Are You a Traveller or a Tourist?

Dunia ini ibarat sebuah buku dan bagi mereka yang tidak pernahtraveling seperti hanya membaca satu halaman saja.” ~ St. Augustine

 

Apakah anda mempunyai cita-cita keliling Indonesia atau bahkan dunia dengan budget minimal namun dengan segudang pengalaman? Jika ia, berikut jawabannya …Kelas ke-2 Akademi Berbagi Bekasi mengahadirkan sesuatu yang berbeda. Akber yang dihelat tanggal 2 Juni 2012 mengusung tema “Backpacking Murah Meriah” bersama Mba Desry Darwin. Mba Desry menyebutkan bahwa dia adalah seorang Traveller Gampangan, artinya traveller yang ga ribet, enjoy aja J Mba Desry mengutip pernyataan dari Chesterone “Seorang traveler melihat apa yang ingin dia lihat sementara seorang turis melihat apa yang harus dilihat. ~yang artinya adalah seorang traveller ketika mengunjungi suatu tempat dia akan banyak mengeksplor tempat tersebut seperti budaya, alam, sejarah dan sesuatu yang berhubungan dimana jika seorang turis dia hanya sekedar mengunjungi tempat wisata yang memang harus dilhat, berfoto ria dan meng-upload nya di Facebook sebagai bukti bahwa dia pernah berkunjung ke daerah tersebut. Nah! Kita termasuk yang mana??  🙂

Mba Desry menerangkan bahwa ada beberapa tipe traveller, yaitu :

  1. Experintal Traveller : Tipe traveler ini lebih mencari pengalaman di dunia dan budaya berbeda. Biasanya lebih senang mengeksplorasi tempat dimana dia pergi, mulai dari budaya, makanan, masyarakatnya, dll.
  2. Experimental Traveler : Tipe ini selain mengeksplorasi pengalaman mereka juga bereksperimen dalam kegiatan-kegiatan mereka. Tidak ada rencana yang pasti dan apabila mungkin semua hal akan dicoba.

Dari penjelasan diatas, kita bisa memperkirakan kita merupakan tipe traveller yang mana? Atau jangan-jangan masih sebatas turis? 🙂  dari penjelasan Mba Desry, saya pun bertanya pada diri, apakah saya bisa sudah bisa di sebut traveller? Walapun masih amatiran, ketika berkunjung ke suatu tempat atau meniatkan diri travelling, sudah mulai bertanya pada diri: apa yang ingin di pelajari disana? Dan tidak hanya sekedar mengambil gambarnya tanpa tahu maknanya, karena esensinya gambar merupakan pelengkap yang mendukung pengalaman kita.

Kemudian sharing semakin menarik ketika Mba Desri membahas beberapa mitos tentang travelling, yang pertama adalah bahwa travelling itu tidak sama dengan menghabiskan uang. Terkadang banyak orang mengeluh tidak bisa travelling karena biaya, tetapi mereka tidak merasa berat ketika membelanjakan uang untuk shopping dan kegiatan konsumtif lainnya. Nah lho! Sebenarnya kita dapat meminimalkan biaya travelling jika kita tahu tips dan triknya. Nah, mulai sekarang saya terinspirasi untuk menabung sedikit-sedikit budget untuk travelling. Yukkk …yang perlu diingat adalah tanamkan bahwa travelling merupakan investasi pengalaman hidup kita. Dengan travelling pengalaman hidup kita bertambah yang akan berguna untuk kehidupan kita sehari-hari. Pendapat lain yang keliru adalah travelling itu kegiatan yang melelahkan. Sebenarnya itu adalah mindset yang kita buat sendiri, padahal menurut Mba Desry travelling itu dapat mencerahkan kita, bukan maksudnya mencerahkan kulit lohh .. hehhe #ngarep. Artinya dengan kegiatan travelling, biasanya kita akan mendapatkan wawasan baru yang mungkin wawasan baru tersebut bisa mencerahkan permasalahan yang kita hadapi.

Kelas semakin seru ketika membahas “Kenapa kita perlu travelling?” mari kita simak satu-persatu ..

  1. Memperluas wawasan di luar dunia kita sehari-hari: ketika kita terjebak pada rutinitas sehari-hari maka yang kita dapatkan akan terbatas pada lingkungan kita, namun dengan travelling maka wawasan kita bertambah dengan hal-hal baru.
  2. Belajar budaya yang berbeda. Ketika kita travelling, kita juga dapat belajar budaya dari masyarakat setempat. Seperti kita tahu, setiap daerah mempunyai budaya masing-masing, di Indonesia dalam satu provinsi bisa memiliki lebih dari satu macam budaya.
  3. Pembelajaran dan edukasi “Real Life”. Travelling mengajarkan kehidupan nyata yang mungkin luput dari pandangan atau perkiraan, dimana kita sedang menjadi minoritas, dimana kita berada disuatu tempat yang jauh dari orang-orang yang kita kenal, bagaimana kita bisa kompromi dengan keadaan dan belajar untuk membuat keputusan-keputusan ketika menghadapi suatu masalah di perjalanan. Kemampuan tersebut akan mengembangkan “Life Skill” kita seperti problem solving, leadership, dan communication.
  4. Travelling akan menambah perspektif kita. Ketika belajar sutu budaya, perspektif akan lebih terbuka sehingga kita akan lebih menghargai orang lain dengan segala perbedaannya sehingga menumbuhkan rasa toleransi. Bertemu dengan orang baru, akan memperluas “Networking” kita, bahkan menurut pengalaman beliau, ketika kita berkunjung lagi ke daerah tersebut, maka kita tidak perlu pusing lagi, setidaknya untuk masalah tempat tinggal. Hehe

A change: seeing something new, eating something new, enjoying something new for a changed in life and perspective

Apabila kita tidak tahu alasan kenapa kita melakukan traveling, maka hanya akan menghabiskan banyak uang & tenaga dan gak enjoy!

Jangan biarkan orang lain atau industri mendiktekemana kita harus pergi!

Selanjutnya kami membahas tentang mengapa kita harus merencanakan perjalanan kita, saya jadi teringat pepatah if you fail to plan, you plan to fail artinya disini perencanaan merupakan hal penting, dan bukan untuk urusan travelling saja tetapi dalam hal apapun di kehidupan kita sehari-hari.

Pembahasan  semakin menarik ketika berbicara tentang perencanaan budget, tips yang Mba Desry berikan diantaranya adalah: hunting tiket murah pesawat, biasanya Airasia melakukan midnight promo, nah mulai sekarang siap2 begadang tengah malam ..hihihi ..selanjutnya adalah cari tahu tentang transportasi di lokasi, jika kita khawatir di tipu, lebih aman jika kita bertanya pada petugas di tempat penginapan kita. Next adalah research dan kalkulasi semua pengeluaran seperti tiket, akomodasi, transportasi, konsumsi dan jangan lupa tambahkan biaya tak terduga, karena bisa aja muncul hal-hal di luar dugaan kita. Mba Desri menyarankan ketika mencari tiket dan penginapan, akan lebih baik secara online karena labih murah dan mudah. Website yang bisa menjadi referensi adalah www.hostelbookers.com dan www.hotelbookings.com dan jika kita memiliki budget yang sangat terbatas dan ingin merasakan tinggal bersama orang lokal, maka kita bisa bergabung di www.couchsurfing.org. Teakhir Mba Desry memberikan Prinsip-prinsip dalam traveling, yaitu:

  • Respect the culture & follow the rules!
  • Always make the plan with local currency
  • Jangan berharap untuk diperlakukan seperti layaknya turis
  • Jangan pernah membandingkan apa yang ada di tempat kita dengan di tempat tujuan
  • Belajarlah bahasa daerah setempat dan budayanya untuk lebih menghargai dan merasakan sentuhan lokal.
  • Jangan malu bertanya ~ Whenever & wherever you are!

“Connect with people you will gain not only information but also friendship”

“Travelling akan mengasah empati kita, karena kita tidak bisa berempati jika kita tidak mengalaminya dan travelling akan mengasah kemampuan empati kita”

Terima kasih untuk Mba Desry yang telah berbagi di #akberBKS, sharingnya membuat para akberian udah ga sabar merencanakan Travelling apalagi ditambah dengan gambar-gambar pemandangan yang indahnya selama travelling. Oya, Mba Desry bisa di contact jika teman-teman ingin bertanya referensi tempat travelling atau apapun yang berhubungan dengan travelling di @desrydarwin atau facebook: Desry Darwin 🙂

Terima kasih kepada para relawan dan peserta yang hadir. – Berbagi Bikin Happy –

Ayooo travellinggggggggg ……..

Advertisements

One comment on “Are You a Traveller or a Tourist?

  1. Pingback: Tulisan Murid tentang Kelas Backpacking | Akademi Berbagi Bekasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s