Yuk Mulai Terapkan Strategi Multiple Intellegence

Luar Biasa!!

Itulah kata yang bisa menggambarkan Seminar & Workshop “Gurunya Manusia” Menjadikan Semua anak Istimewa dan semua anak juara. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi bekerja sama dengan Pemkot Bekasi, Radio Dakta FM, Harian Umum Radar Bekasi dan SMK Itaco. Acara ini dilaksanakan di Aula KH. Noer Alie, Islamic Centre Bekasi tanggal 27 Mei 2012. Seminar IGI kali ini tergolong istimewa karena menghadirkan seorang pakar multiple intellegence, Bapak Munif Chatib dengan peserta lebih dari 300 guru yang mayoritas berasal dari Bekasi dan Jakarta bahkan ada yang dari Sukabumi. Betapa masih banyak guru yang terus belajar mengupgrade kemampuannya padahal hari itu adalah hari minggu pemirsaaa.

Taken from munifchatib.com

Pak Munif Chatib juga mengajak para guru untuk membuka 5 bingkisan bagi peserta didik kita. Kelima bingkisan itu adalah:

  1. Bintang: bintang disini artinya memandang bahwa setiap anak yang dilahirkan itu juara. Juara tidak identik dengan piala, namun disini maksudnya adalah bahwa tidak ada anak bodoh. Setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing. Jika ada guru/orang tua yang mencap anak bodoh artinya mereka belum melakukan stimulus yang tepat. Yuk para guru hilangkan tembok-tembok dan sekat-sekat negatif pada anak kita, mereka semua adalah bintang, semua bersinar dan semua benderang.
  2. Samudera: bingkisan ini berisi untuk memandang bahwa kemampuan anak itu seluas samudera. Jika pakem-pakem yang ada memandang kognitif sebgai hal terpenting, maka menurut beliau kognitif hanya menempati kemampuan terbawah setelah akhlak, budi pekerti serta kratifitas motorik. Jika hal tersebut diterapkan, maka anak akan berada pada kondisi akhir terbaik yang memunculkan benefiditas. Ketika seorang anak dipaksakan untuk hanya menyerap hal-hal yang melulu bersifat kognitif, maka yang terjadi adalah kemunduran akhlak dan kreativitas.
  3. Harta karun: Gurunya manusia itu bukan gurunya robot, dimana gurunya manusia menganggap bahwa setiap anak itu cerdas dan setiap anak memiliki minimal satu tipe kecerdasan. Banyak salah kaprah di masyarakat dimana menganggap bahwa bahwa cerdas identik dengan pencapaian secara akademis. Pak munif mengungkapkan redefinisi kecerdasan, kecerdasan adalah kebiasaan atau perilaku yang diulang-ulang dimana tujuannya menghasilkan anak yang kreatif dan mempunyai kemampuan problem solving. Kecerdasan seseorang tidak terkait dengan kondisi fisik, kondisi otak dan hasil tes-tes standar. Setiap manusia mempunyai potensi yang jika distimulus dengan tepat akan menghasilkan kompetensi.
  4. Discovering ability (penyelam): diawal materi pak munif menyetelkan video disebuah hutan dimana para hewan dipaksa melakukan hal-hal diluar keahliannya dan itu ternyata berakibat fatal. Seperti burung yang dipaksa berenang, ikan dipaksa jalan. Pesan moralnya adalah kembangkan kemampuan anak dan kubur ketidakmampuannya. Bagaimana untuk mengekslorasi kemampuan anak? Perkenalkan anak pada beragam hobi, sehingga dia akan menemukan sendiri ekspertasinya.
  5. Bakat : bingkisan terakhir adalah bakat. Setiap anak memiliki potensi masing-masing. Potensi tersebut diasah lewat hobi yang kemudian jika terus dipupuk akan menjadi bakat dan terakhir bisa menjadi profesi yang akan digelutinya.

Terima kasih pak munif atas pencerahannya untuk para guru hebat ini.

Disesi kedua, dikarenakan pak munif harus mengisi acara lain, maka yang menjadi pemateri adalah pak iswoyo. Pak is ini tidak kalah hebat, beliau berhasil membuat kami beberapa kali terkecoh. Diawal perkenalannya, beliau mengatakan sebagai tariner 2M, kami langsung beranggapan bahwa yang dimaksud adalah trainer dengan bayaran 2M, tapi ternyata kami salah, 2M yang dimaksud beliau adalah trainer dengan bayaran ucapan “makasih mas” hehhe karena seringnya beliau diminta untuk mentraining sekolah atau guru dengan kondisi yang sudah sangat memprihatinkan.

Multiple Intellegence Diagram

Kali ini beliau membahas strategi pembelajaran dengan multiple intellegence. Pak is berkata bahwa multiple intellegence menitikberatkan pada cara belajar anak dimana ketika gaya mengajar guru sama dengan gaya belajar siswa akan menghasilkan rumus pembelajaran.  Strategi dalam MI, otak sebagai pusat fikiran, diberikan strategi MI yang tepat, kemudian siswa dapat menghasilkan produk dan pada akhirnya siswa tersebut memiliki benefidits. Pas is memaparkan paradigma yang keliru selama ini dimana jika guru mengajar maka murid akan belajar, padahal belum tentu hal tersebut terjadi. Sebab mengajar dan belajar adalah dua proses yang berbeda. Paradigma keliru lainnya adalah perencanaan mengajar terletak pada bagaimana guru mengajar kemudian murid mengerti, namun paradigma baru yan menar adalah perencanaan mengajar terletak pada bagaimana murid bisa mengerti barulah merancang bagimana guru megajar. Pak is menyampaikan beberapa strategi multiplle yang bisa diterapkan oleh guru, diantaranya adalah:

  1. Penokohan : strategi ini dimulai dengan dari konsep, kemudian encari tokoh yang sesuai da terakhir melakukan aktivitas sesuai dengan konsep yang telah dibuat. Strategi ini cocok digunakan dalam mata pelajaran sejarah untuk menggambarkan seorang tokoh dan karakternya.
  2. Puisi : pembacaan puisi dapat melibatkan emosi positif dalam pembelajaran. Pak is mencontohkan ada seorang anak yang mengalami kesulitan memahami sebuah konsep kemudian dia menrangkainya dalam sebuah puisi sehingga dapat dimengerti olehnya.
  3. Presentasi: strategi ini mungkin yang paling banyak diterapkan. Dalam metode ini siswa diminta untuk melaporkan apa yang telah dilihat atau dilakukannya. Contohnya siswa diminta untuk mengamati lingkungan sekitarnya, siswa mencatat tanda-tanda kebesaran Allah dan kemudian siswa diminta untuk menjelaskan tentang kenapa yang dicatat tersebut merupakan tanda kebesaran Allah.
  4. Wawancara/interview: mewancarai orang lain merupakan cara melatih kecerdasan linguistik dengan cara mencari informasi spesifik dan menghindari topik-topik yang tidak releven. Menurut saya, metode ini melatih percaya diri, empati dan kecerdasan sosial siswa.
  5. Menulis : menulis dibagi dua. Pertama adalah menulis personal seperti diary, jurnal, surat dan catatan. Kedua adalah menulis informasi yaitu membuat catatan, ringkasan, analisis dan teori.
  6. Metode ilmiah : Metode ilmiah adalah sebuah cara berpikir tentang masalah-masalah dan pemecahannya dengan menggunakan logika yang luas. Ciri khas metode ilmiah adalah adanya HIPOTESA. Langkah-langkah metode  ilmiah adalah:
  • Pengungkapan masalah
  • Pembentukan hipotesa atau penjelasan
  • Pengamatan dan percobaan
  • Penafsiran data
  • Penarikan kesimpulan

    7. Klasifikasi : Klasifikasi adalah pengelompokan premis-premis berdasarkan kriteria, ciri-ciri dan indikator tertentu. Langkah-  langkah untuk menerapkan klasifikasi:

  • Penentuan ciri-ciri atau indikator klasifikasi, hasilnya harus lebih dari satu area.
  • Mempersiapkan atau mencari masalah-masalah yang akan diklasifikasikan.
  • Proses pencocokan antara masalah dengan area klasifikasi.
  • Pembahasan kesimpulan.

8. Analogi : Analogi merupakan cara melihat karakteristik suatu hubungan terhadap 2 premis atau pernyataan. Dan karakteristik  hubungan ini menjadi pemecahan masalah kasus-kasus berikutnya.

9. Mind map : Peta pikiran adalah teknik pemanfaatan keseluruhan-otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan.

10. Visualisasi konsep : Visualisasi adalah kemampuan untuk membuat atau mengingat gambaran visual secara imajiner. Banyak penemuan besar diawali dengan pemahaman visualisasi.

11.  Papan/karton permainan : Papan permainan/Karton permainan sangat membantu siswa memahami konsep yang diajarkan oleh guru. Permainan ini dapat menyalakan antusiasme belajar. Permainan ini dapat dikombinasikan dengan dadu dan kartu. Contoh catur, monopoli, scrabble.

12. Permainan kartu: Permainan kartu merupakan alat belajar yang efektif. Dengan berbagai macam pola permainan, permainan kartu dapat digunakan dalam berbagai topik bidang studi.

13. Parodi: Lirik lagu yang berisi informasi kurikulum pelajaran adalah instruksi yang sangat berharga.

14. Sosio drama : Metode drama adalah metode holistik yang menggabungkan kemampuan mengingat, berekspresi, beraktivitas dan makna sebuah peran dan jalan cerita. Banyak konsep pengajaran yang rumit dicerna oleh siswa dapat dengan mudah diselesaikan dengan metode drama. Sayang sekali sedikit guru yang menggunakan metode ini dalam proses pembelajaran.

15. Langkah-langkah mengajar dengan model drama adalah:

  • Pembuatan skenario, yang terdiri dari list skenario, intro cerita, tokoh-tokoh.
  • Penetapan narasi dan permasalahan yang harus dijawab siswa
  • Pementasan dalam kelas
  • Evaluasi permasalahan.

16. Produk sekolah : Events/Buku

  • Membuat sebuah even yang berkaitan dengan materi dan kepanitiaan diserahkan kepada siswa.
  • Siswa belajar cara mengorganisasi sebuah kegiatan
  • Contoh membuat olimpiade percobaan sains modern, pemeran tanaman obat, dan lain-lain.
  • Membuat buku sederhana tentang tema yang berkaitan dengan materi ajar.
  • Siswa benar-benar mendalami tokoh atau tema yang ditulisnya.
  • Buku tentang biografi seorang pahlawan, tentang bagaimana rumus archimedes ditemukan, dan lain-lain.
  • Newspapers: Membuat buletin koran sekolah, Memuat berita harian yang terjadi di sekolah.
  • Magazines:Membuat majalah sekolah yang memuat rubrik yang berkaitan dengan materi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s