Ini ceritaku dengan Indosat, mana ceritamu?

“The way we communicate with others and with ourselves ultimately determines the quality of our lives”

– Anthony Robbins-

Saya sangat setuju dengan quote yang disampaikan oleh Anthony Robbins di atas, cara kita berkomunikasi menentukan kualitas hidup kita, sehingga keberadaan operator seluler yang baik sebagai salah satu sarana penunjang berkomunikasi menjadi sangat penting. Menurut pendapat saya, komunikasi adalah proses penyampaian pesan/ide/fikiran yang dilakukan secara lisan, tulisan ataupun body language. Saat ini kemajuan teknologi dirasakan semakin mempermudah manusia, termasuk dalam hal berkomunikasi.

Jika kita flasback ke belakang, alat komunikasi jarak jauh masih sangat terbatas. Ketika saya duduk di bangku SMP-SMA, dimana saya tinggal dan bersekolah di Kota Cirebon jauh dari orang tua yang tinggal di Kuningan, sangat merasakan hal tersebut. Saat itu alat komunikasi yang tersedia hanya telpon umum, Ayah dan Ibu jarang menghubungi saya karena biaya telpon umum yang cukup mahal, pun karena jaraknya yang cukup jauh. Sehingga tidak bisa setiap rindu melanda, menghubungi. Begitupun ketika ada masalah atau ingin berbagi cerita, kami baru bisa membaginya ketika pulang kerumah atau ketika mereka berkunjung. Hal demikian terjadi dalam berkomunikasi dengan teman yang hanya bisa dilakukan via surat. Bisa dikatakan ketika SMP, saya termasuk anak yang paling sering mendapat surat. Saya selalu memantau tempat surat umum di depan ruang guru, H2C (harap-harap cemas) menantikan surat yang datang. Bahagia tak terkira jika nama yang tertuju adalah nama saya.

ilustrasi surat, sumber: http://4.bp.blogspot.com

Terima kasih Tuhan, ketika lulus SMA dan berhasil masuk ke salah satu PTN di Yogyakarta, orang tua membelikan saya Handphone yang ketika duduk di bangku SMA, hanya beberapa teman yang memiliki karena harga Hp dan kartu perdana yang masih sangat mahal kala itu. Meskipun bukan Hp baru, namun saya sangat senang sekali. Kartu SIM yang saya gunakan adalah Mentari dari Indosat, karena menawarkan tarif yang cukup murah untuk kalangan Mahasiswa namun tidak murahan.

Sayang seribu sayang, menginjak tahun ke-2, Hp kesayangan saya hilang dicuri. Sebenarnya saya berharap Kartu SIM nya tidak ikut dicuri, karena saya tidak ingin kehilangan nomor kesayangan saya, sehingga saya sampai keliling kos berharap sang pencuri membuang Kartu SIM disekitar kos. Namun harapan saya sia-sia belaka. Alhamdulillah, beberapa bulan kemudian, saya membeli Hp baru dengan nomor yang berbeda namun tetap setia dengan Mentari. Ketika itu fitur yang banyak saya gunakan adalah SMS, karena masih menjadi Mahasiswa dengan budget terbatas. Untungnya, Indosat sangat mengerti kebutuhan pelanggannya, sehingga mengeluarkan Kartu IM3 yang memang ditujukan untuk kalangan muda dengan mengedepankan fitur SMS murah.

Kini sudah 9 tahun, Indosat selalu setia bersama saya dan tahun depan genap satu dekade kebersamaan kami, meskipun sempat menggunakan operator seluler lain, namun hanya sebagai perbandingan. Selain untuk telpon, sms, dan BBM, saya menggunakan Indosat juga untuk modem internet. Fitur yang murah dan jaringan yang bagus, mempermudah komunikasi saya dalam beraktifitas, baik hubungan dengan rekan kerja ataupun dengan siswa. Meskipun saat ini banyak operator seluler yang menawarkan harga lebih murah dan fitur yang lebih banyak saya tetap memilih Indosat. Alasannya sederhana, Indosat dapat menunjang komunikasi saya seharian dan lengkap sehingga saya mendapat 3 manfaat sekaligus, yaitu:

  1. Kecepatan akses karena tidak terhambat masalah jaringan
  2. Tarif yang murah dengan kualitas tidak murahan
  3. Kemudahan menggunakan fitur yang ditawarkan

Point lain yang saya kagumi dari Indosat adalah kepeduliannya pada dunia pendidikan, termasuk kepeduliannya pada guru untuk melek internet dan gemar menulis di blog untuk menunjang pembelajaran. Tidak tanggung-tanggung, Indosat menjadi sponsor utama acara Training of Trainer (TOT) ICT dengan tema Menjadi Guru Kreatif dengan Menggunakan Blog Sebagai Media Pembelajaran. Selama dua hari sekitar 120 guru belajar dengan diberikan pelayanan terbaik di Indosat Training Centre Purwakarta. Kalau boleh memilih, sebenarnya kami ingin lebih lama disana 🙂 inilah beberapa keriangan kami selama disana

Dapet modem 🙂

Yey, we’re here! with Yana Ceria 🙂

Pose dulu ah 🙂

Bersama salah satu narasumber, Om Jay (Pak Wijaya Kusumah)

Sejak saat itu, saya semakin gemar menulis di Blog dengan alamat https://suzieitaco.wordpress.com/ , blog ini menjadi tempat saya menyalurkan hobi belajar menulis dan dan Bahasa Inggris. Bahkan Alhamdulillah memperoleh Juara 2 Lomba Menulis Blog, hasil dari ToT di Purwakarta dengan Judul: Jatuh Cinta Menulis berkat ToT Pemanfaatan ICT sebagai Media Pembelajaran, terima kasih untuk IGI Bekasi dan Indosat. Dengan layanan operator seluler yang terbaik, banyak manfaat yang saya rasakan. Kemudahan berkomunikasi seharian, penyaluran hobi menulis, networking dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Sehingga bisa saya katakan, Indosat penyempurna hidupku 🙂

Ini ceritaku dengan Indosat, mana ceritamu? 🙂

Please add my Facebook/YM : suzie_icus@yahoo.com

Advertisements

2 comments on “Ini ceritaku dengan Indosat, mana ceritamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s