagai tipe belajar siswa. Sebagai contoh, dengan bantuan komputer para guru bisa merancang pembelajaran yang lebih menarik karena bisa dilengkapi gambar, suara, video animasi selain itu siswa pun bisa kita minta untuk belajar aktif dengan merancang sendiri model pembelajaran yang dikuasainya untuk kemudian dipresentasikan.

2. Memudahkan Guru dan siswa dalam mencari sumber belajar dan komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seperti internet memudahkan guru dan siswa dalam belajar, seperti mempermudah mendapatkan literatur-literatur terkait pembelajaran. Pada masa lalu, sumber belajar mayoritas berasal dari buku, bahkan untuk buku-buku kualitas tinggi berharga cukup mahal. Internet menghapus sekat-sekat tersebut. Guru dan siswa dapat dengan cepat memperoleh bahan belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Internet pun mendukung perkembangan sosial media dan komunikasi online sehingga mereka dapat terhubung dengan para pakar, rekan sesama guru dan juga dengan peserta didik. Kegiatan tidak terhenti di ruang kelas. Para guru dapat bertukar informasi, belajar online dan juga penyebaran info kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kompetensi guru. Saat ini banyak guru yang membuat milis dengan anggota sesama guru mata pelajaran. Selain itu, ada juga milis sekolah yang menghubungkan pihak sekolah, guru, siswa dan orang tua. Tak ketinggalan grup-grup guru mata pelajaran di Facebook dan juga twitter yang mempermudah kita menemukan rekan sesama pendidik di seluruh dunia. Sebagai contoh, saya pun membuat Grup English is Fun di facebook sebagai sarana belajar berbahasa inggris yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

3. Mendukung gerakan guru dan siswa menulis. Dengan adanya blogging, menumbuhkan budaya guru menulis. Hal tersebut menjadi penting, karena dengan menulis maka akan melatih kemampuan berfikir kritis dan ilmiah yang memang di era sekarang sangat di butuhkan untuk kemajuan bangsa. Tak dipungkiri, budaya menulis masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Tidak hanya di kalangan pendidikan dasar dan menengah, namun juga di kalangan akademi perguruan tinggi. Selain itu dengan kehadiran blog, guru dapat mengumpulkan portofolio mereka yang sering menjadi hambatan dalam kenaikan pangkat dan sertifikasi. Budaya menulis dapat menginspirasi siswa untuk gemar menulis yang diharapkan kebiasaan tersebut akan terbawa sampai mereka dewasa nanti. Contoh blog yang bisa menjadi rujukan para pendidik adalah blog yang dimiliki oleh Bapak Agus Sampurno yang bisa di kunjungi di www.gurukreatif.wordpress.com dan juga Bapak Wijaya Kusuma di www.wijayalabs.com bahkan keduanya tahun 2011 mendapat apresiasi dari Acer sebagai pemenang Acer Guraru Award atas pemanfaatan blognya untuk pembelajaran. Saya pun sedang belajar menulis di blog pribadi yang beralamat di www.suzieitaco.wordpress.com. Selain itu guru dapat memanfaatkan blog keroyokan untuk guru yaitu www.guraru.org dan follow twitternya di @guraruID.

Pemanfaatan teknologi untuk pendidikan tidak terlepas dari beberapa kendala, namun itu tidak menyurutkan semangat kita untuk terus mengkampanyekan gerakan guru melek internet. Beberapa hambatan tersebut antara lain keterampilan TIK dari para guru masih cukup rendah, terutama di daerah. Dengan perkembangan teknologi informasi juga, semakin banyak pelatihan-pelatihan TIK yang diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta, selain itu guru juga bisa memperoleh informasi tersebut melalui blog dan sosial media sehingga bisa menjangkau ranah yang lebih luas. Kendala lainnya adalah sarana prasarana seperti kpomputer, laptop dan jaringan internet yang belum memadai. Sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan hal ini sehingga akan membawa pada kemajuan bangsa, dan pemerintah bisa bekerja sama misalnya dengan Acer untuk program laptop murah untuk Guru. Kendala lainnya adalah penguasaan Bahasa Inggris yang masih minim, padahal kita tahu, sumber belajar yang bagus banyak yang menggunakan literatur Bahasa Inggris, karena Bahasa Inggris merupakan Bahasa Internasional. Diharapkan kedepannya pemerintah mengadakan pelatihan-pelatihan Bahasa Inggris juga untuk menunjang pemanfaatan TIK untuk pembelajaran. Kiranya semua pihak diharapkan untuk berperan aktif dalam hal ini dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s