Para Guru Hebat, mari ajari siswa ber-Internet Sehat

Beruntung! Satu kata itulah yang bisa saya ungkapkan ketika mendapat kesempatan untuk mengikuti Seminar Nasional dan Internet Sehat bagi Guru dan PNS Pemkot Bekasi. Kegiatan ini mengusung tema: “ Melalui Internet Sehat dapat Mengubah Talenta Teknologi Informasi dan Akhlak Mulia bagi Ihsan Pendidikan dan Aparatur Pemerintah Kota Bekasi”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka tanggal 14-15 Juni 2012. Acara direncanakan akan dimulai jam 2 siang. Dengan Semangat ’45 saya naek angkot dan dilanjut Busway karena jarak cukup jauh sehingga agak segan mengendarai motor. Sesampainya disana, setelah registrasi saya bergabung dengan teman-teman dari IGI Bekasi, disana pula saya bertemu dengan Bu Yuli, yang selama ini kita hanya berkomunikasi lewat Facebook.

Acara dimulai sekitar pukur 15.00 dan agak molor karena menunggu Bapak Dr.H. Rahmat Effendi selaku Walikota Bekasi. Beliau menegaskan pentingnya pendidikan terutama di dunia yang semakin kompetitif, bahkan ketika Nagasaki dan Hiroshima di bom yang ditanya adalah berapa jumlah guru yang masih hidup, karena guru merupakan ujung tombak kemajuan suatu bangsa. Selanjutnya adalah sambutan oleh Bapak Herry Koswara selaku Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi. Beliau menegasakan bahwa di era teknologi maju saat ini, para guru selaku pendidik dapat memanfaatkan internet untuk kemajuan pendidikan, dan beliau mendukung terus di adakannya pelatihan TIK dan harapannya bisa terus dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, sambutan dari Ibu Dra. Sri Sunarwati, M. Si selaku kepala bagian telematika setda Bekasi. Beliau menyampaikan laporan kegiatan dari acara ini.

Dr. H. Rahmat Effendi, Walikota Bekasi

Acara lanjut ke materi 1 yang disampaikan oleh ibu Mariam F Barata selaku Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo RI. Beliau memaparkanmateri dengan tema Membangun Budaya Internet Sehat dan Aman. Dalam pembukaanya, beliau mengatakan bahwa saat ini pendidikan telah mengalami transformasi. Jika dahulu sumber belajar hanya buku teks dan guru, maka dengan adanya teknologi, sumber belajar menjadi lebih beragam. Ketika internet diperkenalkan tahun 1995, cara belajar generasi generasi net menjadi berubah drastis. Bahkan pengguna internet Indonesia meningkat drastis dari semula 500.000 di tahun menjadi 55.000.000 di tahun 2011 dan menjadi pengguna terbesar No.4 di Dunia. Bahkan visi masyarakat informasi Indonesia 2015 adalah meningkatkan jumlah pengguna internet menjadi setengah dari populasi masyarakat. Sayangnya, situs yang masih populer di kalangan remaja adalah Facebook dan Twitter dan menjadi pengguna ke-3 dan 4 dunia. Pertanyaannya? Dimanakah para remaja berinternet dan siapakah yang mengawasi? Bagaimana menjamin anak didik tetap nyaman dan amat berinternet adalah tantangan kita bersama.

Ibu Mariam F. Barata sedang memberikan materi

Peserta didik sedang menanfaatkan Internet

Pengguna Internet Indonesia

Saat ini kita dihadapkan pada maraknya konten negatif yang bisa menghancurkan peserta didik kita, sehingga internet seperti dua sisi mata uang, dimana internet secara positif dapat memberikan manfaat untuk peserta didik seperti:

  1. Searching: mencari informasi, data, gambar dan pengetahuan
  2. Learning: pembeljaran untuk menulis jurnal atau pengetahuan
  3. Collecting: mengkoleksi gambar, lagu dan video
  4. Communicating: jejaring sosial menjadi tempat mencari teman
  5. Creating: wadah kreativitas dan inovasi

melihat mudahnya akses peserta didik, sudah seharusnya guru dapat selangkah lebih maju sehingga guru bisa memberikan filter terhadap peserta didik dan mendorong siswa untuk menggunakan internet secara positif. beberapa manfaat internet untuk guru adalah:

  1. Menambah dan meningkatkan pengetahuan
  2. Mudah mendapatkan informasi-informasi penting seputar dunia pendidikan
  3. Mendapatkan informasi dengan cepat
  4. Bisa memilih dan mendapatkan bahan ajar
  5. Sharing ilmu, cerita dan pengalaman kepada rekan-rekan guru yang lain yang ada didalam ataupun di luar negeri
  6. Dengan memiliki situs atau blog bisa mengasah kemampuan menulis agar lebih baik lagi
  7. Guru bisa eksis tidak hanya di kelas dan di sekolah tapi juga di dunia maya
Dengan perkembangan alat informasi dan komunikasi masyarakat terutama remaja mengalami pergeseran budaya, terutama bahasa dimana kita kenal dengan bahasa alay. Can you read this?

Contoh Bahasa “alay” anak remaja

Kenyataan tersebut cukup memprihatinkan, terutama untuk kita sebagai pendidik. Saat ini guru harus banyak berperan untuk mengawasi dan mendorong peserta didik untuk berinternet secara sehat, aman serta produktif. Peran guru juga sekaligus sebagai pembentuk karakter dengan selalu mengajarkan sikap dan membangun karakter sehingga guru dapat lebih efektif mencegah kejadian buruk yang tidak diinginkan menimpa peserta didiknya sekaligus guru terus mengikuti perkembangan TIK dan bisa mendorong peserta didik untuk berkreativitas dan berkarya. Seperti contohnya Raditya Dika, dari kesukaannya menulis di blog bisa kemudian membuat sebuah buku dan bahkan ditawari untuk di filmkan. Contoh lain adalah Salman Al Farisi yang berhasil membuat aplikasi belajar di handphone, Arrival dan Taufik, pelajar di Bandung yang berhasil membuat Artav anti virus, Muh, Yahya siswa SMP yang berhasil membuat situs salingsapa.

Internet disisi lain mengandung resiko dan bahaya yaitu gangguan sistem komputer seperti virus, spam, doa dan botnet dan bahaya tersembunyi seperti cyber bullying, cyber stalking, cyber gambling, cyber fraud, phising, HAKI, data pribadi. Beberapa solusi yang dianjurkan seperti: jangan lupa menggunakan anti virus dan selalu memperbaharuinya, jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya pada kenalan online, hati-hati bermain game dan tidak sembarangan memberikan identitas atau data pribadi. Banyak kasus kita dengar dimedia anak sekolah yang diculik atau di perkosa oleh teman yang dikenalnya di sosial media seperti facebook. Pemerintah sendiri membuka pengaduan masyarakat untuk konten negatif melalui email di aduankonten@mail.kominfo.go.id. Kesimpulan dari presentasi yang diberikan agar anak berinternet sehat adalah: lengkapi komputer dengan software pengaman seperti DNS Nawala, tempatkan komputer di ruang keluarga, berikan penjelasan manfaat positif dan negatif berinternet, jalin komunikasi aktif dengan anak berapapun usia dan mengenai papaun, memotivasi anak untuk berkreasi positif dan dampingi anak ketika berinternet.

sekian dulu liputan part-1 ..tunggu lanjutannya 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s